Mengenal Akupressure: Akupunktur Tanpa Jarum

Mengenal Akupressure: Akupunktur Tanpa Jarum

BIBLIOTIKA - Anda mungkin pernah mendengar istilah akupunktur. Bagaimana dengan akupressure? Secara mudahnya, akupressure adalah tindakan akupunktur tanpa menggunakan jarum. Dengan mengetahui dan menguasai teknik akupressure ini, maka kita akan dapat menolong diri sendiri ataupun orang lain sebagai bentuk pertolongan pertama. Beberapa masalah yang dapat diatasi dengan akupressure di antaranya adalah sakit kepala, sakit gigi, nyeri lambung dan lainnya.

Meskipun tindakan akupressure dapat digunakan sebagai sarana untuk pertolongan pertama atas beberapa keluhan sebagaimana disebutkan di atas, namun akupressure hanyalah satu mata rantai dalam hal menjaga kesehatan. Artinya, tindakan akupressure tersebut tetap harus diikuti dengan kebiasaan sehat menyangkut hidup.

Pengobatan ini dapat dibilang seratus persen ilmiah, tanpa melibatkan unsur-unsur supranatural. Jika akupunktur menggunakan alat bantu berupa jarum, maka akupressure adalah teknik pengobatan yang menggunakan ibu jari manusia atau jempol. Pemijatan akupressure ini dilakukan pada titik-titik pijat atau acupoint tertentu pada bagian tubuh yang bertujuan untuk melenyapkan hambatan dan melancarkan kembali aliran energinya. Beberapa pemijatan memang bertujuan untuk merangsang kelenjar-kelenjar dalam tubuh, misalnya hormon.

Sebelum mendalami akupressure secara lebih jauh, ada baiknya kalau kita mengenal terlebih dulu apa sebenarnya akupressure ini. Sebagaimana yang telah disebutkan di atas, akupressure adalah suatu modifikasi dari akupunktur. Nah, akupunktur sendiri berasal dari kata acus yang artinya ‘jarum’, dan punctura yang artinya ‘menusuk’. Jadi definisi dari akupunktur secara mudahnya adalah suatu bentuk pengobatan dengan cara menusukkan jarum pada titik-titik tertentu di tubuh.

Metode pengobatan non-farmakologis yang disebut akupunktur ini berasal dari negeri Cina dan telah dikenal semenjak ribuan tahun yang lalu. Berdasarkan pengalaman ketabiban semenjak dulu telah diketahui bahwa ada organ-organ tertentu di dalam tubuh yang berpengaruh terhadap kesehatan. Dari situlah kemudian pengobatan akupunktur dikembangkan, dengan menggunakan jarum sebagai alat utamanya.

Di Indonesia sendiri, pengobatan akupunktur ini telah diperkenalkan secara resmi semenjak tahun 1963, bersamaan dengan dibukanya Bagian Akupunktur di RSPN Cipto Mangunkusumo. Seiring dengan berjalannya waktu, pengobatan akupunktur ini pun terus mengalami kemajuan sekaligus perkembangan. Hal itu tentu saja sejalan dengan kemajuan ilmu kedokteran.

Pengembangan metode akupunktur

Salah satu perkembangan yang terjadi di dalam pengobatan akupunktur adalah apa yang kemudian disebut sebagai akupressure, yaitu akupunktur tanpa menggunakan jarum. Dengan akupressure ini, maka orang yang merasa takut menggunakan jarum dalam pengobatan akupunktur bisa memilih menggunakan akupressure.

Akupressure sendiri sebenarnya adalah pijat yang menggunakan metode akupunktur. Selain akupressure, pengobatan akupunktur juga mengalami perkembangan dalam bentuk lain, semisal laserpunktur atau akupunktur dengan menggunakan laser, atau juga teknik akupunktur dengan ultrasonografi.

Pengobatan akupunktur merupakan sebuah seni pengobatan dengan berdasarkan falsafah alamiah, yaitu bahwa pada semua makhluk hidup selalu terdapat aliran dari bioenergi yang disebut Chi. Apa yang disebut sebagai Chi ini selalu berjalan mengikuti irama ritmis pada jalur-jalur tubuh yang disebut sebagai meridian.

Nah, apabila suatu saat terjadi suatu hambatan pada aliran Chi, maka akan timbul suatu perasaan tidak nyaman sebagai akibat terganggunya fungsi organ tertentu dari tubuh. Pada akhirnya, apabila gangguan atau hambatan tersebut tidak segera diatasi, maka akan timbullah suatu penyakit.

Jalur meridian merupakan suatu jalur tertentu yang teratur, di luar sistem pembuluh darah, saraf ataupun limfa. Sistem saluran ini menghubungkan organ tubuh yang satu dengan organ tubuh yang lainnya, sehingga kemudian membentuk suatu kesatuan dan jalan, serta dapat bereaksi sama terhadap rangsangan yang datang—baik rangsangan dari luar ataupun rangsangan dari dalam tubuh sendiri. Pada sistem meridian inilah letak titik-titik akupunktur.

Titik akupunktur sendiri adalah titik-titik yang memiliki potensi dan daya hantar listrik yang lebih tinggi serta tahan terhadap listrik yang rendah, dibanding daerah-daerah sekitarnya. Hal ini dapat dibuktikan dengan cara atau tindakan menekan pada bagian-bagian ini. Apabila titik yang ditekan termasuk bagian dari titik-titik akupunktur, maka akan terasa sangat nyeri. Sebaliknya, kalau yang ditekan adalah bukan bagian dari titik akupunktur, maka rasa sakitnya akan berkurang.

Akupressure telah lama dikenal dalam dunia pengobatan, meski sampai saat ini tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan metode pengobatan ini diciptakan dan oleh siapa. Meskipun akupressure telah dikenal semenjak jaman dahulu di penjuru dunia, namun perkembangannya yang bisa dibilang pesat adalah pada daerah Asia semacam India, Jepang, Korea atau Jepang.

Bisa dibilang kalau metode pengobatan akupressure tidak memiliki pusat pengembangannya secara khusus, karena metode atau teknik akupressure ini pun berbeda-beda antara satu negara dengan negara yang lainnya, bahkan antara satu kota dengan kota lainnya. Jadi, secara praktis, bisa dibilang tidak ada satu teknik pasti untuk setiap praktisi akupressure.

Memang pada suatu jaman akupressure pernah menjadi ilmu pengetahuan yang sangat umum digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan. Tetapi dengan masuknya ilmu kedokteran Barat dan semakin populernya obat-obatan praktis seperti pil yang dapat bekerja secara cepat dalam menurunkan rasa sakit, maka banyak orang yang kemudian mulai beralih dari akupressure ke aliopati atau ilmu medis yang diterapkan di dunia Barat. Pada masa-masa sekarang ini, praktisi dan pasien akupressure pun semakin jauh berkurang.