Panduan dan Teknik Praktis Pijat Seifukujutsu

  Panduan dan Teknik Praktis Pijat Seifukujutsu

BIBLIOTIKA - Berikut ini adalah tuntunan praktis dalam melakukan terapi seifukujutsu sederhana. Tetapi, sebelum benar-benar melakukannya, berilah perhatian pada hal-hal mendasar berikut ini:

Mula-mula, pasien berbaring dalam posisi tengkurap dengan kedua lengan tertelungkup ke bawah. Perlu diperhatikan bahwa selama melakukan terapi ini, usahakan agar kedua tangan si terapis selalu bersentuhan dengan tubuh pasien.

Sebagai permulaan, gunakan telapak tangan untuk mengurut bagian khusus, yaitu mulai bagian belakang kepala, turun ke bagian leher bagian belakang, sampai ke ujung bahu pasien. Setelah melakukan gerakan awal ini sebanyak 6 sampai 8 kali, gunakanlah tumit atau ujung telapak tangan dengan gerakan yang memutar-mutar, dengan jarak sekitar dua inchi dari leher.

Terapi hanya berlangsung sebentar, paling lama antara 35 sampai 40 menit, dan tidak boleh lebih dari itu.

Sebagian besar terapi dilakukan dengan teknik siku, yaitu dengan menggunakan ujung siku untuk menekan tubuh si pasien.

Di dalam terapi ini, tubuh pasien biasanya dibagi menjadi bagian atas/bawah dan kiri/kanan. Urutan yang paling umum dalam melakukan terapi adalah:
  1. Tubuh bagian belakang, kiri atas.
  2. Tubuh bagian belakang, kiri bawah.
  3. Tubuh bagian belakang, kanan atas.
  4. Tubuh bagian belakang, kanan bawah.
  5. Tubuh bagian depan, kiri atas.
  6. Tubuh bagian depan, kiri bawah.
  7. Tubuh bagian depan, kanan atas.
  8. Tubuh bagian depan, kanan bawah.
  9. Dada.
  10. Leher dan kepala.
  11. Sentuhan terakhir tergantung pada kasus yang ditangani.

Hindari untuk mencoba menangani tulang, karena terapi ini bekerja pada jaringan atau otot, dan bukan tulang.

Ketika memulai wilayah baru untuk dipijat, longgarkan otot dengan cara menekannya.

Kendurkan otot-otot melalui gerakan menggosoknya dengan kedua lengan bawah.

Kombinasikan gerakan menggosok dengan mengguncang untuk meningkatkan daya tekan siku terapis. Gerakan mengguncang dilakukan dengan cara menggerakkan pergelangan tangan ke atas dan ke bawah ketika lengan bawah ditekan ke arah bawah.

Untuk bagian-bagian tertentu digunakan teknik kipas angin atau gerakan memutar, yaitu lengan bawah diam sebagai tumpuan, sementara pergelangan tangan diputar-putar.

Kekuatan penekanan dibuat bervariasi, antara tekanan paling lemah sampai tekanan yang paling kuat.

Pasien yang belum pernah diterapi sebaiknya diberikan pijatan ringan dengan tekanan lemah. Kekuatan penekanan ini akan bertambah sedikit demi sedikit mengikuti perkembangan pasien.

Masing-masing teknik diulang-ulang pada bagian yang sama, sekitar empat sampai delapan kali.