Seifukujutsu: Terapi Sentuhan Pijat Penuh Khasiat

Seifukujutsu: Terapi Sentuhan Pijat Penuh Khasiat

BIBLIOTIKA - Di negeri sakura Jepang, terapi pemulihan kesehatan atau restorasi sudah populer semenjak lima belas ribu tahun yang lalu. Dapat dikatakan bahwa Jepang adalah negeri yang melahirkan teknik-teknik yang kemudian tetap relevan hingga di masa kini dalam hal penyembuhan penyakit dengan terapi alternatif. Salah satunya adalah seifukujutsu. Seifukujutsu atau teknik pijat pemulihan kesehatan, adalah salah satu warisan dari mereka.

Sejarah terapi seifukujutsu

Selama periode Asuka (552 sampai 710 Masehi), pengaruh Cina dan Korea mulai masuk ke negeri Jepang, dalam banyak hal menyangkut kehidupan. Seiring dengan berlalunya waktu, para biarawan di Jepang pun mulai menggeluti igaku atau dunia obat-obatan. Kemudian, memasuki periode Nara (710 sampai 794 Masehi), para pendeta Buddha dan Shinto mulai memadukan ilmu pengobatan lokal milik Jepang dengan ilmu pengobatan dari Cina.

Upaya tersebut dilakukan lebih banyak dengan cara-cara yang khas Jepang, dan kemudian diketahui kalau cara tersebut ternyata lebih berhasil dalam memperbaiki dan mengembangkan teknik, teori, dan juga praktek yang dilakukan pada era sebelumnya.

Kemudian, pada periode Tokugawa (1600 sampai 1853 Masehi), seni pengobatan masih sangat identik dengan aspek keagamaan dan didominasi oleh kalangan tertentu. Namun, pada masa itu mulai dikenal Oisha atau tabib / juru sembuh yang waktu itu jumlahnya masih sangat sedikit dan terbatas, serta saling berjauhan tempatnya, karena kondisi kekaisaran yang dirundung konflik.

Namun, meski begitu, kemampuan dalam ilmu ketabiban itu diwariskan secara turun-temurun dan juga disebarkan secara luas, sehingga tak berjarak lagi dengan masyarakat luas. Meskipun pada akhirnya jumlah orang yang menguasai ilmu ketabiban jumlahnya berlipat-lipat ganda, tetapi orang yang menguasai teknik pengobatan seifukujutsu masih dianggap sebagai orang yang memiliki warisan budaya yang amat berharga.

Seifukujutsu sendiri telah dipraktekkan sebagaimana tuntunannya yang asli semenjak sekitar seribu lima ratus tahun yang lalu. Teknik ini digunakan untuk mengembalikan fungsi-fungsi normal tubuh dan menyembuhkan berbagai gangguan kesehatan dan penyakit, mulai dari malaria sampai penyakit lumpuh.

Para praktisi seni pengobatan ini diperkirakan mewarisi tradisi asli secara natural dan diam-diam dengan tujuan untuk mengembalikan kesehatan masyarakat. Pada masa sekarang ini, mengajarkan atau mempelajari ilmu pengobatan ini tidak lagi harus memiliki ikatan silsilah. Orang awam yang berminat dapat memiliki kemampuan pengobatan ini selama mengikuti prosedurnya.