Mendeteksi Penyakit Melalui Kuku

Mendeteksi Penyakit Melalui Kuku

BIBLIOTIKA - Tahukah Anda, kuku menjadi sarana yang penting untuk mengenali atau mengidentifikasi seseorang. Ketika seseorang masih hidup, mungkin kuku dapat dibilang tidak memiliki fungsi yang penting sekali. Tetapi ketika manusia telah mati atau menjadi mayat, maka kuku akan dapat dijadikan sarana untuk mengidentifikasi jasad. Nah, selain itu, kuku juga dapat dijadikan sebagai sarana untuk mendeteksi penyakit, meneropong nasib, dan tujuan lainnya.

Bagi orang yang memperhatikan kecantikan penampilan, khususnya kaum wanita, kuku menjadi bagian tubuh yang menyimpan pesona tersendiri. Karena hal itulah kemudian ada perawatan khusus untuk kuku, yaitu manicure dan pedicure, agar kuku jadi selalu tampak cantik dan sehat.

Meneropong kesehatan lewat kuku

Kesehatan dan keutuhan kuku biasanya akan jadi hal penting ketika suatu saat mengalami masalah. Luka atau kerusakan kecil pada kuku biasanya akan mengganggu atau menghambat, karena banyak sekali aktivitas yang melibatkan tangan—yang dalam hal itu terlibat pula jari dan kuku.

Nah, sebagaimana yang telah disebutkan di atas, kuku memiliki manfaat yang besar, dan salah satunya adalah untuk mendeteksi penyakit atau meneropong tingkat kesehatan seseorang. Sebenarnya, selain lewat kuku, mendeteksi penyakit juga dapat dilakukan lewat pemeriksaan darah—dan Anda pasti sudah familier atau sudah sering mendengar hal itu. Selain itu juga dapat melalui mata, lidah, dan lain-lain.

Kalau pendeteksian penyakit melalui organ tubuh yang lain mungkin baru dilakukan setelah ilmu kedokteran semakin maju, maka pendeteksian penyakit lewat kuku telah dimulai semenjak era Hippocrates, sosok Yunani yang dikenal sebagai Bapak Kedokteran Dunia itu.

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat digunakan untuk mendiagnosis adanya suatu penyakit dengan melihat kejanggalan yang terdapat pada kuku:

Munculnya warna kebiruan pada bagian pangkal kuku menandakan kurang lancarnya sirkulasi darah, dan juga merupakan gejala penyakit jantung.

Apabila separuh bagian dekat ujung kuku terdapat warna merah muda atau cokelat, sementara kulit ari berwarna putih, itu merupakan tanda dari gejala penyakit gagal ginjal kronis.

Apabila muncul kerutan secara horisontal dan kuku juga tampak kusam, itu merupakan pertanda dari kurang gizi atau gejala suatu penyakit semacam campak, cacar air, gondok, jantung atau kondisi seperti sindrom Reynaud (kejang pada urat jari tangan dan kaki akibat sangat kedinginan).

Apabila lapisan berwarna merah tampak membujur pada kuku, maka itu pertanda terjadinya perdarahan pada pembuluh kapiler. Sementara garis-garis ganda merupakan pertanda gejala penyakit darah tinggi atau hipertensi.

Apabila pertumbuhan kuku tampak lambat, tebal sekaligus juga mengeras, serta berwarna kekuning-kuningan, itu merupakan tanda gangguan pada getah bening atau penyakit pencernaan kronis.

Munculnya bintik-bintik yang tidak beraturan pada kuku merupakan tanda adanya suatu penyakit psoriasis atau penyakit kulit kronis.

Apabila ada lengkungan yang berlebihan pada bagian pangkal kuku dan sekitar ujung kuku, itu merupakan pertanda gejala penyakit TBC, emfisema atau gangguan pada paru-paru, penyakit hati atau liver, atau juga penyakit kardiovaskuler.

Berdasarkan pemaparan secara singkat di atas, maka terlihatlah betapa pentingnya memperhatikan kesehatan serta kebersihan kuku jari kita, agar apabila memang ada penyakit dapat segera terdeteksi—juga agar upaya pencegahan dapat diupayakan secara lebih dini.