Panduan Menghindari Virus Komputer dan Cara Mengamankan Data Anda

 Panduan Menghindari Virus Komputer dan Cara Mengamankan Data Anda

BIBLIOTIKA - Pada saat ini, virus dapat masuk ke setiap komputer yang terkoneksi dengan jaringan internet, melalui fasilitas e-mail. Untuk mengamankan komputer dari serangan virus yang berbahaya, ikuti tips berikut ini:

Jangan membuka e-mail bila Anda tidak mengenal siapa pengirimnya, khususnya lagi jika e-mail itu terlihat mencurigakan. Jangan pula membuka file attachment bila Anda tak mengetahui secara persis nama pengirim file tersebut. Para pembuat virus pada umumnya memakai e-mail dan file attachment yang terdapat pada e-mail, sebagai media yang mengantar virus menuju seluruh komputer yang terkoneksi di jaringan internet.

Proteksi komputer Anda dengan software penangkal virus. Hal ini berguna untuk menolak virus yang masuk melalui jaringan internet. Anda bisa mendapatkannya melalui situs-situs yang menyediakannya.

Upayakan untuk selalu meng-upgrade software virus yang Anda miliki, karena setiap hari ada saja orang yang membuat virus-virus baru. Hal ini dapat dilakukan secara berkala, misanya setiap tiga bulan atau enam bulan sekali.

Cek seluruh sistem yang ada di komputer Anda secara periodik, untuk memastikan apakah komputer Anda benar-benar bersih dari virus. Hal ini dapat dilakukan lebih intensif seperti satu bulan sekali. Dengan demikian, file-file yang ada dalam dokumen Anda lebih terjamin dari serangan virus.


Melindungi dan mengamankan data

Tidak ada yang tertutup di internet. Semuanya serba terbuka. Hanya dengan sentuhan jari tangan di keyboard, segala informasi, bahkan data bank dan isi rekening Anda, dapat diakses dan dibuka dengan mudah.

Memang benar bahwa para pemilik situs-situs e-commerce atau perbankan telah membentengi situs dari pencurian data oleh orang jahil dengan beragam proteksi. Namun, ada baiknya Anda sendiri juga ikut memperkuat proteksi itu dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:

Selalu lakukan log off ketika hendak meninggalkan situs. Sebab, bila situs ditutup pada kondisi log on, kode rahasia atau password Anda masih tersimpan dan tertera pada kolom kode akses, atau belum terhapus, sehingga sangat mudah dilacak.

Biasakan mengganti kode rahasia atau password setiap 30 hari sekali. Ini berguna untuk mengecoh dan menjadi siasat bila atau password Anda secara tak sengaja diketahui orang lain.

Buat e-mail khusus untuk korespondensi dengan situs e-commerce dan perbankan yang menjadi langganan Anda. Jangan dicampur dengan e-mail pribadi, sehingga hanya Anda yang tahu bila mereka mengirim kode akses melalui e-mail.

Usahakan membuat kode rahasia atau password yang mudah diingat, namun menjadi kombinasi yang sulit. Jangan menulis kode rahasia Anda di buku atau agenda pribadi sekalipun. Biasakan untuk merekamnya dalam ingatan.


Tips bertransaksi aman di internet

Pada saat ini, keamanan bertransaksi secara online masih menjadi perdebatan. Tetapi tuntutan efisiensi menyebabkan belanja di internet tak dapat dihindari. Agar transaksi online dapat dilakukan dengan aman, ada beberapa ciri-ciri yang harus diperhatikan. Jika Anda sedang bertransaksi di internet dan muncul tanda-tanda berikut ini, sebaiknya hentikan atau batalkan transaksi Anda:

Ketika sedang online dan pergerakan kursor mouse secara mendadak tidak bisa dikendalikan, seolah ada orang lain yang mengendalikan, segera matikan komputer Anda. Sebab, itulah ciri-ciri bila aktivitas Anda sedang diamat-amati oleh ‘seorang pencuri’.

Ciri lainnya, adanya proses pengiriman e-mail berulang-ulang dari program E-mail (Outlook, MS Outlook Express dan lain-lain) di luar perintah Anda.

Ketika online di tempat publik seperti warnet atau kantor, pastikan bahwa komputer Anda tidak di-remote oleh orang lain dengan cara meminta jaminan keamanan dari administrator yang bertugas.