Aneka Manfaat dan Khasiat Madu

 Aneka Manfaat dan Khasiat Madu

BIBLIOTIKA - Salah satu makhluk ciptaan Tuhan yang unik adalah lebah. Hewan yang satu ini diciptakan dengan dilengkapi sengat yang membahayakan dan menyakitkan jika terkena manusia, namun juga dijadikan sarana sebagai pembuat zat makanan istimewa yang memiliki banyak khasiat dan manfaat bagi kesehatan manusia.

Ya, di balik sengatnya yang seringkali ditakuti itu, lebah juga memberikan ‘hasil karya’nya berupa madu yang telah dimanfaatkan oleh manusia untuk tujuan kesehatan semenjak beribu-ribu tahun lamanya.

Siapa yang tak mengenal madu? Di berbagai belahan dunia manapun, baik barat ataupun timur, madu telah menjadi salah satu makanan (atau minuman) yang dipercaya memiliki banyak khasiat, baik untuk kesegaran fisik maupun untuk penyembuhan penyakit. Khasiat dan manfaat yang dikandung oleh madu bahkan telah diperkenalkan oleh para pakar ketabiban dan ahli pengobatan semenjak beribu-ribu tahun yang lalu.

Pada jaman sekarang yang modern ini, orang semakin sadar akan pentingnya kesehatan dan juga semakin sadar akan bahaya zat-zat kimiawi tertentu yang terkandung dalam makanan atau minuman yang biasa dikonsumsi sehari-harinya. Gula, misalnya, meskipun sama memiliki rasa manis seperti madu, namun orang pada jaman sekarang menyadari bahwa manisnya gula mengandung zat-zat tertentu yang dapat menjadi ancaman bagi kesehatan.

Lain halnya dengan madu. Ditinjau dari sisi medis modern maupun kepercayaan kesehatan yang tradisional, madu dipercaya memiliki khasiat dan kegunaan sekaligus juga jauh dari kemungkinan mengandung ‘ancaman’ bagi kesehatan sebagaimana produk konsumsi yang dibuat oleh pabrik.

Sebagai pemanis makanan atau minuman, madu adalah konsumsi yang lezat dengan rasa manis yang alami, bahkan memiliki rasa manis yang berkali-kali lipat dibanding gula. Sebagai obat, madu adalah zat yang dipercaya sangat mujarab. Bahkan bukan hanya untuk keperluan kesehatan semata-mata, madu juga diyakini memiliki khasiat untuk menjaga dan merawat kecantikan kaum wanita.

Selain itu, madu juga mengandung zat gula yang paling sederhana, sehingga aman apabila dijadikan nutrisi bagi bayi atau penderita gangguan pencernaan. Lebih dari itu, madu juga terbukti dapat mengatasi bakteri secara ampuh, karena kandungan potassium di dalamnya dapat berperan sebagai anti bakteri yang dapat melenyapkan bakteri dalam waktu yang singkat. Karenanya, jika dijadikan sebagai sarana pengobatan, madu dapat mengatasi berbagai penyakit yang ringan hingga sampai yang relatif berat.

Begitu hebat dan lengkapnya khasiat madu ini, hingga bahkan para tabib di jaman dahulu menyebut madu sebagai ‘santapan surgawi’. Beberapa negara di belahan dunia Timur semisal India bahkan menjadikan madu sebagai peringkat teratas dalam hal keperluan pengobatan.

Sebagaimana yang telah disinggung di atas, madu telah diyakini sebagai zat yang sangat ampuh bagi keperluan pengobatan dan upaya menjaga kesehatan. Hampir segala jenis penyakit, dari yang ringan sampai yang berat, dapat diatasi—atau setidaknya diringankan—dengan zat yang satu ini.

Pengobatan yang menggunakan madu biasanya menggunakan madu dengan dicampur dengan bahan-bahan tertentu lainnya, atau hanya menggunakan madu saja. Cara penggunaan madu dalam pengobatan pun juga beragam; ada yang diminum, dihirup uapnya, dioleskan pada bagian tubuh tertentu, atau bahkan dicampurkan dengan air yang digunakan untuk mandi.

Pada mulanya, madu hanya digunakan secara terbatas hanya untuk keperluan pengobatan, dan lingkupnya pun juga masih terbatas hanya pada tempat tertentu saja. Namun seiring dengan perkembangan jaman, para ahli pengobatan, khususnya dari Timur, kemudian menemukan bahwa madu merupakan zat yang dapat dijadikan obat yang dapat dikatakan tanpa efek samping sama sekali jika digunakan secara benar dengan takaran atau ukuran yang tepat.

Karenanya, seiring dengan banyaknya penelitian dan eksperimen yang kemudian dilakukan di berbagai belahan dunia, pengobatan dengan sarana madu pun terus mengalami peningkatan dan perkembangan yang pesat—hingga mencapai belahan dunia Barat.