Terobosan Baru Produk GPS

Terobosan Baru Produk GPS

BIBLIOTIKA - Memang tak bisa dipungkiri kalau teknologi semakin memudahkan manusia untuk menjalani dan menikmati hidup. Salah satu teknologi yang memudahkan itu adalah GPS atau Global Positioning System.

Teknologi penjejak posisi ini memanfaatkan sistem pengindera jarak jauh yang memanfaatkan satelit sebagai wahana penjejak. Saat ini, perkembangan dari pemanfaatannya sudah mulai terlihat pada mobil. Beberapa mobil tipe terbaru keluaran pabrik Eropa sudah dilengkapi dengan sistem pemantau GPS ini.

Di Indonesia, perusahaan Infoasia yang telah mulai menerapkan sistem navigasi pada mobil ini, dan mereka menelurkan sebuah produk yang disebut sebagai InfoTrack.

Untuk mengembangkan InfoTrack, perusahaan Infoasia melibatkan sejumlah vendor seperti Lockheed Martin dari AS, Xantic Satellite Services dari Australia, Telenor Satellite Services dari Norwegia, Absolute Communications dari Selandia Baru, dan juga Falcom dari Jerman. Sedangkan dari dalam negeri, Infoasia melibatkan operator seluler Indosat Multi Media Mobile atau IM3.

Sebagai penjejak posisi kendaraan, yang digunakan satelit Inmarsat-C serta didukung oleh penggunaan peta digital yang bekerja pada skala 1:15000. Untuk melakukan pengiriman data posisi kendaraan, sistem ini berjalan melalui interkoneksi khusus dengan jaringan radio milik IM3. Semua perangkat itu dikendalikan melalui layar monitor di pusat kontrol milik Infoasia.

Untuk dapat memanfaatkan fasilitas InfoTrack, maka pengguna harus memasang suatu alat yang bernama AVLS (Authomatic Vehicle Location System) yang bentuk dan ukurannya sebesar kotak bungkus rokok. AVLS yang dikembangkan oleh Falcom A2D-3JP3 tersebut biasanya dipasang di dashboard mobil. Sementara penghubung luarnya bisa disambungkan dengan antena seperti antena radio yang ada di dalam mobil.

Falcom A2D-3JP3 mampu bekerja pada dua rentang frekuensi, yaitu pada frekuensi 900 MHz dan juga 1800 atau 1900 MHz. Artinya, dengan sistem tersebut Falcom dapat digunakan di seluruh negara yang memiliki sistem telekomunikasi seluler.

Setiap alat masih harus dilengkapi dengan SIM Card khusus dari operator seluler sebagai identitas dirinya. Nomor SIM Cardnya menggunakan virtual private number dengan lima digit. Dan karena menggunakan jaringan radio milik operator seluler, maka sistem komunikasinya pun memanfaatkan pengiriman melalui SMS.

Seperti halnya pengembangan teknologi GPS yang lainnya, pemantau utama tetap menggunakan satelit. Begitu satelit mendeteksi posisi kendaraan, maka satelit akan mengirimkan sinyal ke sistem radio, baik melalui BTS (Base Tranceiver Station), gelombang radio UHF (Ultra High Frequency), ataupun dengan gelombang VHF (Very High Frequency) atau juga menggunakan Geo Spatial System Tachnology. Sistem yang terakhir tersebut biasanya digunakan untuk kebutuhan telemetri.

Dari sistem radio yang ada tersebut, maka posisi koordinat alat transportasi yang bergerak dilaporkan ke server sistem pengontrol dan diterjemahkan ke dalam bentuk data digital melalui layar monitor pengontrol. Melalui sistem ini, maka seluruh perjalanan mobil atau alat yang dipasangi Falcom akan mampu terekam.