Robert Kuok, dari Office Boy Menjadi Miliarder

 Robert Kuok

BIBLIOTIKA - Robert Kuok adalah pengusaha Cina-Malaysia yang berpengaruh. Ia dijuluki “Raja Gula Asia”, karena mengendalikan bisnis gula terbesar di Asia. Selain itu, dia juga terkenal sebagai pendiri Shangri-La Hotels and Resorts dan Transmile Air Services. Nama lengkapnya Robert Kuok Hock Nien, dan dia lahir pada 6 Oktober 1923 di Johor Bahru, Malaysia.

Keluarga Robert Kuok berasal dari Fujian, Cina, dan mereka tiba di Malaysia pada awal abad ke-20. Robert Kuok adalah anak bungsu dari tiga bersaudara, dan dia memulai karirnya di Malaysia sebagai tukang bersih kantor (office boy).

Ketika Jepang menduduki Malaysia pada 1940-an, Robert Kuok bekerja di perusahaan milik Jepang, Mitsubishi Shoji Kaisha, antara 1942 sampai 1945. Perusahaan Jepang itu bergerak di bidang perdagangan beras, gula, dan kebutuhan sehari-hari. Karir Robert Kuok di perusahaan itu terus meningkat, sampai menduduki jabatan sebagai kepala departemen yang mengurusi perdagangan beras. Kemudian, setelah perang berakhir, dan Jepang meninggalkan Malaysia, Robert Kuok mulai mendirikan usaha keluarga.

Bersama ayah dan kakak-kakaknya, Robert Kuok membuka usaha barang-barang kebutuhan sehari-hari di Johor, Malaysia. Usaha itu tumbuh dan berkembang. Pada 1948, ayah Robert Kuok meninggal dunia. Satu tahun kemudian, pada 1949, Robert Kuok dan saudara-saudaranya mendirikan Kuok Bersaudara Sdn. Bhd., perusahaan yang bergerak di bidang komoditas pertanian. Usaha itu terus tumbuh membesar, meliputi perkebunan tebu, pabrik gula, penggilingan tepung terigu, pakan ternak, minyak, hingga pertambangan.

Sepuluh tahun kemudian, pada 1959, Robert Kuok mendirikan perusahaan sendiri, bernama Malayan Sugar Manufacturing Co Bhd., yang bergerak di bidang industri gula. Pertumbuhan perusahaan itu mengalami peningkatan pesat, ketika pada 1961 Robert Kuok mengimpor gula murah dari India, dan menjualnya di Asia, tepat ketika harga gula di Asia naik tinggi. Sejak itulah, perusahaan Robert Kuok menguasai 80 persen pasar gula Asia.

Setelah sukses menjalankan bisnis kebutuhan sehari-hari, Robert Kuok mulai merambah bisnis perhotelan. Pada 1971, dia membangun Shangri-La Hotel di Singapura, yang kemudian tumbuh menjadi rangkaian hotel di negara tersebut. Dia juga membeli sejumlah properti di Hong Kong pada 1977, yang lalu melahirkan rangkaian hotel bernama Kowloon Shangri-La.

Di luar bisnis sembako dan perhotelan, Robert Kuok juga mendirikan perusahaan bernama Kerry Group yang memiliki saham di berbagai perusahaan lain. Pada 1993, misalnya, Kerry Group milik Robert Kuok mengakuisisi 34,9 persen saham South China Morning Post milik Murdoch News Corporation.

Investasi-investasinya juga tersebar di berbagai negara, termasuk Singapura, Filipina, Thailand, Cina, Indonesia, Fiji, dan Australia, meliputi bisnis keuangan, hotel, properti, perdagangan, angkutan, hingga penerbitan. Sumber terbesar dari kekayaan Robert Kuok adalah saham miliknya yang ada di Wilmar International, perusahaan minyak sawit terbesar di dunia.

Karena usianya yang makin tua, Robert Kuok menyatakan pensiun dari bisnisnya pada 1 April 1993, dan usahanya diteruskan oleh salah satu anaknya, yaitu Kuok Khoon Ean. Meski begitu, Robert Kuok masih memiliki perusahaan-perusahannya, dan karena itu pula namanya masih masuk dalam jajaran orang-orang terkaya di dunia, dengan kekayaan mencapai 11,3 miliar dolar.