Proses Pembuatan dan Cara Penyajian Teh Hijau

Proses Pembuatan dan Cara Penyajian Teh Hijau

BIBLIOTIKA - Proses pembuatan teh hijau tergolong simpel, namun dibutuhkan ketelitian yang cukup akurat karena tujuan dari produksi teh hijau adalah mempertahankan kemurniannya, manfaat kesehatannya, juga agar senyawa daun tehnya tetap segar. Karenanya, tidak heran kalau daftar penyakit yang dapat dicegah dengan teh hijau ini tercatat paling panjang dibanding dengan teh-teh lainnya.

Kalau Anda tertarik ingin tahu secara lebih detail mengenai bagaimana pembuatan teh hijau yang amat bermanfaat ini, berikut ini sekilas penjelasannya:

Daun teh yang telah dipetik kemudian disebarkan dan dipukul-pukulkan secara ringan untuk mengurangi kandungan air yang melekat atau terbawa di daun-daun teh tersebut. Daun-daun teh yang masih hijau (muda) dijemur di bawah udara yang panas agar menjadi layu. Tujuan dari pelayuan ini adalah untuk menghentikan aktivitas enzim dalam daun teh, sehingga akan menghambat timbulnya proses fermentasi atau peragian.

Setelah menjadi layu, daun-daun teh tersebut kemudian disangrai dengan cara tradisional, yaitu dengan menggunakan wok atau kuali logam yang biasa digunakan untuk memasak masakan Tionghoa. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya oksidasi pada daun teh.

Proses selanjutnya adalah melakukan penggulungan daun untuk memberi bentuk pada daun-daun teh itu. Penggulungan daun bisa dilakukan dengan cara dipilin, dibuat bundar, atau dibuat keriting.

Proses penggulungan ini juga bertujuan untuk menjadikan daun teh menjadi lebih awet, selain juga untuk memecahkan sel-sel daun sehingga teh yang kelak dihasilkan akan memiliki rasa yang lebih sepet. Selain itu, proses ini juga membantu pengaturan pengeluaran senyawa alami dan aroma selama penyeduhan nantinya.

Setelah proses penggulungan, daun-daun teh itu dikeringkan dengan pengapian, sehingga aroma serta keharuman alaminya tetap terjaga, begitu pula dengan warna hijaunya yang khas.

Tahap terakhir adalah pemilahan. Proses terakhir ini bertujuan untuk memperoleh teh hijau dengan berbagai kualitas; jikeng (daun bawah teh atau daun yang telah tua), peko (daun pucuk teh), bubuk / kempring (remukan daun teh), dan juga tulang teh.

Cara penyajian teh hijau

Teh hijau yang kaya manfaat ini akan bagus jika disajikan dalam jumlah yang sedikit dalam sebuah cangkir berukuran kecil yang tanpa pegangan. Cara penyajian seperti ini akan membuat orang (peminumnya) untuk menyeruputnya secara perlahan-lahan daripada langsung meminumnya semua secara sekaligus—dan itulah cara terbaik dalam meminum teh hijau.

Air yang digunakan untuk menghidangkan teh hijau ini adalah air masak yang telah direbus dengan tingkat panas hingga 71 sampai 76 derajat Celcius, yaitu ketika gelembung udara dari air rebusan itu masih kecil-kecil.

Menyeduh teh hijau cukup dengan merendamnya selama 2 sampai 3 menit, dan setelah teh selesai diseduh segera tutup poci atau tekonya agar seduhan teh segera membuka daunnya.

Dengan menggunakan cara seperti di atas, maka kita akan mendapatkan aroma dan rasa yang maksimal. Yang perlu diingat, jangan campurkan gula, susu atau jeruk nipis dengan teh hijau, karena bahan-bahan tersebut dapat menghambarkan rasa teh hijau yang lembut.