Rutin Minum Teh Bisa Menjauhkan Kanker

Rutin Minum Teh Bisa Menjauhkan Kanker

BIBLIOTIKA - Journal of Cellular Biochemistry, dalam salah satu edisinya, menyebutkan bahwa kandungan senyawa polifenol yang berjumlah banyak dalam teh memiliki peran sebagai pelindung terhadap penyakit kanker. Polifenol tergolong sebagai antioksidan yang sangat ampuh, karena senyawa ini akan menetralkan radikal bebas yang menjadi penyebab kanker. Radikal bebas sendiri terbentuk secara alami di dalam tubuh, dan molekul ini dapat merusak sel-sel tubuh manusia.

Kalangan medis memperkirakan bahwa molekul yang dihasilkan dari radikal bebas inilah yang menjadi salah satu penyebab timbulnya kanker, termasuk juga berbagai jenis penyakit lainnya, seperti penyakit jantung bahkan juga penuaan.

Nah, menurut studi yang telah dilakukan, daun teh hijau yang telah dikeringkan memiliki 40 persen polifenol. Karenanya, selain dapat memerangi kanker payudara, zat tersebut juga dipercaya dapat menurunkan risiko kanker lambung, usus besar, paru-paru, hati, dubur dan pankreas.

Di antara semua teh yang lain, teh hijau mengandung paling banyak flouride, suatu mineral yang dapat mencegah pertumbuhan caries pada gigi, mencegah gigi berlubang, juga mencegah radang gusi. Karena itulah kemudian banyak pakar kesehatan yang menyarankan agar meminum teh setelah makan, karena kondisi gigi seringkali menggambarkan kondisi jantung.

Kelebihan lain menyangkut teh hijau ini adalah kandungan dosis vitamin C-nya yang tergolong tinggi dan juga vitamin yang lainnya. Selain itu, kandungan mangan yang terdapat di dalam teh ini dapat pula membantu menguraikan gula dalam tubuh menjadi energi, sehingga dapat membantu menjaga kadar gula dalam darah.

Sebagaimana umumnya teh, teh hijau juga mengandung kafein, namun kafein yang terkandung di dalam teh hijau berbeda dengan kafein yang terkandung di dalam kopi; dalam hal ini hanya sebanyak 3 sampai 5 persen. Zat kafein yang berkadar rendah ini menjadikan segar peminumnya, selain juga mendorong aktivitas mental dan memperbaiki pencernaan makanan dalam lambung.

Kondisi pencernaan yang baik akan membakar lemak dalam tubuh dengan lebih baik pula. Inilah yang kemudian menjadi dasar mengapa teh hijau sepertinya identik dengan diet, karena kandungan dan proses ini membantu usaha untuk mengurangi berat badan apabila dikonsumsi (diminum) ketika perut masih dalam keadaan kosong. Karenanya, teh hijau dapat membantu tubuh menjadi lebih langsing.

Hasil penelitian terbaru yang dipublikasikan menyebutkan bahwa kandungan senyawa golongan tanian yang terkandung di dalam teh hijau juga mampu mencegah dan mengobati penyakit ginjal. Sedangkan daun basahnya bisa dimanfaatkan sebagai kompres apabila kulit terkena gigitan serangga, terbakar oleh sinar matahari, atau sebagai penyegar untuk mata yang lelah.

Teh hijau yang kaya manfaat ini dapat dikonsumsi dalam keadaan hangat, panas, adem ataupun dingin, dan orang tetap dapat memperoleh manfaatnya yang besar jika mengkonsumsinya.