Lee Kun-hee, Sang Pewaris Perusahaan Samsung

 Lee Kun-hee, Sang Pewaris Perusahaan Samsung

BIBLIOTIKA - Lee Kun-hee adalah pebisnis Korea Selatan, yang memimpin perusahaan Samsung Group. Dia juga anak Lee Byung-chul, sang pendiri perusahaan Samsung. Lee Kun-hee lahir pada 9 Januari 1942 di Uiryeong County, Korea Selatan, dan memiliki gelar di bidang ekonomi dari Universitas Waseda, dan MBA dari George Washington University.

Setelah lulus kuliah pada 1968, Lee Kun-hee bergabung dengan perusahaan ayahnya, Samsung Group. Sembilan belas tahun kemudian, dia menerima perusahaan itu sebagai warisan, setelah ayahnya meninggal pada 1 Desember 1987. Sejak itu pula, Lee Kun-hee menjadi pemimpin perusahaan Samsung.

Selama bertahun-tahun bergabung dengan perusahaan ayahnya, Lee Kun-hee menyadari bahwa perusahaan, manajemen, serta produk yang dihasilkan Samsung bisa dibilang ketinggalan zaman, bahkan berkualitas rendah. Tetapi selama itu dia menahan diri, karena nakhoda perusahaan masih dipegang ayahnya. Akibatnya, selama waktu-waktu itu, produk-produk Samsung pun sulit bersaing di pasar dalam hal kualitas, meski memiliki jumlah produk yang sangat banyak.

Memasuki awal 1990-an, Lee Kun-hee mulai merombak hal tersebut. Setelah memodernisasi perusahaan dan manajemen, dia mengarahkan perhatian pada produk-produk perusahaannya. Pada 1993, dia menyatakan sesuatu yang kemudian terkenal dan dikutip secara luas, “Ganti segalanya, kecuali istri dan anak-anak.” Maksudnya, Samsung harus mengganti seluruh kebiasaannya yang kuno dan produk-produknya yang semula berkualitas rendah menjadi perusahaan yang maju dan modern, serta menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi.

Semangat pembaruan itu seketika mengubah Samsung, bahkan mereformasi budaya banyak perusahaan di Korea Selatan yang ikut terpengaruh. Sejak itu, Samsung terbuka pada pekerja-pekerja asing, sementara karyawan-karyawan miliknya dikuliahkan ke luar negeri untuk menambah pengetahuan. Di bawah bimbingan Lee Kun-hee, Samsung kemudian berubah menjadi perusahaan internasional, bahkan menjadi salah satu merek paling menonjol di dunia.

Samsung Group adalah perusahaan induk yang membawahi berbagai perusahaan lain. Kita di Indonesia mungkin lebih mengenal Samsung sebagai produsen ponsel, namun sebenarnya Samsung juga bergerak di bidang lain. Samsung Electronics, salah satu anak perusahaan Samsung Group, bergerak di bidang semikonduktor, dan terdaftar sebagai salah satu dari 100 perusahaan terbesar di dunia untuk ukuran pendapatan, pada 2007. Samsung Electronis juga menjadi perusahaan teknologi informasi terbesar di dunia dalam hal pendapatan, pada 2011.

Selain Samsung Electronics, ada pula Samsung Heavy Industries (bergerak di bidang pembuatan kapal), Samsung Engineering dan Samsung C & T (keduanya perusahaan di bidang konstruksi), Samsung Techwin (bergerak di bidang teknologi senjata dan produsen elektronik), Samsung Life Insurance (asuransi jiwa), Samsung Everland (operator Everland Resort, taman tertua di Korea Selatan), dan Cheil Worldwide (perusahaan agen periklanan).

Pada saat ini, Samsung telah menjadi perusahaan yang 39 kali lebih besar dibanding saat pertama kali diterima Lee Kun-hee pada 1987 dari ayahnya. Samsung memproduksi sekitar seperlima dari total ekspor Korea Selatan, dan perusahaan tersebut memiliki pengaruh yang kuat pada pembangunan ekonomi Korea Selatan, baik dalam politik, media, dan budaya. Sementara Lee Kun-hee, sang pemimpin Samsung, masuk dalam jajaran orang-orang terkaya di dunia, dengan kekayaan 11,3 miliar dollar.