Panduan Sehat Menikmati Kopi

 Panduan Sehat Menikmati Kopi

BIBLIOTIKA - Kopi adalah minuman terkenal yang dikonsumsi banyak orang di berbagai belahan dunia. Bahkan Indonesia termasuk produsen kopi termahal di dunia, yaitu kopi luwak, yang sangat terkenal di mana-mana. Di pasaran juga ada beragam jenis kopi yang diawarkan—umumnya berbentuk kemasan sachet yang bisa diseduh dengan mudah—dari kopi hitam, kopi putih, kopi susu, kopi jahe, dan lain-lain.

Karena rasanya yang enak, dan efeknya yang membuat tubuh lebih segar, banyak orang biasa menikmati kopi setiap hari. Sayangnya, kopi masih menjadi kontroversi, khususnya dalam pengaruhnya terhadap kesehatan. Kafein yang terkandung di dalam kopi memang diketahui memiliki dampak positif bagi kesehatan, namun bukan berarti tidak mengandung dampak negatif sama sekali. Karenanya, kita pun disarankan untuk mengonsumsi kopi secara lebih hati-hati, agar kenikmatan menyeruput kopi yang enak itu tidak berbuah masalah.

Berikut ini beberapa tip sehat untuk menikmati kopi, yang bisa Anda perhatikan.

Perhatikan asupan kafein

Sebenarnya, belum ada dosis atau ukuran pasti mengenai berapa banyak kopi yang boleh kita konsumsi setiap hari. Namun, kebanyakan penelitian yang pernah dilakukan mengungkapkan bahwa mengonsumsi 300 mg kafein (sekitar 1 sampai 3 cangkir kopi) sehari tidak menimbulkan efek negatif pada kebanyakan orang sehat.

Yang perlu diperhatikan, 1 sampai 3 cangkir itu bisa dibilang batas wajar untuk kebanyakan orang sehat. Artinya, jika tubuh kita benar-benar sehat dan tidak memiliki gangguan atau masalah kesehatan apa pun, dan bisa menoleransi asupan kafein hingga 300 mg sehari, bisa dibilang tidak masalah. Meski begitu, sebaiknya jangan sampai lebih dari takaran tersebut.

Sebaliknya, jika tubuh kita tidak benar-benar sehat, atau kebetulan mengidap suatu penyakit atau gangguan kesehatan tertentu, sebaiknya konsumsilah kopi dalam jumlah lebih sedikit—setidaknya kurang dari 3 cangkir.

Kenali sinyal yang muncul


Seperti yang disebutkan di atas, tidak setiap orang benar-benar bisa menoleransi asupan kafein dalam jumlah cukup besar. Karenanya, jika Anda merasakan sinyal tertentu setelah mengonsumsi kopi, semisal jantung berdebar, gelisah, sulit tidur, atau mengalami gangguan mood (mudah marah), maka Anda bisa mengurangi atau menghentikan sementara konsumsi kopi. Bagaimana pun, sinyal-sinyal tersebut menunjukkan bahwa tubuh Anda kurang mampu menoleransi asupan kafein dalam jumlah yang Anda konsumsi.

Saat tubuh sudah kembali normal, dan sinyal-sinyal tadi telah hilang, Anda bisa kembali mengonsumsi kopi, namun dalam jumlah lebih sedikit. Peminum kopi yang menghentikan kebiasaan minum kopinya kadang mengalami kondisi yang disebut caffeine withdrawal, yang ditandai sakit kepala berdenyut. Namun, gejala itu akan hilang setelah 24-48 jam, atau setelah mendapat asupan kafein kembali.

Pahami respons tubuh

Bagaimana pun, kondisi tubuh masing-masing orang tidak sama. Seseorang mungkin bisa menikmati tiga cangkir kopi setiap hari dan tidak mengalami masalah apa pun. Sementara orang lain jadi sulit tidur jika mengonsumsi tiga cangkir kopi dalam sehari. Perbedaan kondisi dan efek yang berbeda itu perlu diperhatikan, agar kita bisa tetap mengonsumsi kopi tanpa mengalami dampak yang tidak diinginkan.

