Hidup Sehat dengan Akal Sehat

Hidup Sehat dengan Akal Sehat

BIBLIOTIKA - Salah satu problem orang-orang yang hidup pada masa kini (khususnya yang wanita) adalah soal berat badan. Sepertinya, para wanita jaman dulu lebih mudah mengendalikan berat badannya dibanding para wanita pada masa sekarang. Mengapa? Karena pada jaman dulu belum ada fast food, belum ada es krim, belum ada hamburger, juga tentu, belum ada pizza!

Tetapi yang membuat orang-orang pada masa kini kesulitan mengendalikan berat badannya juga bukan semata-mata karena makanan-makanan itu tadi. Karena terbukti ada orang-orang yang sama sekali tak pernah menyentuh makanan-makanan itu namun tetap saja tubuhnya terus melar—setidaknya, perutnya makin gendut.

Ini tentunya bukan olok-olok untuk Anda yang kebetulan bertubuh gemuk—pemaparan ini lebih dimaksudkan sebagai upaya kita untuk menjaga kesehatan, dan sebagaimana yang juga Anda tahu, tubuh yang ramping tentu lebih sehat dibanding tubuh yang (terlalu) gemuk. Kegemukan lebih sering mengundang berbagai penyakit dibanding tubuh yang tidak gemuk.

Nah, masalah kesehatan atau menjaga kesehatan ini tentunya adalah masalah yang amat luas cakupannya, karenanya ulasan di bab ini akan membatasi hanya pada pola makan yang sehat—sesuatu yang tentunya kita lakukan setiap hari. Setiap hari kita makan, bukan?

Apakah Anda suka makan?

Ada beberapa rahasia menyangkut makan yang mungkin masih jarang diketahui orang—namun rahasia ini akan menentukan apakah makan kita membuat kita sehat atau justru akan menjadikan kita sakit.

Tentang kombinasi makanan

Pernahkah Anda merasa lelah ketika bangun pagi, meskipun Anda sudah tidur selama tujuh atau delapan jam tadi malam? Tahu mengapa? Seharusnya, tidur yang kita lakukan itu menjadi saat istirahat yang membuang seluruh keletihan dalam tubuh—namun mengapa keletihan dan kelelahan itu masih terasakan sewaktu bangun tidur?

Jawabannya adalah, karena selama kita tidur itu, tubuh kita bekerja lembur untuk mencernakan ‘kombinasi makanan’ yang tidak sesuai yang telah kita makan—yang telah kita masukkan ke dalam lambung kita. Bagi banyak orang, pencernaan membutuhkan lebih banyak energi syaraf daripada lainnya.

Kalau makanan dikombinasikan dengan tidak benar dalam saluran pencernaan, maka waktu pencernaannya menjadi sangat lama berlangsungnya—bisa delapan jam, sembilan jam, sebelas jam, dua belas jam, bahkan terkadang sampai empat belas jam lebih. Tetapi kalau makanan yang kita makan dikombinasikan dengan benar, tubuh mampu melakukan tugasnya dengan efektif, dan pencernaan rata-rata berlangsung hanya selama tiga sampai empat jam, sehingga kita tidak kehabisan energi akibat pencernaan.

Apa sesungguhnya yang disebut ‘kombinasi makanan’?

Beberapa makanan tidak boleh dimakan secara bersamaan dengan lainnya, karena berbagai makanan yang berlainan membutuhkan getah pencernaan / enzim yang berbeda, dan tidak semua getah pencernaan dalam tubuh kita saling cocok.

Contohnya, apakah Anda makan daging dan kentang secara bersamaan? Nah, pasti langsung terbayang di mata Anda tentang sebuah fast food kesukaan, bukan? Atau, apakah Anda makan keju dengan roti? Sekali lagi ada fast food lain yang menari-nari di mata Anda. Atau susu dengan gandum—roti?

Nah, semua kombinasi dalam contoh-contoh di atas itu benar-benar menghancurkan sistem dalam tubuh dan menghilangkan energi. Kombinasi makanan itu menghancurkan dan menjadikan energi dalam tubuh kita terhambur sia-sia hanya untuk melakukan pencernaan di dalam tubuh kita.

Perhatikan ini; berbagai makanan dicerna secara berbeda. Makanan yang mengandung pati (semisal beras, roti, kentang) membutuhkan perantara pencernaan yang bersifat alkali / basa—yang ditimbulkan pertama kalinya di dalam mulut oleh enzim ptyalin. Sedangkan makanan yang mengandung protein (semisal daging, susu, kelapa, biji-bijian) membutuhkan perantara pencernaan yang bersifat asam, yaitu asam hidroklorit dan pepsin.

Nah, merupakan kaidah kimiawi bahwa dua zat yang berlawanan (asam dan basa seperti disebutkan di atas itu) tidak dapat bekerja secara bersamaan. Keduanya saling menetralkan. Kalau kita makan sesuatu yang mengandung pati dan protein secara bersamaan, maka pencernaan akan menjadi terganggu atau macet total, dan makanan pun tidak berhasil dicernakan.

Nah, makanan yang tidak bisa dicernakan ini akan menjadi lahan bagi bakteri—yang meragi dan menguraikannya—yang pada akhirnya akan meningkatkan kekacauan pencernaan dan memicu gas kembung.

Kombinasi makanan yang tidak sesuai akan merampas energi fisik kita, dan apapun yang menyebabkan hilangnya energi akan menimbulkan penyakit, akan menimbulkan asam berlebihan, yang menyebabkan pengentalan darah hingga mengalir lebih lambat ke seluruh sistem tubuh, serta melenyapkan oksigen dalam tubuh.

Ketika merayakan ulang tahunnya yang keseratus, dokter Steven Smith, seorang dokter terkenal dalam bidang fisiologi tubuh, ditanya apa resep rahasianya hingga bisa tetap sehat sampai mencapai usia seratus tahun. Dokter Smith menjawab, “Peliharalah lambung selama lima puluh tahun pertama, dan ia akan memelihara dirinya sendiri selama lima puluh tahun berikutnya.”

Jadi, kunci pertama untuk makan dengan akal sehat—yang benar-benar menjadikan tubuh menjadi sehat—adalah makan dengan kombinasi yang benar.