Nilai Plus Vegetarian yang Perlu Anda Tahu

 Nilai Plus Vegetarian yang Perlu Anda Tahu

BIBLIOTIKA - Yang seringkali menjadi semacam keyakinan umum namun salah menyangkut gaya hidup vegetarian adalah keyakinan (lebih tepat jika disebut asumsi) yang menyebutkan bahwa makanan yang dikonsumsi oleh kaum vegetarian menjadikan orang-orang itu menjadi lemah dan lesu, pucat dan mudah terserang penyakit (mengingat mereka tidak mengkonsumsi daging dan hanya memakan makanan dari tumbuhan).

Namun sesungguhnya, yang terjadi adalah kebalikan dari asumsi itu. Jenis makanan yang bisa dikatakan alami yang dikonsumsi oleh para penganut gaya hidup vegetarian menjadikan mereka justru menjadi kuat, lincah, dan penuh energi serta semangat. Lebih dari itu, pengaruh makanan yang mereka konsumsi menjadikan mereka lebih merasa fresh serta berwajah cerah.

Ada cukup banyak penelitian yang telah menyebutkan bahwa stamina atau energi para penganut vegetarian lebih bertahan lama dibandingkan dengan para pemakan daging atau non-vegetarian. Para vegetaris (orang-orang yang menjalankan gaya hidup vegetarian) ini juga hanya memerlukan seperlima waktu dari yang dibutuhkan oleh para pemakan daging dalam hal memulihkan kondisi setelah lelah karena bekerja atau setelah berolahraga.

Menyangkut hal ini, ada fakta yang telah menunjukkan bahwa para atlit olimpiade mengakui bahwa diet ala vegetarian mampu membantu mereka menghasilkan prestasi yang lebih baik. Jika Anda mengenal nama Murray Rose, yang dinyatakan sebagai perenang termuda dan paling berbakat yang berhasil memenangkan medali emas olimpiade, maka resep rahasia dari Murray Rose adalah ketekunan latihan dan makanan ala vegetarian.

Selain Murray Rose, ada pebasket terkenal bernama Bill Walton, kemudian atlit angkat berat Johnny Weismuller dan A. Anderson, yang kesemuanya menyatakan hal yang sama, bahwa energi serta kekuatan fisik mereka tidak hanya didasari oleh ketekunan latihan, namun juga ditunjang oleh menu makanan vegetarian.

Nilai plus dari menu makanan vegetarian tidak hanya terbukti pada energi serta daya fisik manusia, namun juga terlihat pada binatang. Seperti yang juga Anda tahu, binatang-binatang yang memiliki kekuatan fisik alami yang luar biasa adalah binatang-binatang yang juga menjadi vegetaris alami. Binatang-binatang semacam kerbau, sapi, kuda, atau gajah, misalnya, hanya memakan rumput dan tumbuh-tumbuhan, namun mereka memiliki kekuatan yang lebih besar dibanding dengan binatang-binatang yang memakan daging.

Mungkin Anda jadi tertarik untuk menjadi vegetaris atau mencoba gaya hidup vegetarian setelah membaca ulasan yang cukup panjang lebar ini?

Nah, sebelum Anda menentukan langkah itu, ada baiknya untuk mengingat bahwa untuk menjadi vegetaris atau menjalani gaya hidup ala vegetarian tidak cukup hanya memakan buah-buahan dan sayur-sayuran saja. Buah dan sayur memang bisa dikatakan identik dengan gaya hidup vegetarian, namun bukan berarti bahwa gizi para vegetaris hanya ditunjang oleh kedua bahan itu saja. Makanan sejenis kacang-kacangan dan biji-bijian juga diperlukan untuk melengkapi kebutuhan tubuh akan lemak dan karbohidrat.

Selain itu, yang perlu memperoleh perhatian serius adalah bukan hanya jenis-jenis makanannya itu saja, namun lebih pada kualitas dan tingkat kesegaran bahan makanan yang akan dikonsumsi. Semakin segar bahan makanan, maka semakin terjaga pula kualitas vitamin, protein, mineral dan zat-zat lain yang dikandungnya.

Makanan-makanan yang telah kehilangan kesegarannya mungkin saja tetap enak di lidah, namun mungkin hanya berfungsi mengenyangkan perut sesaat, tetapi tidak memberikan manfaat atau faedah yang sesungguhnya diperlukan oleh tubuh.

Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa makanan-makanan tertentu yang telah diawetkan atau dikalengkan (dikemas dalam kaleng) seperti sup, jus buah, jamur, acar sayur, ataupun yang lainnya telah mengalami penurunan nilai gizi karena proses pengalengannya itu. Meski aroma dan rasanya mungkin lebih lezat, namun makanan ataupun minuman yang telah diawetkan atau dikalengkan itu telah kehilangan sebagian nilai gizinya dan juga kemampuannya dalam menghalau penyakit.

Kenyataan semacam itu disebabkan karena proses pengawetan atau pengalengan dalam pabrik melibatkan bahan-bahan kimia, mesin-mesin pabrik, dan juga rekayasa suhu serta lainnya—juga terbuka pada kemungkinan untuk terkena polusi dan keracunan. Dari segi kepraktisan, mungkin makanan atau minuman kaleng semacam itu sesuai dengan gaya hidup modern yang serba praktis dan serba instan.

Namun, meskipun begitu, bahan-bahan segar yang langsung diperoleh dari alam (tanpa proses rekayasa pabrik) tetap merupakan pilihan yang lebih baik karena memiliki kualitas gizi yang lebih baik serta memudahkan tubuh kita dalam mencernanya.

Jadi, menjadi vegetarian saja tidaklah cukup. Untuk menjaga agar tubuh tetap sehat dan berfungsi sebagaimana mestinya, kita harus benar-benar menerapkan falsafah vegetarian yang hakiki, yakni back to nature atau kembali ke alam dalam arti yang sebenar-benarnya—tanpa unsur rekayasa, tanpa campur tangan pabrik, dan kalau bisa; tanpa sentuhan zat-zat kimiawi.