Perbedaan Teknologi CDMA dengan GSM

 Perbedaan Teknologi CDMA dengan GSM
BIBLIOTIKA - Perkembangan dan kemajuan teknologi handphone memang dapat dikatakan tak kunjung usai. Perangkat yang satu ini terus saja berkembang, berkembang dan terus berkembang. Handphone yang pada awalnya hanya berfungsi sebagai sarana berkomunikasi, sekarang telah menjadi sebuah piranti yang amat sangat lengkap untuk kebutuhan-kebutuhan lain.

Salah satu hal yang menjadi kelebihan utama dari teknologi CDMA dibanding dengan teknologi yang digunakan oleh GSM adalah pada sistem penguatn sinyalnya yang disebut soft handoff. Sebagai gambaran, teknologi handphone yang dipakai sekarang ini masih menggunakan teknik hard handoff atau yang disebut mengganti sel setiap kali terjadi perpindahan.

Pada teknik ini, karena setiap handphone memiliki kavling sel yang terbatas dalam sebuah kanal frekuensi, maka setiap kali pengguna berpindah, maka setiap kali pula BTS tempat mengolah sel tersebut harus menempatkan sel pengguna pada kanal baru untuk handphone yang berpindah tadi.

Nah, masalah akan muncul apabila pengguna adalah pengguna yang terlalu aktif, dimana ia sellau saja berpindah-pindah tempat setiap saat. Ketika hal semacam ini terjadi, maka BTS akan selalu mengubah-ubah selnya. Hal seperti ini masih dpat ditoleransi oleh BTS jika trafiknya tidak terlalu penuh.

Namun apabila trafik BTS penuh, maka BTS pun akan kesulitan untuk membuat sel bagi handphone yang berpindah-pindah secara terus-menerus itu tadi. Dan inilah yang biasanya kemudian menyebabkan terjadinya kegagalan panggilan telepon dari sebuah handphone.

Jadi, bila kita merupakan pengguna handphone GSM yang sangat aktif, maka stasiun pemancar handphone kita, yakni BTS, belum tentu dapat melayani komunikasi yang kita lakukan, karena kapasitasnya sudah keburu terisi oleh pelanggan lain dan kita pun kemudian harus menunggu beberapa saat sampai sel atau ruangannya kosong.

Nah, sedangkan pada eknologi CDMA, karena kanal atau bandwith yang ada digunakan secara bersama-sama, maka tidak diperlukan alokasi kanal. Sel milik pengguna selalu siap ditangkap oleh BTS-BTS yang berdekatan. Pada waktu sinyal dari handphone yang bergerak ditangkap oleh BTS yang terdekat, maka handphone tersebut juga menerima sinyal dari BTS-BTS yang lainnya.

Dengan teknik semacm ini, maka kemungkinan terjadinya kegagalan panggilan ketika berbicara, atau bahkan terputusnya pembicaraan, yang sering terjadi sebagaimana pada GSM dapat diminimalkan. Teknik inilah yang disebut sebagai teknik soft handoff.

Selain itu, dalam hal pengembangan investasi teknologi, ada satu kelebihan CDMA jika dibandingkan dengan teknologi-teknologi sebelumnya. Teknologi CDMA ini tidak berhenti, dalam arti selalu dapat bermigrasi atau bergabung ke teknologi selanjutnya tanpa harus mengubah seluruh infrastruktur yang sudah ada. Basis teknologi ini dapat bermigrasi ke teknologi EDGE, atau ke CDMA versi pengembangannya, selain juga kepada WCDMA sendiri.