Mengenal Proses Pembuatan Teh Hitam

Mengenal Proses Pembuatan Teh Hitam

BIBLIOTIKA - Di antara semua jenis teh lainnya, teh hitam ini memiliki proses pembuatan yang paling rumit untuk dapat menjaga daun tehnya agar tetap utuh, sebab teh jenis ini dibuat dari daun-daun teh yang lebih besar dan lebih tua. Setelah daunnya dipetik, daun-daun teh ini segera dijemur di bawah terik matahari untuk membuatnya layu. Tujuannya adalah untuk menurunkan kadar air yang terkandung di dalamnya dan menjadikannya lebih lembut.

Daun-daun yang telah layu itu kemudian ditaruh di dalam keranjang bambu dan dikocok-kocok dengan cepat dengan tujuan untuk merusakkan pinggiran daun. Setelah itu, daun-daun tersebut ditebarkan dalam suatu tempat untuk dikeringkan.

Yang membutuhkan kesabaran adalah, proses pengocokan dan penebaran daun-daun tersebut harus diulang beberapa kali. Tepi daun yang rusak biasanya akan berubah menjadi merah karena proses fermentasi, sementara bagian tengahnya tetap berwarna hijau.

Pada proses pembuatan teh hitam ini proses peragian atau fermentasi berlangsung penuh, yang menyebabkan daun-daun teh berubah warna menjadi hitam dan memberikan rasa khas ketika kelak diseduh dan dikonsumsi.

Setelah dipetik, daun teh yang masih hijau ditebarkan di atas wadah pada rak-rak untuk dilayukan selama 12 sampai 18 jam. Selama proses pelayuan yang cukup lama itulah daun akan kehilangan banyak kadar airnya dan menjadi lembut serta layu sehingga daun-daun itu menjadi mudah untuk digiling.

Ketika dalam proses penggilingan, daun-daun menjadi hancur, dan memungkinkan keluarnya sari teh serta minyak esensial yang memunculkan aroma khas. Setelah proses penggilingan, daun-daun itu kemudian dimasukkan ke dalam ruangan yang besar, lembab sekaligus dingin. Di ruangan tersebut, daun-daun itu diletakkan dalam tempat-tempat seperti nampan untuk dilakukan fermentasi.

Selama proses fermentasi berlangsung, warna daun menjadi lebih gelap dan sarinya pun menjadi kurang pahit. Dalam proses ini pula ciri-ciri rasa teh hitam yang beraneka macam (berbau harum, beraroma seperti buah-buahan atau kacang-kacangan) akan mulai muncul.

Proses fermentasi itu kemudian dihentikan ketika aroma dan rasanya dirasa sudah maksimal. Hal tersebut dilakukan dengan cara memanaskan daun-daun tersebut di dalam oven. Di sini, sarinya akan mengering di permukaan daun dan bertahan relatif tetap sampai kemudian dilepaskan oleh air panas selama proses penyeduhan.

Teh hitam yang terbaik di dunia dihasilkan di negara Cina, India (Assam, Darjeeling dan Nilgiri) dan Srilanka (Ceylon). Negara-negara Barat mengkonsumsi teh hitam sebanyak 80 persen dari total konsumsi teh, sedang di AS konsumsi teh hitam ini mencapai tingkat 90 persen.