Panduan Mempromosikan Produk untuk Usaha Kecil Menengah (2)

 Panduan Mempromosikan Produk untuk Usaha Kecil Menengah

BIBLIOTIKA - Untuk itu, para pengiklan di koran atau majalah biasanya mengontrak halaman untuk iklan hingga sebulan atau beberapa bulan sekaligus. Jika kita hanya mengiklankan produk kita satu dua kali, kemungkinan besar pembaca koran atau majalah akan segera melupakan. Pengulangan adalah hal penting bagi iklan apa pun, karena dengan pengulangan itu orang yang melihat akan mudah mengingat.

Seperti yang dijelaskan di atas, harga iklan di koran atau majalah biasanya dihitung per milimeter persegi. Untuk hal itu, kita bisa menghubungi koran atau majalah bersangkutan, untuk menanyakan lebih jelas mengenai harga atau tarifnya, kemudian menentukan sebesar apa iklan yang kita inginkan muncul di koran atau majalah yang kita tuju. Jika kita telah membuat iklan berukuran besar, namun ternyata harga yang ditetapkan suatu koran yang kita tuju ternyata cukup mahal, kita bisa memperkecilnya.

Kunci yang perlu diingat dalam hal ini adalah, semakin besar atau semakin banyak pembaca suatu koran/majalah, maka biasanya harga atau tarif iklannya semakin mahal. Karena itu, jika harga yang ditawarkan untuk iklan relatif murah, biasanya pembacanya juga tidak terlalu banyak.

Namun, lebih baik memasang iklan di koran atau majalah yang dibaca banyak orang, meski tarif iklannya mahal, daripada beriklan di koran yang pembacanya sedikit, meski tarif iklannya murah. Berdasarkan pengalaman orang-orang yang pernah beriklan di media massa cetak, koran atau majalah yang tingkat pembacanya tinggi lebih efektif dan lebih menguntungkan untuk beriklan (meski tarifnya mahal), daripada yang sedikit pembacanya (meski tarifnya murah).

Iklan di pameran usaha

Di banyak kota, sering diadakan pameran atau ekspo khusus untuk usaha/bisnis, yang bisa diikuti kalangan pengusaha kecil, menengah, hingga besar. Biasanya, dalam pameran seperti itu, berbagai produk dan usaha digelar banyak stand yang disewa oleh para pengusaha untuk mengenalkan produk mereka kepada masyarakat. Produk-produk yang ditawarkan bermacam-macam, dari yang baru dibuat sampai yang sudah terkenal, dari bonsai sampai sikat gigi.

Pameran-pameran semacam itu biasanya diprakarsai sebuah event organizer khusus, dan biasanya pula dilakukan secara berkelanjutan dari satu kota ke kota lain, misal dari tanggal 1-7 di kota Semarang, lalu dari tanggal 8-16 di kota Yogya, dan begitu seterusnya. Karena itu, mengikuti pameran untuk mengenalkan produk kepada masyarakat bisa dibilang cukup efektif.

Tersedia paket buku digital BIBLIOTIKA untuk Anda.
Untuk mendapatkan, klik di sini.

Pertama, masyarakat (pengunjung pameran) dapat langsung melihat, menyentuh, atau bahkan mencoba produk yang kita pamerkan, sehingga memiliki pengalaman langsung dengan produk kita. Kedua, jika kita mengikuti pameran dari satu kota ke kota lain secara berkesinambungan, masyarakat di berbagai kota pun akan mengenal produk kita.

Biaya yang dibutuhkan untuk mengikuti pameran semacam itu biasanya berkisar pada sewa stand, dan bayaran untuk orang yang menjaga (jika kita menggaji petugas khusus untuk menjagai stand kita, dan melayani pengunjung pameran). Namun, yang jelas, dibanding hasilnya, biaya mengikuti pameran semacam itu bisa dibilang relatif murah.

Selain itu, pameran tidak hanya bisa kita manfaatkan untuk memamerkan produk yang kita buat, namun juga bisa sekaligus untuk menjual. Melalui stand pameran, kita bisa mengenalkan produk kepada masyarakat, untuk mereka lihat, coba, dan rasakan.

Jika mereka tertarik, mereka bisa langsung membelinya. Beriklan sekaligus menjual dalam satu tempat. Itu fasilitas yang sulit kita peroleh di tempat lain. Iklan di televisi ataupun di koran tidak bisa memberikan fasilitas semacam itu.

Iklan di tempat strategis

Di masa lalu, sering terlihat beberapa SPG (Sales Promotion Girl) yang turun ke jalan-jalan untuk mempromosikan rokok kepada masyarakat. Tidak hanya mempromosikan, mereka (para SPG) juga memberikan sebatang atau dua batang rokok kepada calon pembeli untuk merasakan rokok yang mereka tawarkan. Tidak hanya rokok baru yang menggunakan teknik promosi semacam itu, karena rokok yang telah sangat terkenal pun masih menggunakan cara promosi seperti itu.

Baca lanjutannya: Panduan Mempromosikan Produk untuk Usaha Kecil Menengah (3)