Vegetarian dan Kesehatan Spiritual (1)

Vegetarian dan Kesehatan Spiritual

BIBLIOTIKA - Apakah Anda mengenal istilah ‘prana’? Ini adalah sesuatu yang telah dikaji dan dipelajari selama berabad-abad lamanya namun—entah mengapa—tidak juga menjadi populer di masyarakat. Prana adalah ‘daya hidup’—suatu kekuatan dasar yang menjadikan kita memiliki energi hidup. Ada cukup banyak literatur yang membahas masalah prana ini, dan salah satunya menekankan akan pentingnya prana di dalam makanan yang kita konsumsi.

Makanan adalah sumber kekuatan dari energi fisik kita. Karenanya, jika makanan yang kita konsumsi memiliki atau mengandung prana, maka tujuan menjadikan makanan sebagai sumber energi akan terpenuhi, sekaligus juga memberikan manfaat lain bagi segi selain fisik, seperti psikis dan spiritual.

Namun, jika makanan yang kita konsumsi tidak mengandung prana atau daya hidup, maka tujuan menjadikan makanan sebagai sumber energi akan menjadi sia-sia, bahkan bisa saja makanan itu menjadi racun bagi tubuh kita.

Nah, kita sama-sama tahu bahwa energi kehidupan di bumi yang kita tinggali ini berasal dari matahari yang menjadi pusat dari alam semesta. Matahari adalah energi dasar, dan energi dasar ini diterima secara langsung oleh tumbuh-tumbuhan, yang kemudian diproses secara lebih lanjut untuk menjadi makanan. Makanan yang dihasilkan oleh tumbuh-tumbuhan itu bisa berwujud daun, buah, bunga ataupun biji, bahkan terkadang juga berbentuk akar dan kayu.

Selanjutnya, hewan pemakan tumbuhan atau herbivora menikmati makanan-makanan yang dihasilkan oleh tumbuh-tumbuhan itu dan mereka menjadikan itu sebagai makanan utama mereka. Karenanya, apabila kita juga mengkonsumsi makanan yang langsung dihasilkan oleh tumbuh-tumbuhan, maka kita juga menikmati energi dari matahari secara langsung. Namun jika kita mengkonsumsi makanan yang berasal dari hewan, maka kita kehilangan energi dasar itu.

Tersedia paket buku digital BIBLIOTIKA untuk Anda.
Untuk mendapatkan, klik di sini.

Coba perhatikan, ada begitu banyak tumbuhan yang tetap dapat bertahan hidup selama berhari-hari meskipun telah dipetik dari pokok dahannya atau dicabut dari akarnya. Bahkan tumbuhan yang telah lepas dari pokok dahan atau akarnya itu terkadang masih dapat bertunas dan tetap bertumbuh. Namun, coba perhatikan, sepotong daging hewan akan cepat sekali membusuk setelah si hewan kehilangan nyawanya.

Apa artinya itu? Maknanya begitu jelas, yakni bahwa energi matahari bertahan lebih lama di dalam tumbuhan, dan daging hewan adalah energi yang telah berubah bentuk dan sifatnya. Karenanya, apabila kita memakan daging hewan, maka itu artinya kita memasukkan makanan yang tak memiliki daya hidup ke dalam tubuh kita, karena daya hidup yang dikandungnya telah hancur dan musnah seiring dengan lepasnya nyawa si hewan.

P.R. Sarkar, seorang pakar kesehatan sekaligus guru spiritual terkenal, menyatakan bahwa tubuh manusia dibentuk oleh sel-sel hidup yang tak terhitung banyaknya. Sifat dari sel-sel hidup yang terdapat di dalam tubuh manusia itu dibentuk berdasarkan makanan yang dimakannya, dan sampai pada batas tertentu semua itu pada akhirnya akan ikut membentuk dan mempengaruhi pikirannya.

Apabila sel-sel tubuh manusia dibentuk oleh makanan yang telah mengalami pembusukan sebagaimana yang terjadi pada daging hewan yang berkecenderungan memiliki nafsu-nafsu rendah, maka wajar saja jika pikiran orang yang mengkonsumsinya pun cenderung menuju ke hal-hal yang bersifat rendah.

Baca lanjutannya: Vegetarian dan Kesehatan Spiritual (2)