Panduan Mengecat Ulang Furniture

Panduan Mengecat Ulang Furniture

BIBLIOTIKA - Ada kalanya sebuah ruangan sudah ditata dengan apik, dengan warna dinding yang bersih dan menawan. Tetapi suasana ruangan itu terlihat kurang nyaman, karena furniture yang diletakkan dalam ruangan tersebut sudah tampak kotor dan kusam.

Seiring berjalannya waktu, furniture yang pada awalnya baru, cerah dan mengkilap pun lama-lama akan menjadi kusam karena seringnya diduduki atau dipakai. Catnya bisa saja mengelupas, atau ternoda oleh sesuatu.

Nah, untuk mengkilapkannya kembali, agar suasana ruangan Anda benar-benar apik dan menawan, silakan cermati tips berikut ini.

Jika Anda akan mengecat ulang furniture dengan cat duco:
  1. Amplaslah sampai bersih untuk menghilangkan seluruh sisa cat yang masih menempel pada permukaan furniture.
  2. Setelah bersih, seluruh permukaan furniture yang tampak ternoda atau terkelupas (sehingga bentuknya tidak rata) ditutup dengan dempul khusus kayu.
  3. Setelah itu olesi dengan cat dasar minyak (meni), kemudian keringkan dan diamplas kembali.
  4. Lakukan pengolesan cat dasar minyak dan pengamplasan berulang kali (sebaiknya sampai 3 atau 4 kali).
  5. Keringkan dengan cara yang sebaiknya tidak langsung terkena sinar matahari.
  6. Penyemprotan cat duco sebaiknya tidak langsung tebal, melainkan dilakukan dengan cara berulang kali dan searah, agar cat pada permukaan furniture bisa lebih rata. Pada teknik cat duco, serat kayu tidak akan tampak.

Jika Anda akan mengecat ulang furniture dengan cat melamik:
  1. Amplaslah sampai bersih permukaan furniture, hingga tampak halus.
  2. Setelah bersih, seluruh permukaan yang tampak belang-belang atau tidak rata ditutup dengan dempul. Jenis dempul pada teknik cat melamik lebih tipis (sejenis minyak), untuk menutup seluruh pori-pori permukaan kayu.
  3. Kemudian disemprot melamik, agar serat kayu tetap bisa tampak, dan lakukan penyemprotan beberapa kali dan searah.


Tips menghemat cat kayu

Berbeda dengan mengecat besi, mengecat dengan menggunakan cat kayu seringkali terasa boros. Hal ini terjadi karena objek yang dicat (kayu atau tripleks) memiliki pori, sehingga menyerap cat yang dikuaskan. Yang kadang menjadi masalah, cat kayu ini harganya mahal, sehingga pemborosan semacam ini cukup menjengkelkan.

Nah, untuk menghemat pengecatan dengan menggunakan cat kayu, gunakan tips berikut ini.

Jika Anda akan mengecat tripleks dengan cat kayu, lapisilah dulu tripleks tersebut dengan cat tembok yang sewarna dengan cat kayu yang akan digunakan. Setelah cat tembok mengering, barulah lapisi dengan cat kayu. Dengan cara begini, maka penggunaan cat kayu tidak akan boros lagi, karena pori-pori tripleks telah tertutup oleh cat tembok tadi.