8 Kesalahan yang Biasa Dilakukan Pemilik Sepeda Motor

 8 Kesalahan yang Biasa Dilakukan Pemilik Sepeda Motor

BIBLIOTIKA - Selama ini banyak dijumpai kesalahan yang dibuat oleh para pemilik sepeda motor. Kesalahan-kesalahan ini umumnya terjadi karena pemilik sepeda motor tersebut tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai sepeda motornya. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan sering membawa akibat yang merugikan bagi pemilik maupun bagi kondisi motornya.

Kesalahan-kesalahan pemilik sepeda motor dapat diklasifikasikan dalam tiga bagian, yaitu kesalahan yang terjadi dalam segi pemakaian, perawatan dan pemenuhan selera. Berikut ini beberapa kesalahan yang sering dilakukan dan saran-saran yang diajurkan:

Menambah aditif pada oli

Sebenarnya itu sama sekali tidak perlu, apabila oli yang dipakai telah memenuhi syarat yang diminta oleh pabrik kendaraan bersangkutan. Penambahan aditif ini hanya akan menambah biaya yang tidak perlu, malahan dapat mengakibatkan slip pada plat-plat gesek kopling. Yang lebih penting lagi adalah memilih oli yang berkualitas baik. Ini sudah sangat cukup untuk kesehatan sepeda motor.

Harus memakai bensin premix

Sebenarnya, bensin premix berguna untuk menekan kemungkinan gejala kocking (ngelitik). Jangan terlalu berharap bahwa tenaga mesin motor akan bertambah dahsyat atau pemakaian bensinnya akan menjadi sangat irit hanya karena memakai bensin premix. Dengan alasan ekonomis, pemakaian bensin premix justru tidak dianjurkan.

Menyetel putaran stasioner yang sangat rendah

Mesin-mesin motor, apalagi motor keluaran baru, dirancang dengan putaran mesin yang tinggi. Putaran stasionernya harus disetel di sekitar 1.400 rpm. Teralu rendahnya putaran stasioner dapat menimbulkan kerusakan, karena pada putaran di bawah putaran stasioner yang diharuskan, pompa oli belum dapat berfungsi. Akibatnya tidak terjadi pelumasan, dan ini berbahaya bagi mesin.

Mencopot saringan udara dengan harapan tenaga akan bertambah

Mencopot saringan udara akan mengakibatkan udara yang banyak mengandung debu itu tidak tersaring dulu sebelum masuk ke karburator dan mesin. Akibatnya, debu yang bersifat sebagai ampelas akan mengakibatkan mesin menjadi cepat aus.

Mengganti knalpot dengan pipa potongan

Suaranya memang menjadi unik, nyentrik dan menarik perhatian orang, tetapi tenaganya pasti akan menurun dengan drastis. Untuk mendapatkan tenaga mesin yang maksimal, sebaiknya jangan mengubah-ubah knalpot secara sembarangan. Efeknya besar sekali dan biasanya kalau tidak dihitung dulu maka efisiensi mesin akan turun (tenaga mesin menjadi berkurang dan pemakaian bensin menjadi boros).

Memasang knalpot mesin dua tak pada sepeda motor empat tak atau sebaliknya

Mesin dua tak dan mesin empat tak masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda sama sekali. Oleh karena itu, desain knalpot untuk masing-masing jenis mesin itu juga khas. Menukarkan knalpot kedua jenis mesin ini akan mengakibatkan menurunnya daya mesin dengan sangat karena tidak cocok dengan karakteristik mesin.

Memasang shock absorber belakang dengan posisi ‘lebih tidur’

Untuk motor balap hal itu memang menambah kestabilan. Baik roadrace maupun motocross memasang shock absorber belakangnya dengan posisi ‘lebih tidur’. Tetapi pemasangan dengan posisi demikian akan menyebabkan shock absorber menderita gaya yang lebih besar. Selain itu, rantai roda akan cepat kendor dan pivot garpu belakang akan cepat aus.

Mempreteli bodi motor

Hal itu tentunya akan menyebabkan hilangnya beberapa aspek keamanan, kenyamanan, dan nilai estetis (keindahan) dari sepeda motor tersebut. Misalnya kaca spion dicopot, maka faktor keamanan akan berkurang. Spakbor dilepas, maka air di jalanan akan menciprat ke badan, dan ini mengurangi kenyamanan. Tangki bensin atau tutup samping dicabut, maka nilai keindahan / estetis motor pun akan hilang.