Makanan Penambah Energi Menjelang Melahirkan

Makanan Penambah Energi Menjelang Melahirkan

BIBLIOTIKA - Melahirkan bukan hanya peristiwa besar bagi seorang ibu atau calon ibu, namun juga proses yang melelahkan. Umpama olahraga, proses melahirkan membutuhkan stamina yang sangat kuat, energi yang sangat besar, dan organ-organ fisik yang bersatu padu membantu proses tersebut. Otot-otot di sekitar pinggul, otot rahim, dan otot perut, misalnya, bekerja sangat keras selama proses persalinanan berlangsung. Jika kondisi fisik ibu hamil tidak benar-benar prima, proses melahirkan tidak hanya melelahkan namun juga bisa menyakitkan.

Karena hal itulah ibu hamil sering disarankan untuk menjaga kesehatan dengan baik selama kehamilan, rajin berolahraga atau bergerak agar tubuh selalu bugar, istirahat yang cukup, dan mengonsumsi makanan-makanan bergizi yang membantu kesehatan tubuh. Menjelang saat melahirkan pun, ibu hamil sebenarnya masih boleh mengonsumsi makanan demi mendapatkan asupan nutrisi yang cukup sebelum proses melahirkan.

Kemudian, selama melahirkan, ibu hamil kadang merasa haus atau kelaparan. Apakah ibu hamil boleh makan dan minum selama proses melahirkan berlangsung? Sebenarnya boleh. Di masa lalu, beberapa praktisi memang melarang ibu hamil makan dan minum selama proses melahirkan, karena dikhawatirkan dapat tersedak atau muntah. Namun, beberapa penelitian terakhir mengungkapkan bahwa makan dan minum selama persalinan tidak menimbulkan risiko apa pun.

Maria Newburn dari National Childbirth Trust, misalnya, menyarankan untuk tidak membatasi ibu hamil dalam mengonsumsi makanan dan minuman selam proses kehamilan berlangsung. Meski begitu, tentu saja ibu hamil yang akan melahirkan tidak bisa makan sembarangan. Bagaimana pun, makanan yang dipilih haruslah tepat dengan kondisi yang sedang dialami.

Lalu, apa makanan terbaik yang bisa dikonsumsi ibu hamil untuk menunjang energinya selama proses melahirkan? Makanan yang baik dikonsumsi menjelang melahirkan adalah makanan yang mengandung karbohidrat, karena mudah dicerna dan banyak memberikan energi. Ibu hamil bisa memakannya sedikit demi sedikit namun sering, atau setiap satu jam sekali sebelum proses melahirkan terjadi, atau di awal-awal kontraksi. Beberapa jenis makanan berkarbohidrat yang bisa dipilih di antaranya adalah:
  • Roti
  • Sereal
  • Kentang
  • Pasta
  • Biskuit
  • Sup
  • Puding susu

Selain makanan berkarbohidrat yang disebut di atas, ibu hamil juga bisa mengonsumsi buah-buahan. Pisang adalah buah yang sangat disarankan. Pilihan lain yang bisa diambil adalah apel.

Yoghurt rendah lemak juga bisa dikonsumsi untuk membantu menambah energi ibu yang akan melahirkan. Yoghurt mengandung gula dan karbohidrat, dan bisa dikonsumsi sebelum proses melahirkan berlangsung, untuk mendapat asupan energi yang efektif.

Sebagai alternatif, ibu hamil juga bisa mengonsumsi madu yang dicampur teh herbal. Selain memulihkan energi yang hilang selama proses melahirkan, minuman teh herbal yang dicampur madu juga membantu ibu merasa tenang. Pilihan lainnya adalah teh manis, namun jangan gunakan gula terlalu banyak.

Kemudian, yang perlu diperhatikan, hindari makanan berlemak pada waktu akan melahirkan, karena konsumsi makanan berlemak dapat mempengaruhi kinerja perut selama melahirkan.

Selama proses melahirkan berlangsung, siapkan air putih yang banyak. Ibu harus sering minum air putih selam proses kehamilan berlangsung, untuk menghindarkan dehidrasi.

Sebelum atau selama proses melahirkan, hindari mengonsumsi minuman yang mengandung soda atau cola. Hindari pula minuman yang masam, seperti jus jeruk atau anggur.

Semua konsumsi makanan dan minuman yang disebut di atas hanya berlaku untuk proses melahirkan normal. Jika ibu melahirkan dengan operasi caesar, perlu mengonsultasikannya terlebih dulu kepada dokter.