Rahasia Awet Muda dan Panjang Umur

 Rahasia Awet Muda dan Panjang Umur

BIBLIOTIKA - Rahasia menyangkut makan yang sehat adalah makan dalam jumlah yang sedikit. Tentu saja saya tidak menganjurkan agar kita hanya makan satu kali dalam satu hari. Yang saya maksud adalah, biasakan untuk makan sedikit tapi beberapa kali daripada hanya sekali tapi banyak sekaligus.

Umpama kita biasa makan dua kali sehari dalam porsi satu piring penuh, lebih baik makan tiga kali sehari dalam porsi setengah piring—itu jauh lebih sehat dan lebih mampu membantu kita dalam mengendalikan berat badan.

Pernahkah Anda memperhatikan kawan-kawan Anda yang kebetulan bertubuh gemuk ketika mereka makan? Kawan-kawan saya yang gemuk memiliki ciri khas dalam makannya; mereka makan dalam jumlah banyak sekaligus! Sudah begitu, mereka makan berkali-kali dan semuanya dalam porsi yang banyak.

Kalau saja mereka dapat melihat bagaimana sistem tubuhnya dalam mencerna seluruh makanan yang mereka masukkan ke dalam tubuhnya itu, saya yakin mereka akan menangisinya. Kasihan sekali sistem pencernaan kita yang dipaksa untuk mencerna begitu banyak makanan yang dimasukkan sekaligus—berkali-kali, lagi. Karenanya tidak heran kalau orang yang gemuk lebih sering terkena penyakit yang macam-macam.

Inilah mengapa, Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita, “Makanlah di saat kau lapar, dan berhentilah sebelum kau kenyang.”

Lebih dari seribu dua ratus tahun kemudian setelah manusia agung ini mengatakan kebijaksanaan itu, dunia kedokteran baru menemukan maknanya. Penelitian yang intensif menyangkut pola makan di berbagai belahan dunia menunjukkan satu hal yang sama; bahwa hanya dengan mengurangi jumlah makanlah yang mampu menunjang kesehatan tubuh dengan baik, membuat awet muda, sekaligus memanjangkan usia!

Jadi, apakah Anda ingin selalu sehat, nampak awet muda sekaligus panjang umur? Makanlah sedikit!

Sekali lagi, saya tidak menganjurkan agar Anda makan satu kali dalam sehari. Tapi biasakanlah untuk makan dalam porsi yang sedikit. Dan mengingat soal kombinasi makanan di atas, setiap kali kita memasukkan makanan dalam kombinasi yang tepat, maka sistem pencernaan dalam tubuh kita akan membutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk mencernanya.

Karenanya, seusai makan dalam jumlah yang sedikit itu, jangan makan lagi sebelum tiga sampai empat jam kemudian. Semakin bagus kita bisa mengurangi porsi makan, kita akan semakin merasa betapa tubuh menjadi semakin sehat, dan dalam waktu tiga sampai empat tahun—jika kita konsisten menjalankan hal yang semacam itu—kita pun akan membuktikan dan menyaksikan sendiri kalau kita akan nampak lebih muda, jarang mengalami sakit, tubuh akan terasa lebih segar dan juga lebih bergairah!

Bagaimana dengan panjang umur?

Dr. Clive McKay, seorang peneliti terkenal di Cornell University, melakukan percobaan dengan tikus-tikus di laboratoriumnya. Ia mengurangi jumlah makan tikus-tikus percobaannya itu sampai setengahnya—dan usia hidup tikus-tikus itu bertambah panjang dua kali.

Penelitian lanjutan yang dilakukan oleh Dr. Edward J. Masaro dari Texas University bahkan lebih menarik. Dr. Masaro menggunakan tiga kelompok tikus; kelompok pertama boleh makan sesukanya, kelompok kedua dikurangi makanannya sebanyak 60 persen, dan kelompok ketiga boleh makan sesukanya, hanya saja proteinnya dikurangi sampai setengah.

Apa yang kemudian terjadi? Setelah 810 hari, tikus-tikus dari kelompok pertama hanya 13 persen yang masih hidup. Tikus-tikus dari kelompok kedua mencapai 93 persen yang hidup, sementara tikus-tikus pada kelompok ketiga terdapat  50 persen yang masih hidup.

Mengandung pesan apakah hasil penelitian itu?

Dr. Ray Walford, peneliti terkenal UCLA menyimpulkan, “Kekurangan pangan sampai sekarang merupakan satu-satunya cara yang kita ketahui dapat menekan secara terus-menerus proses penuaan dan menambah usia hidup. Penelitian ini tidak diragukan lagi dapat diterapkan pada manusia karena ia berlaku bagi setiap jenis makhluk yang diselidiki sampai kini.”

Penelitian itu juga menunjukkan bahwa kerusakan fisiologi, termasuk kerusakan wajar sistem kekebalan tubuh, menjadi tertunda akibat pembatasan makanan. Maka pesannya menjadi jelas dan sederhana: Makan sedikit, dan hidup lebih lama.

Tahukah Anda; lebih banyak orang yang mati karena terlalu banyak makan dibanding orang yang mati karena jarang makan!

Jadi, kunci kedua untuk dapat hidup sehat dengan pola makan yang baik adalah selalu mengingat kata-kata bijaksana ini: “Makanlah apabila kau lapar, dan berhentilah sebelum kau kenyang.”