Panduan dan Teknik Pengobatan dengan Kop

 Panduan dan Teknik Pengobatan dengan Kop

BIBLIOTIKA - Meskipun alat yang digunakan sebagai sarana terapi kop berbeda-beda, tetapi memiliki prisip yang sama, yakni menyedot darah yang terhambat atau mandek. Sebagai pengobatan alternatif yang telah banyak dikenal oleh masyarakat, alat kop yang digunakan pun harus mudah dicari dan digunakan. Sementara ini, alat yang paling banyak digunakan dalam terapi kop adalah irisan jeruk nipis dan gelas atau uang logam yang dipanaskan.

Berikut ini adalah uraian teknis pengobatannya, yang disesuaikan dengan alat atau sarana yang digunakan.

Teknik kop dengan jeruk nipis

Apabila Anda menggunakan jeruk nipis sebagai alat atau sarana pengobatan dalam terapi kop, berikut ini adalah saran dan petunjuknya.
  1. Jeruk nipis diiris atau dibelah menjadi dua bagian, kemudian salah satunya dibuang isinya sehingga menyerupai bentuk setengah bola.
  2. Tentukan titik pada tubuh yang hendak dikop, lalu telungkupkan irisan jeruk nipis di atas pada titik tersebut.
  3. Tekanlah bagian tengah kulit jeruk nipis dengan menggunakan ibu jari. Titik yang dikop tersebut akan menyembul keluar dan kulit jeruk akan kembali ke bentuk semula.
  4. Lamanya pengobatan ini sekitar satu sampai dua jam, tergantung keluhan yang diderita.

Teknik kop dengan gelas dan uang logam

Selain menggunakan jeruk nipis, teknik kop juga bisa dilakukan dengan menggunakan gelas dan uang logam yang dipanaskan. Apabila Anda menggunakan kedua benda ini sebagai alat atau sarana pengobatan dalam terapi kop, berikut ini adalah saran dan petunjuknya.
  1. Letakkan uang logam pada titik tubuh yang akan dikop.
  2. Letakkanlah segumpal kapas yang dipilin, yang telah ditetesi dengan spiritus di atas uang logam.
  3. Sulutlah atau nyalakanlah api pada kapas tersebut, dan segera tutup dengan gelas. Pilihlah gelas yang berbibir tebal, karena akan lebih kuat mencengkeram kulit tanpa menimbulkan rasa sakit.
  4. Kulit akan segera terlihat terangkat dan menggelembung. Gelas akan menempel pada kulit dengan kuat. Biarkan keadaan ini kurang lebih selama sepuluh menit.
  5. Setelah itu, angkatlah gelas dengan cara menekan kulit di daerah tepi bibir gelas dengan ibu jari. Hindari mengangkat gelas dengan cara paksa.
  6. Sebaiknya, daerah yang akan dikop adalah bagian tubuh yang datar atau rata, semisal daerah punggung atau paha. Apabila tidak rata, gunakanlah adonan terigu untuk mengisi celah atau rongga yang ada, sehingga daerah yang akan dikop tersebut menjadi rata dan udara tidak dapat masuk.
  7. Sebagai peringatan, hindari melakukan kop di bagian jantung, kulit yang luka, atau pada saat kram atau suhu badan sedang tinggi.

Dalam praktek terapi pengobatan dengan teknik kop, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Di antaranya adalah menjauhi bagian-bagian tertentu pada tubuh, seperti pada dada sebelah kiri, daerah sekitar kemaluan, luka yang masih basah, atau bagian yang mengalami kram. Apabila terpaksa harus mendekati daerah-daerah itu, gunakanlah pemanasan dengan tongkat secara hati-hati dan tetap jauhi daerah jantung.