Semua yang Perlu Anda Tahu Seputar Feng Shui Rumah (2)

http://www.bibliotika.com/2016/03/semua-yang-perlu-anda-tahu-seputar-feng.html

BIBLIOTIKA - Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Semua yang Perlu Anda Tahu Seputar Feng Shui Rumah 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya terlebih dulu.

Feng shui seputar tangga

Tangga di dalam rumah sebaiknya tidak berada di tengah-tengah ruangan rumah. Bangunlah tangga di bagian pinggir atau samping.

Sebaiknya, tinggi per anak tangga memiliki ukuran antara 16,5 cm sampai 18,5 cm. Ini ukuran yang terbaik.

Lebar anak tangga yang disarankan adalah 81 cm (bermakna kemakmuran), 91 cm (bermakna kesuksesan), atau 112 cm (bermakna kekayaan).

Jika Anda membuat tangga yang memiliki pola berputar (seperti ulir), sebaiknya tidak dijadikan tangga utama, karena hal ini mengisyaratkan akan adanya penumpang yang akan hidup di rumah Anda.

Jumlah tangga di dalam suatu rumah sebaiknya tidak berjumlah tiga atau lebih, karena hal ini mengisyaratkan datangnya perselingkuhan.

Bangunan tangga yang menanjak ke atas dan kemudian berbelok ke kiri mengisyaratkan bahwa pihak suamilah yang berkuasa di dalam rumah, sedang bangunan tangga yang menanjak ke atas dan kemudian berbelok ke kanan mengisyaratkan bahwa pihak istri yang akan berkuasa di rumah.

Tangga tidak boleh terlihat dari pintu utama. Kalaupun hal ini terjadi (tangga terlihat dari pintu utama), sebaiknya diberi penghalang atau penutup.

Jika ada dua tangga, maka tangga utama dan tangga lainnya tidak boleh saling bertemu atau saling berhadap-hadapan.

Apabila tangga berbentuk huruf ‘U’, maka yang menanjak naik sebaiknya berada di sebelah kanan, agar perputaran uang masuk selalu ke dalam.

Tangga rumah juga tidak boleh berhadapan langsung dengan pintu kamar.

Feng shui seputar pintu

Sebaiknya, material yang digunakan untuk membuat pintu utama rumah adalah material yang padat, karena hal ini memberikan perlindungan untuk rumah, selain juga menjauhkan energi chi yang kurang baik.

Ukuran pintu utama rumah tidak boleh lebih kecil dari pintu-pintu lain yang berada di rumah tersebut, karena jika pintu utama lebih kecil ukurannya dibanding pintu lainnya, maka hal itu mengisyaratkan bahwa keluarga yang tinggal di dalam rumah itu akan dimanfaatkan oleh orang lain.

Sebaiknya, pintu utama rumah tidak membuka ke ruang yang sempit, tetapi ke ruang yang luas dan tidak gelap. Tetapi jika Anda sudah terlanjur membangun pintu utama yang menghadap ke area yang sempit, Anda bisa menempatkan cermin di dinding yang tidak langsung menghadap pintu utama.

Sebaiknya pintu utama tidak langsung menghadap ke arah koridor yang lurus. Untuk menyiasati hal ini, tempatkan pemisah semacam dinding lipat atau bufet untuk menghalangi energi yang buruk.

Usahakanlah agar pintu utama rumah tidak berhadapan langsung dengan pintu lainnya yang ada di dalam rumah (misalnya pintu utama berhadapan langsung dengan pintu toilet, pintu kamar dengan pintu dapur, dan lain-lainnya). Hal ini memiliki efek negatif yang sama seperti kalau pintu utama menghadap ke arah koridor lurus. Jika kebetulan rumah Anda telah memiliki kondisi dua pintu yang berhadapan semacam itu, maka Anda bisa merenovasi salah satu pintu yang ada. Jika tidak memungkinkan, maka Anda bisa meletakkan cermin di kedua pintu yang berhadapan tersebut.

Pintu masuk yang membuka ke arah dapur dapat membuat keberuntungan keluarga akan hilang, dan akan mendatangkan persaingan serta banyak keributan.

Jika Anda memiliki toilet di lantai dua rumah Anda, usahakan agar letaknya tidak berada di atas pintu utama rumah, karena hal ini dapat berdampak buruk. Efek negatif dari toilet di lantai atas mengalir ke bawah dan dapat menyebabkan gangguan serius pada pintu serta membawa nasib buruk pada penghuninya. Untuk menghindari hal semacam itu, Anda bisa mengubah tata letak ruang rumah Anda, dan pastikan agar di atas pintu utama rumah tidak terdapat toilet.