Misalnya, jika kita jadi sulit tidur karena mengonsumsi tiga cangkir kopi, kita bisa menurunkan jumlah konsumsi kopi dalam sehari. Dengan cara begitu, kita akan tetap dapat menikmati kopi tanpak khawatir tak bisa tidur di malam hari.

Kenali kandungan kafein

Kafein adalah zat yang terkandung di dalam kopi, meski ada kopi yang tidak mengandung kafein. Namun bukan berarti hanya kopi yang mengandung kafein. Ada minuman atau makanan lain yang juga mengandung kafein, namun mungkin tidak kita perhatikan. Teh, misalnya, termasuk minuman yang mengandung kafein. Begitu pula softdrink, permen kopi, cokelat, juga obat sakit kepala.

Karenanya, kita perlu memperhatikan berapa asupan kafein yang telah kita konsumsi setiap hari, untuk menghindarkan dampak negatifnya. Mungkin asupan kafein dari kopi hanya 200 mg. Tapi kita juga mengonsumsi teh bergelas-gelas, menikmati cokelat, minum softdrink, dan menelan obat sakit kepala. Akibatnya, asupan kafein kita dalam sehari pun jauh lebih banyak dari yang kita sangka.

Kemudian, cara pengolahan (roasting atau brewing) juga berpengaruh terhadap kandungan kafein dalam kopi. Misalnya, sebuah penelitian menunjukkan bahwa secangkir kopi di Starbucks mengandung rata-rata 259 mg kafein dibandingkan kopi dengan jenis dan ukuran cangkir yang sama di Dunkin Donuts yang hanya mengandung 149 mg kafein.

Sementara penelitian lain menunjukkan, kopi decaf (kopi tanpa kafein) baik untuk orang yang mengalami obesitas, karena dapat meningkatkan HDL (kolesterol baik) sekitar 50 persen. Namun, pada orang yang tidak mengalami obesitas, kopi decaf justru dapat menurunkan kolesterol HDL hingga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Perhatikan dampak dan kombinasi

Untuk setiap 6 ons kopi yang dikonsumsi, sebanyak 5 mg kalsium dari tubuh kita akan hilang. Meski kehilangan kalsium itu bisa diatasi dengan menambahkan 2 sendok susu, atau membuat espresso latte. Dengan kata lain, mengonsumsi kopi terus-menerus namun tidak mendapat asupan kalsium yang cukup dapat menurunkan kadar kalsium di tubuh kita.

Kemudian, mencampurkan kopi dengan alkohol tidak baik, terutama bagi orang yang menderita gangguan hati. Mencampur kopi dengan krim juga sebaiknya tidak dilakukan, untuk mengurangi jumlah kalori yang berlebih. Selain itu, kafein dalam kopi juga berinteraksi dengan beberapa jenis obat. Karenanya, jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dulu ke dokter sebelum mengonsumsi kopi.

Yang tidak boleh minum kopi

Tidak semua orang boleh mengonsumsi kopi. Karena alasan dan penyebab tertentu yang berhubungan dengan kesehatan, beberapa orang disarankan untuk tidak mengonsumsi kopi. Mereka yang disarankan untuk tidak minum kopi adalah wanita hamil, anak-anak, orang tua, juga orang dengan penyakit jantung dan pembuluh darah (misalnya hipertensi).

Cek kesehatan

Anda perlu lebih memperhatikan kesehatan jika terbiasa mengonsumsi kopi, apalagi jika berlebihan. Untuk itu, lakukan pemeriksaan berkala terhadap kesehatan, dalam hal ini ukuran tekanan darah. Semakin dini hipertensi diketahui, akan semakin baik untuk penanganan selanjutnya. Jangan sampai kenikmatan minum kopi jadi menimbulkan masalah kesehatan.