Mendeteksi Penyakit Melalui Rasa Nyeri

 Mendeteksi Penyakit Melalui Rasa Nyeri

BIBLIOTIKA - Keluhan sakit atau nyeri sebaiknya tidak dianggap enteng. Apalagi jika terjadi pada organ-organ lunak, yaitu sekitar dada, perut, hingga daerah sekitar kemaluan. Perhatikan apabila rasa nyeri itu terjadi pada beberapa bagian tubuh:

Apabila rasa nyeri terasa pada rongga perut, maka kemungkinan mengalami hernia, nyeri lambung, gondok nadi, keracunan, kebocoran usus, nyeri usus, radang usus buntu, radang selaput perut, atau juga radang pankreas.

Apabila rasa nyeri terasa pada sekat rongga dada dan sekat rongga perut, kemungkinan mengalami radang selaput dada, batuk, muntah-muntah, kecanduan obat-obatan tertentu, radang paru-paru, tukak lambung, atau juga tukak usus dua belas jari.

Apabila rasa nyeri terasa pada rongga perut kanan, kemungkinan mengalami gangguan pada hati, batu ginjal, gangguan lentur hati, atau juga abses pada ginjal.

Apabila rasa nyeri terasa pada rongga perut di sisi kiri, kemungkinan mengalami gangguan ginjal, gangguan pada lambung, gangguan pencernaan, atau peradangan pada pembuluh nadi di bagian perut.

Apabila rasa nyeri terasa pada lipatan paha, kemungkinan mengalami radang usus besar, hernia, atau pemekaran pembuluh darah pada rahim.

Mengenali titik-titik lokasi kop

Selain berfungsi untuk melancarkan peredaran darah, teknik kop juga memberikan pemanasan pada tubuh. Itulah mengapa masuk angin dan sakit kepala sangat mudah dihilangkan dengan cara kerokan atau teknik kop. Sakit kepala maupun masuk angin tidak lain terjadi karena pendinginan di lokasi tertentu pada tubuh.

Beberapa titik lokasi untuk kop mengurangi rasa nyeri dalam sekejap. Namun, meski begitu, pengobatan ini lebih baik diteruskan sampai tujuh hingga sepuluh menit.

Di dalam melakukan terapi kop, kita biasa melakukannya dengan si pasien tengkurap. Meskipun terkadang ada pula orang yang melakukan kop dengan posisi si pasien terlentang, namun terapi kop dengan posisi tengkurap lebih mudah dalam upaya penyembuhan. Berikut ini uraiannya:
  1. Apabila si pasien tengkurap, maka posisi tengkurap terbagi menjadi empat bagian atau daerah utama.
  2. Daerah syaraf dan tulang leher, berhubungan dengan kelenjar karotid, kelenjar di bawah rahang, mata dan juga jantung.
  3. Daerah puggung bagian dada berhubungan dengan jantung, usus kecil, dan juga kelenjar adrenal.
  4. Daerah punggung bagian perut berhubungan dengan usus besar, dan juga kandung kemih.
  5. Daerah syaraf sacral berhubungan dengan urat syaraf punggung atau sumsum, usus besar, dan juga kandung kemih.