Khasiat Tersembunyi Teh untuk Kesehatan

  Khasiat Tersembunyi Teh untuk Kesehatan

BIBLIOTIKA - Para pakar ketabiban tradisional ataupun dunia medis yang modern, baik dari belahan Timur ataupun Barat, sama-sama meyakini bahwa teh—minuman yang sangat terkenal itu—dapat menjadi sarana untuk menjaga kesehatan ataupun untuk pengobatan dan pencegahan berbagai macam penyakit.

Teh hitam (jenis teh yang biasa kita konsumsi sehari-hari), misalnya, memiliki kandungan anti kanker dan berkhasiat untuk mengatasi penyakit diare, meningkatkan stamina fisik, juga dapat menyembuhkan infeksi kulit. Selain itu, teh hitam juga diyakini dapat memperbaiki sistem imun atau kekebalan tubuh.

Sistem kekebalan yang baik dalam tubuh dapat meningkatkan aktivitas sel imun terhadap zat asing dalam tubuh atau yang masuk ke dalam tubuh. Karenanya, apabila sistem imun ini baik, maka perkembangan sel kanker yang mungkin muncul dalam tubuh pun dapat dihambat.

Apakah Anda tahu bahwa teh juga berkhasiat untuk menjauhkan seseorang dari penyakit stroke?

Sebelum melanjutkan secara lebih jauh ulasan mengenai teh dan manfaatnya bagi kesehatan, kita bisa memulai ulasan ini dari manfaat yang amat besar dari teh bagi pencegahan penyakit—dan kita bisa memulainya dari penyakit stroke; salah satu penyakit yang mungkin paling ditakuti oleh banyak orang.

Stroke dikenal sebagai penyakit yang datang secara tiba-tiba. Stroke terjadi apabila pembuluh darah yang menyuplai ke otak terhambat, tersumbat atau pecah. Gejala umum yang biasanya menyertai timbulnya stroke adalah sakit kepala, gangguan penglihatan, hilangnya keseimbangan, hilangnya kemampuan bicara, sampai hilangnya kemampuan memahami ucapan atau perkataan orang lain.

Ketika serangan terhadap otak ini terjadi, maka stroke dapat mengakibatkan kelumpuhan. Apabila yang terserang adalah otak bagian kiri, maka kelumpuhan terjadi pada bagian tubuh sebelah kanan, dan begitu pula sebaliknya.

Beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya stroke adalah kencing manis atau diabetes, kebiasaan merokok atau mengkonsumsi alkohol, obesitas atau kegemukan, dan juga tekanan darah tinggi. Seseorang dikatakan memiliki tekanan darah tinggi apabila tekanan darahnya di atas 140 sampai 159 mmHg sistolik dan 60 sampai 90 mmHg diastolik. Penderita darah tinggi biasanya sering merasa pusing, mudah marah dan juga merasakan tengkuknya yang terasa kaku.

Bisa dikatakan bahwa sampai saat ini belum ada obat yang dapat mengobati atau menyembuhkan penyakit stroke. Karena itu, yang dapat kita lakukan adalah menjauhkan diri dari penyakit yang satu ini—dan salah satu caranya adalah dengan membiasakan diri mengkonsumsi teh setiap hari.

Berdasarkan banyak penelitian, baik yang tradisional oleh para pakar ketabiban maupun yang modern oleh ilmuwan dan para peneliti, teh terbukti dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, melindungi tubuh dari penyakit jantung dan menghindarkan orang dari penyakit stroke. Selain itu, teh juga dapat bermanfaat sebagai pereda penyakit demam, flu, nyeri pada kepala dan juga gangguan menstruasi.

Para peneliti di Jepang pernah melakukan penelitian menyangkut korelasi penyakit stroke dengan teh ini dengan cara memberikan makanan yang memiliki kadar kolesterol tinggi terhadap tikus. Tikus yang menjadi bahan percobaan ini kemudian mengalami penyempitan pembuluh darah, namun kondisinya akan segera pulih seperti sediakala setelah si tikus ini diberikan minuman teh hijau.

Penelitian yang sama kemudian diulang pada manusia. Sebanyak 1000 (seribu) orang menjadi sukarelawan dalam penelitian ini dan dihasilkan kesimpulan yang sama; yakni bahwa orang-orang yang terbiasa mengkonsumsi teh ternyata memiliki kadar kolesterol yang rendah.

Senyawa kimia yang terkandung di dalam teh antara lain adalah polifenol, catechins dan flavonoid. Satu cangkir teh mengandung sejumlah polifenol yang dapat menangkal kanker. Polifenol adalah zat antioksidan yang memiliki daya yang lebih kuat dibanding dengan antioksidan yang terdapat dalam vitamin C maupun vitamin E. Zat antioksidan dari polifenol ini terbukti mampu secara efektif mencegah pembentukan enzim penyebab kanker.

Karena multi-fungsinya teh ini, seorang penulis yang sekaligus pakar pengobatan dari Jepang bahkan menyatakan bahwa teh adalah obat istimewa yang memiliki kekuatan dan dapat memperpanjang hidup seseorang.

Sebuah penelitian di Jepang mendukung tesisnya itu dengan merilis hasil penelitiannya yang menyebutkan bahwa orang yang memiliki kebiasaan meminum teh memiliki kecenderungan menderita kanker perut yang lebih kecil dibanding dengan orang yang tidak atau jarang mengkonsumsi teh.

Hasil penelitian itu pun kemudian didukung oleh berbagai penelitian-penelitian lainnya di berbagai belahan dunia yang juga menghasilkan kesimpulan yang tak jauh berbeda. Karenanya, para dokter dan pakar kesehatan di berbagai negara pun menganjurkan agar orang-orang membiasakan diri untuk mengkonsumsi teh dalam hidup sehari-hari. Saat ini, teh telah menjadi konsumsi bagi 80 persen penduduk di berbagai negara di dunia.