Mengenal Akupressure Sebagai Sarana Pengobatan

Mengenal Akupressure Sebagai Sarana Pengobatan

BIBLIOTIKA - Pengobatan dengan metode akupressure adalah berupa pijatan atau tekanan, dan bukan dengan tusukan jarum. Berdasarkan pengalaman, pijatan akan menjadi lebih efektif daripada tusukan jarum. Hal itu terjadi, karena efek sampingnya yang lebih minim, sementara tusukan jarum lebih rawan apabila terjadi salah tempat penusukan. Efeknya juga akan langsung terasa pada tubuh.

Selain itu, apabila pijatan menggunakan ibu jari atau jempol, maka terjadilah pertukaran energi secara langsung. Misalnya, apabila seseorang menekan titik tertentu pada tubuh orang lain, maka energinya secara otomatis akan ditransfer ke tubuh orang tersebut dan mendorong aliran energi. Tetapi bukan berarti orang yang memijat itu akan kehilangan energinya.

Studi klinis mengenai terapi akupressure ini berkembang pesat, meski belum selesai, khususnya dalam pengobatan pasca operasi dan gangguan pencernaan, termasuk di dalamnya perawatan setelah operasi caesar. Teknik akupressure ini juga terbukti mampu melenyapkan rasa mual-mual dan sakit pada persendian selama kehamilan.

Pijatan pada titik tertentu pada pergelangan tangan bagian dalam, baik dengan jari-jemari ataupun dengan sejenis alat yang elastis, terbukti lebih manjur jika dibandingkan dengan pengobatan akupunktur.

Beberapa dokter telah merekomendasikan akupressure sebagai bagian terapi efektif untuk keluhan rasa pening. Untuk hal itu, caranya adalah dengan menekan beberapa bagian pada daerah tangan, kaki dan leher. Secara umum, teknik ini telah memperoleh pengakuan dalam meringankan rasa nyeri otot, dan juga memberikan kenyamanan, karena dapat mengendalikan tekanan darah dan juga memperbaiki vitalitas tubuh secara umum.

Pengobatan dengan metode akupressure adalah dengan menekan jari secara mendalam pada titik-titik tertentu yang ada pada sistem saluran energi di bagian bawah kulit. Jaringan ini disebut sebagai meridian. Di Jepang, teknik ini dikenal dengan sebutan shiatsu, sementara di Cina dikenal dengan sebutan tuina, yang melibatkan lebih banyak variasi pijatan dan juga remasan.

Berdasarkan teorinya, metode pengobatan akupressure sangat berbeda dengan allopati. Perspektif akupressure menyatakan bahwa tubuh manusia terdiri dari empat belas meridian yang tidak kelihatan, yang mengangkut energi ke seluruh tubuh.

Mengenal titik meridian

Apa yang disebut sebagai meridian ini dimulai dari ujung jari, dihubungkan ke otak, dan diteruskan ke bagian organ-organ tertentu. Meridian ini diberi nama sesuai dengan organ yang terhubung dengannya. Misalnya meridian paru-paru dihubungkan dengan paru-paru melalui sistem saraf.

Masalah menyangkut paru-paru akan muncul apabila terjadi hambatan pada saluran ini, sehingga aliran energi menjadi lambat. Apabila hambatan itu dihilangkan, maka aliran energi pun akan menjadi normal kembali dan paru-paru akan dapat bekerja dengan baik lagi. Nah, untuk menghilangkan hambatan itulah dibutuhkan metode akupressure ini.

Agar Anda tidak bingung dalam memahami metode akupressure ini, bayangkanlah pipa air. Apabila pipa atau selang air itu ditekan, atau ada sesuatu yang menyumbat di dalam alirannya, maka aliran air pun akan menjadi tidak lancar, tersendat-sendat atau bahkan jadi berhenti secara total.

Apabila hambatan yang ada di dalam aliran air itu diangkat atau dilepaskan, maka air pun akan kembali mengalir lagi secara lancar, bahkan akan lebih cepat mengalir dibanding sebelumnya—saat sebelum terhambat oleh sesuatu. Nah, secara mudahnya, itulah yang dilakukan oleh metode pengobatan akupressure dalam mengatasi hambatan yang terjadi dalam tubuh.

Sebagaimana yang disebutkan di atas, akupressure adalah tindakan akupunktur tanpa menggunakan jarum, tapi menggunakan pijatan atau penekanan. Dalam hal ini, selain melakukan penekanan pada titik-titik akupunktur, juga bisa pula dengan cara pengurutan atau masase pada jalur meridian.

Tetapi hal ini juga tergantung pada kebutuhannya. Apabila mengalami nyeri, misalnya, maka rasa sakit akan terasa pada titik tertentu. Untuk mengatasinya, kita bisa menekan titik tersebut, lalu diurut menuju meridiannya.

Nah, untuk mengatasi sakit gigi juga berbeda tekniknya. Untuk mengatasi sakit gigi, kita dapat menekan titik akupunktur yang ada pada jari kaki. Dengan penekanan yang tepat, maka sakit gigi pun akan segera berkurang.

Melakukan pengurutan pada bagian meridian memang diperlukan, karena di dalam meridian itulah mengalir bioenergi. Orang yang mengalami cedera olahraga, misalnya, cedera tersebut akan menciptakan sumbatan aliran bioenergi dan tertumpuk pada bagian yang sakit. Dengan melakukan pengurutan ke arah meridiannya, maka aliran bioenergi yang tersumbat itu pun akan menjadi lancar kembali.

Pengobatan dengan menggunakan akupressure dan pemijatan meridian ini sebenarnya tidak hanya terkenal di kawasan Cina saja, tetapi dalam dunia pengobatan tradisional pun telah dikenal metode serupa, yaitu pemijatan pada bagian-bagian tubuh tertentu. Bahkan titik-titik di dalam pengobatan modern pun, bagian yang disebut sebagai titik pemicu rasa sakit atau trigger point, banyak pula yang sama dengan beberapa titik yang didapat pada pengetahuan akupunktur.

Selain untuk mengatasi masalah seperti yang diuraikan di atas, seperti sakit gigi dan cedera, akupressure juga bisa dimanfaatkan untuk tujuan menjaga berat badan atau mencegah kegemukan. Caranya adalah dengan melakukan pijatan pada bagian titik lapar yang terletak di depan pangkal telinga selama beberapa menit, sampai muncul suatu rasa ngilu. Hal ini akan mampu menghambat rangsangan rasa lapar selama beberapa waktu.

Secara patofisiologis, atau dalam konteks ilmu kedokteran, titik yang dimaksud tersebut adalah titik syaraf yang bertugas menyuplai rasa lapar di otak, atau titik yang mengirimkan sinyal rasa lapar pada otak.