Mengatasi Diabetes Ala Vegetarian

 Mengatasi Diabetes Ala Vegetarian

BIBLIOTIKA - Hippocrates, yang dikenal sebagai Bapak Kedokteran, sejak berabad-abad yang lalu telah mengatakan, “Makanan Anda akan menjadi obat-obatan, dan obat-obatan Anda akan menjadi makanan.”

Apabila ucapan Hippocrates itu dibenturkan dengan kenyataan masa sekarang, maka sepertinya ucapan itu tidak relevan, karena orang-orang yang hidup di jaman modern ini menggunakan pil dan obat-obatan produksi pabrik sebagai sarana pengobatan—dan mana mungkin orang menjadikan pil sebagai makanan?

Namun, apa yang diucapkan oleh Hippocrates itu akan tepat dan relevan jika dirujukkan dengan gaya hidup kaum vegetarian yang memang menjadikan kekayaan alam ini sebagai sumber makanan utama. Tumbuh-tumbuhan dan segala macam ‘karib-kerabatnya’ seperti buah-buahan, umbi-umbian, bahkan akar-akaran tidak hanya dapat dijadikan sebagai sumber makanan, namun juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber pengobatan.

Diabetes/kencing manis

Kencing manis atau diabetes mellitus adalah penyakit yang berupa gangguan pada organ pankreas yang berkurang dalam memproduksi insulin untuk menstabilkan kadar gula darah dalam tubuh. Penyakit diabetes ini terbagi menjadi dua tipe, yaitu tipe I dan tipe II.

Tipe I adalah tipe yang tergantung dengan insulin (insulin independent)—biasanya terjadi pada anak kecil karena kegagalan sel pankreasnya dalam bekerja.

Sedangkan tipe II adalah tipe yang tidak tergantung pada insulin (non-insulin independent)—biasanya terjadi pada orang dewasa. Penyebab yang terjadi pada orang dewasa ini biasanya adalah pola makan yang berlebihan, dan juga terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang manis.

Gejala-gejala penyakit diabetes ini bisa dikenali seperti di bawah ini:
  1. Sering buang air kecil dan dalam jumlah yang banyak, baik pada waktu siang ataupun pada malam hari.
  2. Sering merasa lapar yang berlebihan.
  3. Cepat merasa letih, lelah dan lesu.
  4. Berat badan mengalami penurunan, meskipun tetap enak makan atau tetap makan dalam jumlah yang cukup.
  5. Luka yang sukar sembuh, mengalami infeksi kulit dan gatal-gatal.
  6. Kesemutan dan mati rasa di daerah sekitar kaki.

Secara medis, penyakit ini dapat dicegah dengan cara menurunkan berat badan secara berkala (apabila memang mengalami kegemukan) dengan cara teratur berolahraga. Selain itu, tidak mengkonsumsi gula secara berlebihan dan juga makanan-makanan yang mengandung karbohidrat tinggi semacam beras, bakmi, kentang atau roti. Untuk orang yang telah berusia di atas 40 tahun, disarankan untuk secara rutin memeriksakan kadar gula darah ke dokter.

Kalau menggunakan cara vegetarian, penyakit diabetes dapat diatasi dengan cara mengganti konsumsi makanan berkadar gula tinggi dengan buah-buahan dan sayuran segar, serta menggantikan beras putih dengan beras merah yang digiling. Selain menghambat peningkatan kadar gula, beras merah juga sangat baik untuk pertumbuhan sel baru. Selain itu, berikut ini kombinasi makanan yang disarankan:

Konsumsi sayuran:

Salah satu ‘musuh’ diabetes adalah kangkung. Karenanya, biasakan untuk mengkonsumsi kangkung, paling tidak tiga kali dalam satu minggu. Akan lebih baik lagi kalau kangkung ini dijadikan sebagai menu harian. Cara mengkonsumsinya adalah dengan cara dikukus atau direbus.

Buncis juga memiliki khasiat yang tak jauh berbeda dengan kangkung dalam memerangi diabetes. Kalau juga tertarik untuk mengkonsumsi buncis, pilihlah buncis yang agak mentah dan jangan terlalu lama dimasak.

Konsumsi pula labu, pare dan lamtoro. Tiga buah dan sayuran itu memiliki peranan yang bagus dalam menurunkan kadar gula dalam tubuh.

Konsumsi buah-buahan:

Belimbing yang mulai menguning, dikonsumsi sebanyak 1 sampai 2 buah perhari.

Jambu biji—bisa dibuat sebagai minuman dengan cara mengirisnya tipis-tipis, kemudian dikeringkan. Setelah itu masukkan irisan tersebut ke dalam seduhan teh, dan dikonsumsi pada waktu sore atau menjelang makan malam.