Panduan Mempromosikan Produk untuk Usaha Kecil Menengah (1)

Panduan Mempromosikan Produk untuk Usaha Kecil Menengah

BIBLIOTIKA - Memproduksi suatu barang adalah satu hal, namun memasarkan dan mempromosikannya adalah hal lain. Agar barang yang kita produksi bisa dikenal masyarakat dan laris terjual, tentu dibutuhkan iklan atau promosi untuk mengenalkan produk.

Sebagaimana kita saat ini mengenal berbagai barang kebutuhan sehari-hari (semisal pasta gigi, sabun cuci, dan lain-lain) melalui iklan yang kita lihat atau tonton, begitu pula kita perlu mengiklankan produk kita agar masyarakat mengenal produk yang kita buat.

Yang kadang menjadi masalah, upaya iklan membutuhkan biaya cukup besar. Iklan di televisi, misalnya, dihitung per detik. Jika satu iklan membutuhkan waktu sekitar setengah menit atau 30 detik, dan iklan itu ditayangkan sepuluh kali per hari, maka kita sudah harus menganggarkan sekian juta hanya untuk keperluan promosi sehari saja.

Bagi perusahaan besar yang memiliki dana khusus untuk iklan yang jumlahnya besar tentu bukan masalah. Namun, bagi para pengusaha kecil dan menengah, tentu bisa menjadi masalah yang cukup membebani.

Karena itu, uraian ini akan memberikan kiat-kiat khusus mengenai cara promosi atau beriklan yang efektif, namun dengan biaya yang tidak terlalu mahal atau terjangkau, untuk usaha kecil dan menengah. Kiat-kiat promosi berikut ini, jika dilakukan dengan baik dan terukur, akan dapat mendatangkan hasil seperti yang kita inginkan, yaitu produk dikenal masyarakat dan menarik mereka untuk mencari serta mengonsumsinya.

Berikut ini kiat-kiat berpromosi secara murah dan efektif, yang bisa Anda coba.

Iklan di koran dan majalah

Jika iklan di televisi dihitung per detik, iklan di koran biasanya dihitung per milimeter persegi. Namun, semahal-mahalnya iklan di koran, tentu lebih murah dibanding iklan di televisi. Baik proses pembuatan iklannya, maupun tarif iklan yang ditetapkan.

Untuk beriklan di televisi, misalnya, kita harus membuat film khusus untuk iklan. Hal itu tentu dibutuhkan banyak hal, dari artis yang digunakan (jika iklan menggunakan orang atau manusia), honor si artis, sampai biaya pembuatan iklan yang relatif mahal, dan honor untuk orang-orang yang memproduksi film iklan tersebut.

Tersedia paket buku digital BIBLIOTIKA untuk Anda.
Untuk mendapatkan, klik di sini.

Saat ini memang telah banyak biro advertising yang bisa membuatkan iklan televisi, dan kita bisa memesan pada mereka. Namun, tentu juga dibutuhkan biaya yang besar, karena pembuatan iklan televisi memang cukup mahal.

Berbeda dengan iklan di koran. Untuk beriklan di koran, yang kita butuhkan hanya teks dan gambar yang menarik. Kita cukup memotret produk yang kita miliki, dilengkapi teks yang menjelaskan produk tersebut. Jika kita kesulitan membuatnya, kita bisa menghubungi biro advertising yang khusus melayani pembuatan iklan untuk koran. Biaya pembuatannya tentu jauh lebih murah dibanding biaya membuat iklan untuk televisi.

Setelah bentuk iklan jadi seperti yang kita inginkan, kita bisa menghubungi koran atau majalah yang tepat. Kalau produk kita adalah produk yang dibutuhkan sehari-hari, maka pilihan media massa yang bisa digunakan cukup luas. Kita bisa memilih koran harian atau tabloid mingguan yang dibaca keluarga, majalah wanita, atau pun majalah yang membahas peristiwa sehari-hari.

Yang perlu diingat dalam berpromosi melalui koran atau majalah adalah kesinambungan iklan itu di majalah atau koran bersangkutan. Artinya, sebagaimana iklan di televisi, iklan di koran atau majalah juga membutuhkan pengulangan. Semakin sering iklan dimuat di koran atau majalah, semakin besar pula kemungkinan masyarakat (pembaca koran atau majalah) yang akan mengingatnya.

Baca lanjutannya: Panduan Mempromosikan Produk untuk Usaha Kecil Menengah (2)