Hidup Sehat dengan Nabati

Hidup Sehat dengan Nabati

BIBLIOTIKA - Secara alamiah, tubuh manusia telah memiliki suatu sistem kekebalan dan pencegahan terhadap penyakit atau zat-zat asing yang masuk ke dalam tubuh yang berpotensi menimbulkan atau mencetuskan suatu penyakit.

Begitu pula dengan daya penyembuhan alami; tubuh manusia juga memiliki suatu daya penyembuh untuk penyakit-penyakit tertentu (biasanya yang ringan) dimana tubuh secara otomatis akan melakukan perlawanan terhadap penyakit yang datang tersebut hingga penyakit itu benar-benar lenyap dari dalam tubuh.

Namun, ada kalanya sistem kekebalan dan daya penyembuh di dalam tubuh ini tidak mampu bekerja secara sempurna sebagaimana mestinya. Tak jauh beda dengan mesin yang bekerja secara otomatis, ada kalanya pula mesin ‘ngadat’ dan tak mau bekerja karena adanya kesalahan-kesalahan tertentu; kesalahan itu bisa datang dari sistem mesinnya yang mengalami ‘eror’ atau memang adanya pengaruh dari luar yang menyebabkan ‘ngadat’nya mesin tersebut.

Karena penyebab ‘ngadat’nya sistem kekebalan dan daya tahan tubuh juga bisa terjadi karena faktor luar, maka itu berarti bahwa orang harus benar-benar memperhatikan apa saja yang dimasukkannya ke dalam tubuh, khususnya apa saja yang ia konsumsi sebagai makanan. Karena sebagaimana bahan bakar yang terpolusi dengan zat lainnya tidak akan mampu menghasilkan kinerja dengan baik, begitu pula dengan makanan yang kita masukkan ke dalam tubuh.

Seumpama mesin yang membutuhkan solar sebagai bahan bakarnya, maka mesin itu harus benar-benar mengkonsumsi solar yang benar-benar bersih dan murni. Jika solar itu tercampur atau dicampur dengan minyak tanah, umpamanya, mungkin saja mesin masih dapat berjalan atau berfungsi. Namun itu bukan berarti mesin itu berjalan dengan sehat. Lambat laun sistem mesinnya akan hancur dan masuknya minyak tanah ke dalam bahan bakarnya akan mempercepat hancurnya sistem mesin itu.

Nah, begitu pula halnya dengan tubuh manusia. Ketika makanan yang kita konsumsi mengandung suatu zat asing tertentu yang tidak dikehendaki oleh tubuh, mungkin saja sistem tubuh kita masih dapat berfungsi sebagaimana mestinya—namun itu bukan berarti bahwa sistem tubuh kita berfungsi secara sempurna. Lambat laun kekuatan dari fungsi-fungsi tubuh itu akan melemah untuk kemudian tak berfungsi sama sekali—dan asupan makanan yang ‘tidak beres’ yang kita masukkan ke dalam tubuh bisa saja mempercepat kerusakan sistem mesin tubuh kita sendiri dalam menjalankan fungsinya.

Berdasarkan pemikiran yang semacam itulah orang kemudian menemukan suatu gaya hidup yang kemudian terkenal dengan sebutan ‘vegetarian’.

Vegetarian sebenarnya bukanlah gaya hidup baru, karena beberapa agama semacam Buddha, Hindu, bahkan Kristen Advent semenjak berabad-abad yang lalu telah menganjurkan para pengikutnya untuk menjadi vegetarian atau hanya mengkonsumsi makanan berupa sayur-sayuran, buah-buahan dan sejeninya. Karenanya, lebih tepat jika vegetarian disebut sebagai warisan kebijaksanaan masa silam dibanding sebagai ‘gaya hidup baru’.