Mendeteksi Pemakaian Obat Melalui Kuku

  Mendeteksi Pemakaian Obat Melalui Kuku

BIBLIOTIKA - Selain untuk tujuan mendeteksi penyakit, kuku juga dapat digunakan untuk mendeteksi apakah seseorang menggunakan obat-obatan terlarang atau tidak. Teknik baru ini dikembangkan oleh sekelompok peneliti dari Skotlandia dan juga Inggris. Mereka mengembangkan suatu sistem yang dapat digunakan untuk mengenali obat-obatan yang terdapat pada potongan kuku seseorang.

Para peneliti itu menyatakan bahwa zat atau obat-obatan terlarang ini membutuhkan waktu antara tiga sampai dua belas bulan untuk mencapai ujung jari tangan dan kaki. Doktor Robert Anderson, salah seorang peneliti dari Glasgow University, menyatakan bahwa metode ini tidak berbeda dari metode-metode lainnya. Namun, meski begitu, metode ini bisa dibilang jauh lebih baik dibanding dengan tes lain, semisal tes urine, dalam mendeteksi penggunaan obat-obatan.

Melalui pendeteksian lewat kuku, maka orang tidak bisa lagi memiliki kemungkinan untuk mengelak atau berbohong, sekaligus juga dapat menyelamatkan seseorang dari tuduhan yang mungkin keliru.

Tes urine, misalnya, biasanya digunakan untuk atlet yang menggunakan zat-zat terlarang dalam pertandingan resmi, semisal doping. Metode ini dianggap memiliki kelemahan, karena hanya mendeteksi produk-produk olahan obat-obatan yang telah digunakan dalam rentang waktu beberapa minggu sebelumnya. Karenanya, bisa saja si atlet tersebut sesungguhnya telah menggunakan obat tersebut jauh-jauh hari sebelumnya, tetapi dituduh baru menggunakan di waktu sekarang.

Nah, kekurangan metode semacam di atas itu, menurut para peneliti, dapat diatasi dengan menggunakan metode yang baru, yakni melalui kuku. Seseorang dapat diketahui kapan tepatnya ia menggunakan suatu obat-obatan tertentu—karena zat dari obat-obatan tersebut akan tersimpan sebagian di dalam kuku.

Menurut para peneliti, untuk melakukan tes jenis baru ini hanya diperlukan sebanyak sepuluh miligram kuku. Itu pun tidak selalu harus berasal dari kuku yang sama. Kuku jari tangan sendiri membutuhkan waktu hingga enam bulan untuk tumbuh, mulai dari pangkal kuku sampai ke bagian ujung. Sedangkan kuku jari kaki memerlukan waktu antara enam bulan sampai satu tahun.

Diharapkan, teknik baru ini akan memberikan hasil yang lebih akurat dan tidak mungkin diperdebatkan lagi. Metode ini juga dapat diharapkan akan lebih banyak digunakan oleh lembaga-lembaga yang mengharuskan karyawan atau pekerjanya menjalani tes penggunaan obat-obatan.