Sejarah dan Kelebihan Handphone Blackberry

 Sejarah dan Kelebihan Handphone Blackberry

BIBLIOTIKA - Blackberry konon dibuat dan dirancang pertama kali ketika Palm Pilot masih merajai dunia PDA. Palm Pilot sendiri adalah sejenis software yang biasa digunakan pada pesawat-pesawat PDA, yang mana bentuknya biasa dikenali sebagai touchscreen yang dapat dioperasikan dengan menggunakan stylus atau semacam pena sentuh.

Pada waktu itulah, orang-oang dari Research In Motion atau yang biasa disingkat sebagai RIM tengah sibuk-sibuknya merancang sebuah perangkat pintar telekomunikasi yang diharapkan dapat memiliki susunan keyboard lengkap seperti komputer. Hingga kemudian keinginan itu berhasil tercapai dengan dibuatnya sebuah perangkat pintar yang menggunakan keyboard lengkap, yang sekarang terkenal dengan sebutan keyboard QWERTY.

Pada awalnya, pembuatan perangkat yang sekarang dinamakan Blackberry itu bertujuan utama pada kemudahan fasilitas dalam pengiriman dan penerimaan e-mail. Pada waktu itu, orang-orang bisnis dan pemerintahan telah mengenal betapa efektifnya komunikasi melalui media e-mail internet, dan mereka menginginkan sebuah perangkat yang praktis yang dapat dijadikan sebagai sarana pengiriman e-mail itu.

Kelebihan dan kemudahan Blackberry

Yang menjadikan nilai lebih dari sebuah perangkat Blackberry, dan mengapa ada cukup banyak orang yang tergila-gila kepadanya, adalah karena Blackberry dapat memenuhi keinginan penting dengan cara yang mudah dan praktis. Salah satunya adalah mengirim dan menerima e-mail.

Kebutuhan akan pengiriman dan penerimaan e-mail itu, dulunya memang dapat diatasi dengan sebuah laptop yang juga dapat dibawa kemana-mana. Tetapi, lama-kelamaan, laptop tidak lagi menjadi sesuatu yang praktis, karena untuk dapat mengoperasikan laptop buat pengiriman e-mail diperlukan telepon. Itu artinya, sebuah laptop dapat berhubungan dengan internet apabila ada telepon yang dihubungkan dengannya.

Selain itu, laptop juga memiliki ukuran yang relatif besar sehingga seringkali membuat pemiliknya kesulitan untuk selalu membawa-bawanya. Selain itu, harganya juga relatif mahal jika dibandingkan dengan kebutuhan utama yang hanya untuk mengakses e-mail.

Dan lebih dari itu, yang membuat orang juga merasa bahwa laptop tidak lagi praktis adalah karena untuk dapat menghubungkannya dengan internet, maka orang harus melakukan serangkaian tindakan tertentu, semisal menghubungkannya dengan telepon, membuka browser dan lain-lain.

Hal-hal semacam itulah yang kemudian diatasi oleh perangkat yang bernama Blackberry ini. Dengan Blackberry, maka orang tak perlu lagi direpotkan oleh hal-hal yang dulu dianggap sudah tak praktis lagi.

Perangkat Blackberry relatif kecil, setidaknya lebih kecil dibandingkan dengan laptop, juga memiliki harga yang meskipun mungkin tidak jauh lebih murah dibandingkan laptop, tetapi memiliki fungsi yang bermacam-macam (tidak hanya untuk mengakses internet dan mengirim atau menerima e-mail saja) tetapi juga untuk bertelepon dan lain-lainnya.

Hal yang paling penting lagi adalah, Blackberry dapat terhubung dengan internet dengan cara yang mudah, tidak merepotkan penggunanya sebagaimana laptop, karena Blackberry bisa dikatakan selalu online dengan internet. Hanya dengan satu langkah mudah saja, maka perangkat Blackberry langsung terhubung dengan internet dan orang dapat langsung mengakses internet dengan mudah.

Nah, meskipun Ressearch In Motion atau RIM menjadi pihak yang membuat Blackberry, tetapi mereka tidak menjadi pihak yang sekaligus menjualnya. Dalam arti, RIM sebagai pembuat Blackberry menggunakan pihak ketiga dalam upaya menjual perangkat itu.

Mengapa RIM harus membutuhkan pihak ketiga? Karena Blackberry tetap tak bisa diaktifkan dan digunakan apabila tidak memiliki jaringan yang menghubungkan perangkat itu dengan telekomunikasi seluler. Untuk dapat mengaplikasikan teknologi Blackberry ini, pihak RIM membutuhkan komunikasi, jaringan atau network yang akan menghubungkan para pengguna Blackberry. Pihak ketiga itulah yang kemudian disebut sebagai Blackberry Internet Service atau BIS.

Pihak ketiga yang ditunjuk oleh Blackberry untuk memasarkan produk mereka biasanya adalah perusahaan-perusahaan besar dalam bidang telekomunikasi atau jaringan telepon. Dan melalui jasa dari pihak ketiga itulah kemudian Blackberry dapat digunakan untuk mengakses internet.

Nah, pihak ketiga atau BIS tersebut tentunya tidak memberikan jasanya secara gratis. Mereka tentu saja menginginkan hak untuk dapat membuat dan memasarkan produk Blackberry versi mereka sendiri. Dari sinlah mengapa kemudian ada beberapa model Blackberry yang berbeda, karena disesuaikan dengan kepetingan masing-masing perusahaan telekomukasi yang mengoperasikannya.

Hanya saja, meskipun sekilas nampak berbeda, khususnya dalam versi dan modelnya, namun secara keseluruhan fungsi dari perangkat Blackberry itu tetap sama saja. Kalau ada perbedaan, maka itu biasanya hanya menyangkut fitur yang digunakan, karena itu biasanya disandarkan pada jaringan operator telepon yang mengoperasikannya.