Sejarah, Asal Usul, dan Khasiat Teh

 Sejarah, Asal Usul, dan Khasiat Teh

BIBLIOTIKA - Asal mula teh hingga dikenal oleh penduduk dunia pada masa kini benar-benar mirip dengan kisah-kisah legenda. Kalau teh disebut sebagai minuman paling tua di dunia, rasanya sebutan itu wajar saja karena ternyata teh memang telah dikenal semenjak beribu-ribu tahun yang lalu. Kisahnya dimulai di Cina pada 4000 tahun yang lalu, atau tepatnya pada sekitar tahun 2737 Sebelum Masehi.

Waktu itu, negeri Cina diperintah oleh seorang Kaisar bernama Shen Nung. Suatu hari, sang Kaisar ini memerintahkan pembantunya agar merebus air untuk membuat minuman (Kaisar Shen Nung juga diyakini sebagai orang pertama yang menganjurkan agar air minum direbus terlebih dulu sebelum dikonsumsi).

Nah, ketika si pembantu ini sedang merebus air dalam sebuah kuali, sehelai daun yang diterbangkan angin melayang dan turun ke kuali tersebut dan kemudian jatuh ke dalamnya.

Ketika kemudian daun yang jatuh dan masuk ke dalam kuali itu ikut terebus bersama air di dalamnya, tiba-tiba muncul aroma yang harum—suatu keharuman yang khas—yang belum pernah tercium oleh orang-orang pada waktu itu. Kaisar Shen Nung yang juga menghirup aroma harum itu juga ikut merasa takjub. Dan ketika kemudian diketahui bahwa sumber yang membuat aroma harum itu adalah daun teh, sang Kaisar pun sampai menjuluki daun teh sebagai ‘keharuman dari surga’.

Semenjak itulah kemudian teh mulai dikenal dan mulai dikonsumsi—hingga hari ini.

Seperti yang telah dinyatakan di atas, teh bukan hanya merupakan minuman yang murah namun enak dan memberikan kesegaran, namun juga dapat dijadikan sebagai penangkal bagi berbagai ancaman penyakit. Weisburger, Ph.D, seorang pakar kedokteran, telah memprakarsai dua simposium ilmiah internasional untuk membahas dan mempelajari manfaat teh bagi kesehatan, dan dia meyakini berdasarkan penelitiannya bahwa teh memang bukan hanya ‘sekedar’ minuman sehat yang menyegarkan.

Apa yang diungkapkan oleh Weisburger, Ph.D itu tidak jauh berbeda dengan banyak hasil penelitian lainnya menyangkut teh yang menyatakan bahwa teh (memang) dapat mencegah penyakit kanker dan juga jantung. Wanita dengan usia 65 sampai 75 tahun yang meminum teh setidaknya satu cangkir setiap hari secara nyata memiliki kepadatan tulang punggung dan tulang paha yang lebih baik atau lebih kuat dibanding dengan wanita berusia sama yang tidak mengkonsumsi teh.

(Sebagai catatan; tulang punggung dan tulang paha adalah daerah yang paling umum mengalami keretakan akibat osteoporosis yang biasa menjangkiti orang-orang lanjut usia).

Keyakinan yang menyebutkan bahwa teh dapat menangkal kanker memang masih menjadi sesuatu yang debatable, khususnya di kalangan dunia medis sendiri. Namun, berbagai penelitian yang telah dilakukan dari waktu ke waktu mendukung kebenaran keyakinan itu. Dalam salah satu penelitian terbesar menyangkut teh yang pernah dicatat, para peneliti menemukan bahwa teh merupakan salah satu minuman yang sangat ampuh dalam upaya menangkal kanker.

Penelitian itu dilakukan terhadap lebih dari 35.000 (tiga puluh lima ribu) wanita dengan usia menopause, dan hasilnya menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi (meminum) teh setidaknya dua cangkir setiap hari memiliki kemungkinan 40 persen lebih kecil untuk terkena kanker saluran kemih, serta 68 persen lebih kecil untuk terserang kanker saluran pencernaan dibanding dengan wanita yang tidak mengkonsumsi teh.

Archives of Internal Medicine, sebuah jurnal tentang kesehatan yang diterbitkan di beberapa negara, menyebutkan bahwa teh memiliki beberapa manfaat yang positif terhadap kesehatan jantung, sistem kardiovaskuler dan juga beberapa bagian dalam tubuh lainnya.

Publikasi jurnal itu juga mengutip pernyataan Dr. Tsung O. Cheng dari Washington yang telah melakukan penelitian terhadap kopi yang berkafein, kopi tanpa kafein, dan juga teh. Hasil penelitiannya itu menyebutkan bahwa hanya teh yang memiliki korelasi atau hubungan dengan menurunnya risiko terkena penyakit jantung. Beberapa jenis manfaat farmakologi dari teh di antaranya adalah melindungi pembuluh darah, menurunkan kadar kolesterol yang tinggi, dan mencegah timbulnya pengeroposan tulang.