Akusipratsu: Kombinasi Akupressure dan Shiatsu

 Akusipratsu: Kombinasi Akupressure dan Shiatsu

BIBLIOTIKA - Di antara banyak terapi pengobatan alternatif yang kian bermunculan, salah satu yang mungkin belum terlalu dikenal masyarakat umum adalah terapi akusipratsu. Terapi akusipratsu ini adalah terapi kombinasi yang memasukkan beberapa unsur pengobatan untuk menentukan penyakit, mempelajari tubuh pasien, dan juga mencari jalan pengobatan yang sesuai.

Yang menjadi hal unik dari akusipratsu ini adalah terapinya yang menggunakan banyak cara, di antaranya meditasi, akupressure, penggunaan kristal, jamu tradisional dan beberapa hal lain. Makin banyak atau makin beragam pendekatan dilakukan dalam terapi, maka semakin besar pula kemungkinannya untuk mencapai kesembuhan.

Akusipratsu sendiri sebenarnya adalah gabungan atau kombinasi dari akupressure dan shiatsu, dan metode pengobatan ini lebih menekankan pada pijat dan meditasi.

Proses pengobatan akusipratsu

Jika Anda datang ke pakar akusipratsu untuk mengatasi suatu keluhan penyakit yang sedang Anda hadapi, kemungkinan besar Anda akan diminta untuk menangis atau malah tertawa terbahak-bahak sebagai terapinya. Kenyataan ini memang mungkin terdengar aneh dan tak masuk akal, tetapi inilah bagian dari proses pengobatan akusipratsu.

Setiap orang yang menderita suatu penyakit dan menyadari kalau dirinya sakit, tentunya akan merasa tertekan akibat penyakit itu. Apalagi kalau kemudian penyakit yang dideritanya itu dinyatakan telah sampai pada tingkatan yang parah dan sulit tersembuhkan.

Ketika hal semacam itu terjadi, maka si pasien pun jadi merasa stres dan tertekan, yang justru makin menjauhkannya dari kemungkinan proses penyembuhan.

Melalui akusipratsu, kondisi semacam itu diusahakan untuk dihindari, dengan cara melakukan meditasi awal terapi. Tujuannya adalah agar pasien memperoleh ketenangan batin dan juga ketegaran dalam menghadapi penyakitnya, serta untuk dapat memperoleh informasi secara lebih lanjut mengenai penyakit yang diidapnya.

Nah, di dalam hal itulah kemudian pasien diminta untuk tertawa, menangis, atau bahkan marah-marah. Tujuannya adalah untuk melepaskan emosi-emosi yang masih ada atau tertinggal dalam diri psikis si pasien. Luapan emosi ini tentu saja bukannya tanpa maksud tertentu. Selain bertujuan untuk pelepasan emosi yang kuat, ada manfaat lain dari ketiga terapi pelepasan emosi tersebut.

Menangis, misalnya, dapat digunakan untuk meringankan pasien yang menderita sinusitis, glukoma dan juga polip. Sedangkan marah-marah dan tertawa sangat bermanfaat bagi para pasien yang sering mengidap sakit kepala, punya masalah dengan pengendalian emosi atau juga stres.