Panduan Mempromosikan Produk untuk Usaha Kecil Menengah (3)

Panduan Mempromosikan Produk untuk Usaha Kecil Menengah

BIBLIOTIKA - Nah, kita juga bisa menggunakan teknik beriklan seperti itu. Kalau produk yang kita buat adalah produk-produk yang ditujukan untuk kebutuhan sehari-hari, kita bisa mencari tempat-tempat strategis yang sekiranya membutuhkan produk kita. Misalnya, untuk mengenalkan shampo baru atau sabun cuci baru, kita bisa mendatangi tempat ibu-ibu atau para wanita berkumpul, dan memberikan tester secukupnya untuk mereka coba.

Dengan memberikan tester secara langsung, mereka akan mengenal produk kita, sekaligus akan memiliki pengalaman dalam mencobanya. Itu merupakan iklan yang sangat efektif, karena mereka tidak hanya melihat atau menyentuh, tetapi juga mencobanya secara langsung. Umpama kita memberikan satu sachet shampo untuk mereka coba, bisa jadi satu sachet itu akan menghasilkan penjualan puluhan sachet di masa mendatang, jika mereka menganggap cocok, baik dalam hal produk maupun harga.

Iklan dengan cara ini membutuhkan dua hal. Pertama adalah produk yang akan dijadikan tester, yang artinya akan diberikan secara gratis bagi masyarakat yang kita tuju sebagai segmen produk kita. Dan kedua adalah anggaran dana untuk menggaji para SPG atau orang-orang yang akan mengenalkan produk itu kepada masyarakat. Yang jelas, iklan dengan cara ini memiliki efektivitas yang cukup tinggi, jika kita benar-benar membidik kawasan atau lingkungan yang tepat untuk produk kita.

Iklan dengan brosur atau katalog

Dalam memproduksi suatu barang, kita mungkin tidak hanya memproduksi satu jenis atau satu macam saja, namun beberapa macam sekaligus. Misalnya, dalam satu waktu, kita memproduksi sabun mandi, sabun cuci, dan shampo. Artinya, dalam satu waktu kita memproduksi tiga macam barang yang semuanya tentu butuh dipromosikan dan dikenalkan ke masyarakat luas. Untuk tujuan itu, tentu dibutuhkan iklan yang cukup lebar (jika menggunakan iklan di koran atau majalah), dan dibutuhkan banyak tester (jika menggunakan iklan di tempat strategis yang melibatkan SPG).

Nah, untuk memudahkan sekaligus menekan biaya promosi, kita bisa menggunakan brosur atau katalog yang menjelaskan macam-macam produk yang kita buat. Brosur adalah lembaran kertas berisi penjelasan mengenai produk.

Jika produk yang kita promosikan relatif sedikit, kita bisa menggunakan brosur, misalnya satu atau dua halaman. Sedangkan katalog menyerupai buku, meski ukurannya mungkin lebih kecil dan lebih tipis. Katalog biasanya digunakan jika produk yang ditawarkan cukup banyak macam dan jenisnya.

Melalui brosur dan katalog, kita bisa mengenalkan aneka macam produk kita dengan cara ringkas, mudah, sekaligus efektif. Brosur dan katalog tak jauh beda dengan presentasi.

Tersedia paket buku digital BIBLIOTIKA untuk Anda.
Untuk mendapatkan, klik di sini.

Dengan brosur dan katalog yang menjelaskan produk kita, masyarakat akan dapat membaca dan mempelajari secara langsung, tanpa kita capek menjelaskannya. Tingkat efektivitasnya juga cukup tinggi, karena biasanya brosur dan katalog semacam itu akan disimpan penerimanya, khususnya jika brosur atau katalog itu dicetak cukup bagus.

Iklan menggunakan brosur atau katalog bisa ditempuh melalui beberapa cara. Pertama melalui pameran. Di pameran, kita bisa menyediakan setumpuk brosur atau katalog yang bisa diambil para pengunjung stand. Kedua, para SPG yang kita sewa untuk mengenalkan produk kita juga bisa sekaligus membawakan brosur atau katalog untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat yang dituju. Ketiga, kita juga bisa memberikan brosur atau katalog kepada masyarakat, bersama kemasan produk kita.

Biaya iklan melalui brosur dan katalog relatif murah, namun memiliki pengaruh yang cukup besar. Dalam iklan ini, yang diperlukan hanya penjelasan yang ditulis di atas kertas, dilengkapi gambar atau foto-foto produk.

Tentu saja dibutuhkan foto yang jelas, dan tulisan atau penjelasan yang mudah dipahami. Untuk hal itu, Anda bisa melakukannya sendiri bila mampu, atau menyerahkan pembuatannya pada tenaga profesional yang memang biasa menggarap brosur atau katalog produk.

Baca lanjutannya: Panduan Mempromosikan Produk untuk Usaha Kecil Menengah (4)