Berapa Jumlah Situs di Internet?

Berapa Jumlah Situs di Internet?

BIBLIOTIKA - Pertumbuhan jumlah situs di internet terus menunjukkan peningkatan tajam, dan mungkin di luar bayangan Anda. Menurut estimasi atau hitung-hitungan yang dilakukan Google, jumlah situs di internet pada saat ini telah menembus angka 1 triliun.

Google mencatat situs tersebut berdasarkan URL yang terdapat pada setiap halaman web. Para engineer Google mengatakan bahwa mereka menemukan lebih dari 1 triliun link individual, namun tidak semua dari link tersebut mengarah ke unique page. Ada beberapa page yang memiliki banyak URL dengan konten yang sama.

Jumlah situs pribadi diprediksi masih akan terus bertambah dengan laju pertumbuhan beberapa juta halaman web per harinya. Sepertinya, jumlah situs yang ada di internet nantinya akan jauh lebih banyak dibanding jumlah manusia yang ada di dunia!


Negara apa yang paling suka belanja di internet?

Menurut survei yang dilakukan oleh MasterCard, Singapura dan Korea Selatan merupakan negara yang paling banyak membuang uang untuk berbelanja di internet.

Para pembelanja online di Singapura rata-rata menghabiskan US$ 770,70 selama periode tiga bulan, disusul Korea Selatan yang menghabiskan US$ 707,50.

Survei ini melibatkan lebih dari 4000 orang yang memiliki rekening bank dan juga menggunakan internet paling sedikit satu kali dalam seminggu. Survei ini digelar di Hong Kong, China, Australia, Jepang, India, Thailand, Singapura dan Korea Selatan.

Selain Singapura dan Korea Selatan, predikat pembelanja internet terbesar lainnya dipegang oleh Thailand, dimana para pembelanja online di sana menghabiskan paling sedikit US$ 406,30 di internet selama tiga bulan. Sementara itu, warga Jepang tercatat menghabiskan uang sebesar US$ 581 di internet.

Sebanyak 83 persen responden di Jepang dan Korea Selatan mengaku membeli barang secara online. Masih menurut survei tersebut, populasi belanja online di China diperkirakan akan meningkat, demikian juga dengan populasi belanja online di India, Jepang dan Korea.


Negara apa yang membuat spam paling banyak?

Tahukah Anda, negara mana yang paling banyak memproduksi pesan sampah alias spam? Ternyata, menurut penelitian, India merupakan negara yang paling banyak mengirimkan spam di kawasan Asia. Hal ini diungkapkan oleh Lembaga Trend Micro yang mengamati tingkat keamanan internet.

Spam yang dikirim dari India mencakup 4 persen dari keseluruhan jumlah spam secara global. Hal ini membuat India berada di atas China (3,39%), Republik Korea (2,57%), dan Thailand (2,04%). Wilayah Asia sendiri berkontribusi sebesar 16,57 persen dalam jumlah spam yang melanda dunia.

Sementara secara global, Rusia menjadi yang paling agresif dalam mengirim spam dengan persentase 11 persen, diikuti oleh Amerika Serikat. Adapun India sendiri berada di posisi ketujuh dunia.