Panduan Memberikan Handphone pada Anak (2)

 Panduan Memberikan Handphone pada Anak

BIBLIOTIKA - Kepemilikan sebuah handphone juga membuat anak bisa dengan mudahnya mengakses pornografi. Hal ini sudah menjadi rahasia umum, dimana perangkat handphone dapat digunakan sebagai alat transfer untuk menerima dan mengirim apapun dalam format figital (gambar, foto, film dan lain-lainnya).

Nah, kalau Anda memutuskan ingin memberikan perangkat handphone untuk anak, mungkin karena dengan pertimbangan agar Anda dapat selalu memantau keberadaan dan aktivitasnya, maka ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilihkan handphone untuk mereka. Setidaknya adalah yang berikut ini:

Jangan berikan handphone yang canggih kepada anak, dengan tujuan untuk meminimalisir anak dalam menggunakan akses gambar ataupun data yang hanya boleh dikonsumsi orang dewasa. Karenanya, usahakan untuk memberikan handphone kepada mereka yang tidak dilengkapi dengan fasilitas infra merah, bluetooth, ataupun internet. Lebih baik berikan handphone yang bernilai cukup konvensional saja, yang penting dapat digunakan untuk menelepon dan berkirim SMS.

Tidak ada salahnya kalau Anda sesekali memeriksa isi handphone milik anak. Ini dilakukan dengan tujuan untuk mengantisipasi hal-hal negatif yang mungkin terjadi.

Usahakan untuk memberikan pengertian kepada anak-anak bahwa mereka tidak diperkenankan untuk menggunakan handphone pada waktu-waktu tertentu, semisal pada waktu belajar, waktu tidur malam, ataupun pada acara-acara keluarga.

Di luar waktu-waktu di atas yang telah ditentukan itu, anak boleh memegang dan menggunakan handphone, sehingga handphone yang mereka miliki tidak sampai mengganggu waktu belajar dan waktu tidur mereka, ataupun waktu-waktu lain yang penting.

Nah, menyangkut pemberian handphone untuk anak ini, pada umur berapakah sekiranya yang paling tepat untuk mulai memberikan handphone kepada mereka?

Untuk anak-anak yang masih bersekolah di SD dan berumur kira-kira 5 sampai 11 tahun belum disarankan untuk memberikan handphone kepada mereka. Alasannya karena pada umur-umur sekian itu anak-anak masih begitu suka berbicara apa saja. Karenanya, kalau memberikan handphone kepada mereka, maka tidak menutup kemungkinan mereka akan menggunakan handphone sebagai sarana untuk berbicara apa saja dengan siapa saja melalui komunikasi suara atau juga melalui SMS di handphone.

Ini tentu saja tidak efektif. Selain akan memboroskan pulsa handphone, hal itu juga akan menjadikan anak berkurang tingkat sosialisasinya dengan orang-orang yang ‘sesungguhnya’. Selain itu, pada taraf usia tersebut, anak biasanya masih dilanda ‘penyakit’ mudah bosan.

Karena masih mudah tergiur oleh benda milik temannya atau milik orang lain, dia juga cenderung mudah menjadi bosan dengan barang-barang miliknya. Karenanya, memberikan handphone pada anak-anak ini hanya akan memboroskan kantong orangtuanya karena bisa saja si anak menyukai handphonenya untuk beberapa hari namun kemudian minta ganti handphone lain di hari-hari berikutnya.

Nah, untuk anak-anak yang telah memasuki SMP dengan usia 12 tahun ke atas, pemberian handphone akan dapat diharapkan menjadi sesuatu yang efektif, karena pada masa ini seorang anak akan dapat mulai berpikir secara baik dan juga kritis, mulai dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk serta dapat memilah mana yang penting dan mana yang tidak penting. Pada masa inilah orangtua dapat mulai membekali anak-anaknya dengan perangkat handphone.