Panduan Memilih dan Merawat Knalpot Racing

Panduan Memilih dan Merawat Knalpot Racing

BIBLIOTIKA - Faktor kehati-hatian sangat diperlukan saat membeli knalpot racing. Banyak knalpot racing yang dijual usianya sudah tahunan atau sudah kadaluwarsa. Akibatnya, ketika dipakai, tidak akan tahan lama atau tidak awet, karena bahan di dalamnya sudah rapuh bahkan berkarat.

Knalpot racing sebagai saluran buang setiap detiknya dilewati panas di atas 150 derajat Celcius yang berasal dari mesin. Sehingga, wajar kalau setelah dipakai tahunan, material seperti leher knalpot jadi terkikis.

Agar knalpot racing lebih tahan lama dan awet, Anda bisa memasukkan oli ke dalam perut saluran buang. Tujuannya agar knalpot tidak mudah berkarat, apalagi embun dan air hujan yang masuk mudah bersarang di dalam perut knalpot.

Apabila memakai knalpot racing tapi suaranya masih terdengar ‘nembak’, kemungkinan penyebabnya adalah suplai bensin terlalu minim. Padahal knalpot  racing butuh suplai bensin yang banyak untuk mendongkrak tenaga mesin. Cobalah bawa ke mekanik Anda dan minta setting ulang spuyer karburatornya.

Setelah dipakai tahunan, bahan knalpot dari stainless bisa berwarna kuning karena panas. Cara mengatasinya cukup mudah dan murah, yaitu tinggal membeli batu hijau seharga sekitar Rp. 5000,- yang biasa dijual di toko material atau toko variasi motor, kemudian gosokkan batu hijau tersebut pada knalpot dengan kain. Setelah dua atau tiga kali, knalpot pun akan kembali seperti baru.


Bila ingin menggunakan knalpot racing

Bentuk knalpot racing memang aneh. Pada motor 4-tak, knalpot ini tampak lebih besar dari jenis knalpot standar, dan suaranya lebih bergemuruh. Sedangkan knalpot racing untuk 2-tak makin ke ujung lubang buangnya, semakin kecil dengan suara nyaring mendesing. Bentuknya yang unik itu mampu mendongkrak tenaga mesin dan menambah tarikan motor makin kencang.

Pada knalpot standar bawaan pabrik, suaranya disetting hingga terdengar jernih, karena memakai filter. Tenaga mesin pun biasa saja, karena pabrikan memang mengejar agar bahan bakar yang dikonsumsi sesedikit mungkin atau irit.

Namun, knalpot racing dibuat untuk meningkatkan performa mesin. Karenanya, kalau motor berknalpot racing ini digunakan untuk balap, tak ada masalah. Tetapi jika dipakai untuk aktivitas sehari-hari, tentunya harus siap menanggung risiko, yaitu harus sering keluar uang untuk membeli bahan bakar yang akan menjadi boros. Pemborosan bahan bakar ini memang sebanding dengan tenaga besar yang dihasilkannya.

Dalam memasang knalpot racing harus dibarengi dengan setting ulang karburator. Yaitu, spuyer harus diganti lebih besar dari ukuran standar. Jika tidak diganti, maka performa mesin tidak akan berubah, karena bahan bakar yang masuk terlalu sedikit. Selain itu, setting klep juga harus disesuaikan kembali. Setelah semua disetting ulang, maka tenaga mesin pun akan bertambah sekitar 10 persen dan siap untuk diajak balapan.