Memahami Teknologi SMS/GPRS di Handphone

 Memahami Teknologi SMS/GPRS di Handphone

BIBLIOTIKA - Semenjak SMS (Short Message Service) lintas operator secara resmi beroperasi di Indonesia, lalu-lintas pengiriman pesan pendek melalui handphone di negeri ini pun mencapai angka rata-rata empat juta pesan perhari. Ini tergolong luar biasa. Coba bandingkan dengan pengalaman operator handphone Maxis Communication di Malaysia yang mencatat hingga 25 juta pesan SMS perbulan dari para pelanggannya.

Tren naiknya penggunaan SMS tersebut kini juga sedang melanda dunia secara umum. Asosiasi GSM (Global System for Mobile Communication) melaporkan bahwa selama kuartal pertama tahun 2001 saja, catatan pengiriman SMS di dunia mencapai jumlah 16 miliar pesan.

Jumlah itu merupakan lima kali lipat lebih banyak jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Dan sekarang, dengan adanya teknologi GPRS, maka hampir dapat dipastikan kalau penggunaan SMS akan semakin ‘gila-gilaan’.

Melihat popularitas SMS, sepertinya layanan yang satu ini memang sulit untuk punah. Selain itu, teknologi baru, dalam hal ini GPRS, juga mendukung layanan tersebut, yang memungkinkan pengiriman SMS menjadi semakin kaya.

Keunggulan layanan SMS-GPRS

Apa saja keunggulan dari layanan SMS ini, sehingga dapat bertahan di era teknologi GPRS sekarang ini? Setidaknya berikut ini beberapa alasannya.

Alasan yang pertama, hal itu kembali pada platform SMS yang menjadi awal lahirnya GPRS. Di dalam kerjanya, SMS muncul dalam format berbentuk teks sehingga dapat menghemat kanal atau bandwith. Sebagai perbandingan, 160 karakter pesan yang kita ketikkan di dalam satu kali SMS, misalnya, itu sama dengan satu detik dering nada panggilan dalam mode percakapan biasa antar pengguna handphone. Selain mengemat bandwith, SMS juga dapat tersimpan secara aman di dalam perangkat handphone.

Alasan yang kedua, yang membuat SMS dapat menyatu dalam fasilitas GPRS adalah karena dari penggunaan keping elektronik yang disebut sebagai kartu SIM (Subscriber Identification Module) yang biasanya terletak di bagian belakang perangkat handphone. Dengan kehadiran kartu SIM ini pula, maka kita akan bisa mengirim SMS kapan saja dan kepada siapa saja, dan tidak cuma untuk mengirim satu pesan kepada satu orang saja.

Beberapa fitur handphone telah menyediakan fasilitas pengiriman SMS untuk sejumlah teman sekaligus. Bukan cuma itu saja, kehandalan SMS sebagai sarana komunikasi juga telah teruji oleh keleluasaannya dalam menerima pengambangan teknologi baru.

Kemampuannya untuk muncul dalam bentuk unified messaging misalnya, telah memungkinkan seorang pengguna handphone menggunakan satu piranti perantara atau interface saja di dalam mengakses kiriman data berupa suara, e-mail dan juga faksimili melalui SMS.

Kemampuan dan daya tarik SMS juga semakin meningkat seiring dengan pengembangan teknologi Enhanched Message Service (EMS) di dalam perangkat handphone. EMS merupakan bentuk pengembangan lebih lanjut dari SMS yang memungkinkan pemakai handphone untuk mengirimkan grafis atau gambar-gambar animasi, nada dering atau ringtone sampai pada penggalan headline surat kabar.

Berbagai keunggulan EMS ini yang kemudian juga turut mendorong munculnya era Multimedia Messaging Service atau MMS.