Fakta-fakta Menarik Seputar Ular

 Fakta-fakta Menarik Seputar Ular

BIBLIOTIKA - Ular merupakan salah satu reptil yang paling sukses berkembang di dunia. Di gunung, hutan, gurun, dataran rendah, lahan pertanian, lingkungan pemukiman, sampai ke lautan, hewan ini dapat ditemukan. Hanya saja, sebagaimana umumnya hewan berdarah dingin, ular semakin jarang ditemui di tempat-tempat yang dingin, seperti di puncak-puncak gunung, di daerah Irlandia dan Selandia Baru, dan daerah-daerah padang salju atau kutub.

Ular memiliki sisik seperti kadal, dan sama-sama digolongkan ke dalam reptil bersisik (Squamata). Perbedaannya, kadal umumnya memiliki kaki, memiliki lubang telinga, dan kelopak mata yang dapat dibuka tutup. Namun, untuk kasus kadal tak berkaki (misalnya Ophisaurus spp.) perbedaan itu menjadi kabur dan tidak dapat dijadikan pegangan. Berikut ini sepuluh fakta menarik tentang ular:

Di dunia ini ada lebih dari 3.000 spesies ular—sekitar 375 di antaranya adalah ular berbisa, dan lebih dari 70 persen ular berbisa itu hidup di Australia.

Bisa ular memiliki efek berbeda-beda, tergantung jenis racunnya. Ada yang hanya menimbulkan bengkak, sampai yang menyebabkan kematian. Jenis bisa ular yang paling mematikan adalah neurotoxic venom, karena mampu merusak sistem saraf dan dapat menewaskan manusia dalam waktu kurang dari lima menit.

Meski ular terkenal sebagai hewan berbisa, namun—secara statistik—lebih banyak orang mati karena sengatan lebah dibanding karena gigitan ular.

Jenis ular terbesar adalah anaconda, yang dapat tumbuh hingga mencapai sekitar 13 meter panjangnya. Sedangkan ular terkecil adalah jenis ular brahminy blind, yang panjang tubuh maksimalnya hanya 2 inci.

Jenis ular paling beracun di dunia adalah ular taipan Australia. Racun dalam satu kali gigitannya mampu membunuh 100 orang dewasa.

Jenis ular berbisa terbesar adalah king cobra, yang panjang tubuhnya bisa mencapai 5 meter, dan satu gigitannya cukup untuk membunuh seekor gajah.

Induk ular betina tidak pernah menjaga telur-telurnya, mereka akan membiarkan anak-anaknya keluar sendiri dari telurnya.

Sebagian besar ular bereproduksi dengan cara bertelur, tapi ada beberapa jenis ular yang diketahui bisa melahirkan, di antaranya adalah ular bangkai laut.

Ular memakan mangsanya bulat-bulat, tanpa dikunyah menjadi keping-keping yang lebih kecil. Gigi di mulut ular tidak memiliki fungsi untuk mengunyah, melainkan sekadar untuk memegang mangsanya agar tidak mudah terlepas.

Ular sering berjemur di bawah matahari untuk menghangatkan tubuh, juga untuk membantu melancarkan pencernaannya.