Memahami Teknologi Radio Visual Handphone

Memahami Teknologi Radio Visual Handphone

BIBLIOTIKA - Kalau perangkat radio ada di dalam sebuah handphone, mungkin itu bukan hal yang aneh lagi karena sudah ada begitu banyak handphone yang telah dilengkapi dengan radio. Tetapi, adanya radio visual di sebuah handphone mungkin belum menjadi sesuatu yang terkenal. Jadi, apa radio visual itu?

Dapat dikatakan kalau radio visual akan memberikan suatu pengalaman baru dalam hal menikmati radio—dalam hal ini stasiun radio FM. Dengan radio visual, maka aktivitas ini menjadi bukan lagi sekedar untuk mendengar atau didengarkan, tetapi juga untuk dinikmati secara visual. Jadi, nantinya radio visual tidak hanya dapat dinikmati oleh pendengar, tetapi juga oleh stasiun radio, pengiklan, dan juga operator telekomunikasi.

Dengan radio visual, maka gambar dan teks akan disinkronisasikan dengan program radio dalam mengusung informasi secara langsung dan juga interaktif ke perangkat bergerak (handphone).

Sebuah konsorsium perusahaan radio dan teknologi akan membuat semua itu dapat dinikmati di dalam sebuah perangkat handphone. Perusahaan Hewlett-Packard atau yang terkenal dengan sebutan HP, bergabung dengan Nokia dan Infinity Broadcasting, dan mereka mengumumkan rencana mereka dalam hal memperkenalkan apa yang mereka sebut sebagai radio visual.

Teknologi baru tersebut akan menggabungkan siaran radio FM tradisional melalui sebuah piranti penerima yang disisipkan ke dalam handphone, dengan menggunakan teks dan grafis di layar. Tampilan grafisnya akan dikoordinasikan dengan stasiun radio, umpamanya menampilkan judul lagu, nama penyanyi, atau juga menyediakan informasi-informasi tertentu seperti misalnya jadwal konser suatu artis.

Radio visual memang memungkinkan akses yang lebih besar terhadap content faktual, partisipasi interaktif pendengar, dan bahkan juga fasilitas berbelanja (dalam hal ini misalnya membeli ringtone secara langsung melalui stasiun radio tersebut). Dan semuanya ini akan ada dalam sebuah perangkat bernama handphone.

Anggota konsorsium yang bergabung dan menggulirkan rencana menyangkut radio visual ini meyakini kalau radio visual akan mampu meningkatkan loyalitas pelanggan (pendengar) dan juga pendapatan iklan. Sementara itu, operator seluler pun berharap untuk juga memperoleh pendapatan dari pelanggannya.

Dalam hal ini, pelanggan nantinya tidak perlu membayar untuk mendengar siaran radio. Hanya saja, ketika mengaktifkan fitur stream data dan layanan interaktif radio visual, maka pelanggan harus membayar biaya koneksi seluler GPRS atau General Packet Radio System yang digunakan dalam bentuk pemotongan nilai pulsa.

Cara menggunakan radio visual handphone

Radio visual yang dapat dinikmati melalui handphone ini bekerja dengan cara memungkinkan stasiun radio menciptakan dan memuat content yang interaktif untuk mendampingi dan melengkapi siaran FM yang sudah ada. Pengguna handphone yang memiliki fasilitas radio visual ini akan bisa mendengarkan siaran radio favorit mereka melalui handphone, sambil juga melihat dan melakukan respon saluran visual yang diudarakan melalui jaringan seluler GPRS.

Untuk dapat menikmati layanan radio visual ini, maka kita harus memiliki handset yang memiliki kemampuan radio visual.

Nah, keberadaan radio visual di handphone ini akan memberikan banyak manfaat, baik bagi pihak pendengar, pihak stasiun radio, pengiklan, dan juga bagi pihak operator seluler.

Manfaat bagi pendengar, misalnya; dapat membaca informasi judul, jenis lagu, nama dan juga foto penyanyi favorit. Selain itu mereka juga akan dapat mengetahui jadwal konser penyanyi, mengakses berita tinjauan cuaca, dan juga info lalu lintas sambil mendengarkan lagu atau musik.

Kemudian, mereka akan dapat menikmati talk show dan menyimak tayangan dari hal-hal yang telah dibahas, dapat memberikan partisipasi dalam jajak pendapat untuk memilih lagu favorit, atau juga membeli nada dering dari suatu lagu yang baru saja didengar dengan cara mendownloadnya secara langsung.

Manfaat bagi pihak stasiun radio, misalnya, adalah adanya interaktivitas radio visual yang melakukan transformasi pihak pendengar menjadi pihak yang juga aktif, tidak hanya pasif mendengarkan saja seperti selama ini. Kemudian, radio visual juga memungkinkan stasiun-stasiun radio untuk menawarkan nilai baru bagi pihak pendengar dan juga pengiklan, memungkinkan untuk merancang jajak pendapat, pemilihan, dan juga kuis secara real time secara cepat dan juga mudah.

Selain itu, radio visual memberikan peluang untuk dapat menciptakan pendapatan baru melalui penjualan content dan layanan digital, meningkatkan nilai suatu merek dan memperkuat identitas stasiun radio, dan juga menjadi media yang memungkinkan masukan pendapatan iklan baru.

Kemudian manfaat bagi pihak pengiklan, di antaranya, adalah menemukan adanya suatu media yang baru (dalam hal ini radio visual) yang memiliki dua arah yang berguna dalam mengkomunikasikan pesan-pesan pemasaran mereka. Radio visual memungkinkan adanya interaktivitas yang mudah yang akan membawa partisipasi tinggi dan juga respon langsung bagi suatu kampanye tertentu. Interaktivitas radio visual juga menawarkan peluang yang besar bagi manajemen hubungan konsumen yang lebih dalam.

Kemudian, manfaat radio visual bagi pihak operator seluler, misalnya, menciptakan pendapatan baru dalam hal layanan data istem, memberikan peluang adanya content digital baru dan meningkatkan kentungan, serta memberikan potensi dalam hal meningkatkan penggunaan layanan GPRS.