Cupping: Terapi Pengobatan dengan Teknik Kop

Cupping: Terapi Pengobatan dengan Teknik Kop

BIBLIOTIKA - Bagi sebagian masyarakat, terapi pengobatan dengan menggunakan teknik kop atau cupping mungkin sudah familier. Hanya saja, yang mungkin belum terlalu dipahami oleh masyarakat adalah bahwa titik-titik dalam teknik pengobatan kop ini sama dengan prinsip refleksiologi.

Prinsip pengobatan cupping

Pada prinsipnya, pengobatan dengan teknik atau cara kop adalah menggunakan suatu alat atau sarana yang diletakkan di suatu titik tertentu pada tubuh, yang kemudian dari situ terjadi penyedotan pada titik tersebut. Yang paling mudah dilihat adalah pada penyakit semacam bisul.

Dengan menggunakan teknik kop, maka nanah dan darah kotor akan tersedot sampai bersih. Apabila darah yang kotor telah tersedot dan keluar, maka rasa sakit pun akan hilang dan kesembuhan akan cepat diperoleh.

Kata kop dalam teknik penyembuhan ini sebenarnya berawal dari kata cupping. Cupping sendiri berarti menggunakan cup atau cangkir. Pada beberapa negara memang menggunakan cangkir atau gelas dalam terapi pengobatan yang satu ini.

Di Indonesia, cara pengobatan melalui kop ini sudah terkenal dan banyak dilakukan semenjak jaman dahulu, dan alat yang digunakan sebagai sarana pun bisa bermacam-macam. Ada yang menggunakan irisan jeruk nipis, tanduk binatang yang telah dikeluarkan isinya, batok kelapa, dan lain sebagainya.

Di daerah Jawa, cara pengobatan kop ini sama fungsinya dengan terapi kerokan. Di Aceh, pengobatan dengan cara kop disebut ‘bekam’, sementara orang Cina menyebutnya dengan istilah pa ho kwan. Nama ilmiah untuk pengobatan kop ini sebenarnya sudah ada, yaitu cupping therapeutic method.

Tidak jauh berbeda dengan kerokan, teknik pengobatan melalui cara kop ini dapat dibilang sudah kuno, tetapi juga dapat dipercaya efektif dalam menyembuhkan suatu penyakit tertentu.

Apapun alat yang digunakan sebagai sarana pengobatan, tujuan melakukan terapi kop adalah sama, yakni untuk melancarkan segala sesuatu yang terhambat atau berhenti, khususnya sirkulasi darah yang memiliki hubungan penting dengan seluruh bagian tubuh. Namun, meski begitu, gangguan yang seringkali diatasi dengan teknik kop ini adalah pegal linu, otot kaku, sesak napas, reumatik, flu, batuk, masalah lambung, dan juga gangguan pencernaan.