Herbologi: Penyembuhan dengan Tanaman Herbal (2)

Herbologi: Penyembuhan dengan Tanaman Herbal

BIBLIOTIKA - Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Herbologi: Penyembuhan dengan Tanaman Herbal 1). Untuk Mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya terlebih dulu.

Mengatasi gigi rusak

Dalam bahasa ilmiah, gigi rusak disebut caries dentium. Penyakit ini terjadi karena keadaan gigi yang lembek dan rapuh, sehingga mengakibatkannya mudah berlubang-lubang. Nah, gigi yang berlubang ini menjadikan makanan masuk ke dalamnya, yang kemudian membusuk yang lama-lama menyebabkan gigi menjadi rusak.

Kerusakan gigi dari email gigi akan menjalar pada bagian dentin dan rongga gigi. Akibatnya, seluruh rongga gigi mengalami pembusukan, yang disusul dengan munculnya nanah pada bagian akar gigi.

Untuk mengatasi masalah ini, Anda bisa menggunakan resep berikut.

Siapkan 20 helai daun cengkeh yang belum tua, lalu rebuslah dengan menggunakan air sebanyak 3 gelas. Rebus sampai mendidih, setelah itu angkat dan diamkan. Setelah airnya dingin, gunakanlah untuk berkumur-kumur secara berulang-ulang.

Daun cengkeh yang masih ada di dalam rebusan air tidak perlu dibuang. Jemur saja daun itu di bawah terik panas matahari, kemudian gunakan untuk tujuan pengobatan yang sama. Caranya adalah dengan mengunyah-ngunyahnya sampai lumat, dan kemudian muntahkan—Anda tidak perlu menelannya.

Mengatasi penyakit gondok

Penyakit gondok terkadang disebut pula dengan istilah beguk. Dalam bahasa ilmiah, penyakit ini disebut parotis epedemika. Sampai saat ini, gondok belum diketahui penyebabnya secara pasti, namun bibit penyakitnya termasuk golongan virus. Penyakit ini sering muncul sebagai wabah, dan biasanya menyerang anak-anak berusia sekitar 6 sampai 12 tahun. Masa tunasnya antara 2 sampai 3 minggu, dan penyakit ini tergolong mudah menular.

Tanda-tanda yang biasanya menyertai penyakit ini di antaranya; kelenjar ludah telinga (parotis) terlihat bengkak, mulut terasa tegang dan nyeri, terutama kalau menelan atau mengunyah, kemudian sering muntah-muntah dan nafsu makan jadi berkurang. Selain itu, suhu badan biasanya akan naik, sehingga telinga terkadang jadi berdengung.

Untuk mengatasinya, berikut ini adalah resep yang bisa digunakan.

Siapkan daun simbar menjangan (anggrek tanduk rusa) sebanyak dua lembar. Cucilah, kemudian digiling sampai halus. Berikan garam dan air secukupnya, lalu gunakan ramuan tersebut untuk melumas atau melumuri bagian yang sakit. Lakukan hal ini secara teratur, minimal dua kali sehari.

Mengatasi hidung berdarah

Penyakit yang satu ini telah muncul semenjak awal kelahiran. Penyebabnya adalah kelemahan yang terdapat pada selaput lendir hidung dan pembuluh darah bagian hidung. Akibatnya hidung sering berdarah.

Untuk mengatasinya, silakan ikuti resep berikut.

Siapkan daun bayam duri sebanyak 1/3 genggam, kemudian dicuci dan digiling sampai halus. Beri air matang atau air masak sebanyak satu gelas, dan garam secukupnya. Peras dan saringlah, lalu minumkan pada penderita sebanyak dua kali sehari.

Mengatasi masalah jerawat

Penyakit ini bisa dikatakan berat atau bisa pula dianggap ringan. Lebih tepatnya, barangkali, jerawat adalah masalah ringan yang menjadikan beban berat—karena masalah ini muncul di bagian wajah, sehingga seringkali merusakkan penampilan.

Jerawat biasanya dialami oleh orang-orang muda yang berusia antara 14 hingga 20 tahun atau usia remaja. Bentuknya seperti bisul-bisul kecil yang berisi lemak, terkadang berubah menjadi keras berupa pilin.

Jerawat biasanya ditandai dengan adanya benjolan-benjolan kecil, terutama pada bagian wajah. Biasanya, benjolan itu berwarna kuning atau merah kekuningan dan berisi nanah. Terkadang terasa gatal dan sedikit nyeri.

Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan resep berikut.

Siapkan beberapa daun meniran dan beberapa potong temulawak. Masaklah kedua bahan tersebut untuk dibuat minuman, lalu minumlah dua kali sehari.

Mengatasi kencing batu

Siapkan akar pepaya sebanyak lima jari, lalu cucilah dan potong-potong sesuai selera. Setelah itu rebus potongan akar pepaya tersebut dengan menggunakan air secukupnya, dan tunggu sampai air rebusannya tinggal ¾-nya. Setelah itu diangkat lalu dinginkan.

Apabila air rebusannya sudah dingin, saringlah kemudian diminum dengan madu. Resep ini harus dikonsumsi tiga kali sehari dengan dosis setengah gelas setiap kali minum.

Mengatasi masuk angin

Keluhan masuk angin banyak diderita orang di manapun, baik tua ataupun muda. Masuk angin sebenarnya bukan penyakit, tetapi lebih merupakan suatu gejala dari penyakit tertentu, semisal influensa, malaria, encok, dan sebagainya.

Penyebab awalnya memang jarang disadari, tetapi biasanya masuk angin dipicu oleh hal-hal berikut ini; kurang tidur, karena kehujanan, terlambat makan, dan lainnya. Setelah itu, masuk angin biasanya menyebabkan penderitanya jadi merasa mual dan muntah-muntah.

Untuk mengatasi masuk angin ini, Anda bisa menggunakan resep berikut.

Sediakan 7 butir bawang merah, remas-remaslah dengan air kapur sirih. Setelah itu, gosokkan pada bagian punggung, tengkuk, perut dan kaki si penderita.