Wang Wenyin, Menjadi Kaya dari Kabel dan Tembaga

Wang Wenyin, Menjadi Kaya dari Kabel dan Tembaga

BIBLIOTIKA - Sangat sedikit yang bisa diketahui menyangkut Wang Wenyin. Yang jelas, saat ini dia dikenal sebagai pemimpin Amer International Group, perusahaan Cina yang memproduksi kabel dan produk tembaga, serta aktif di bidang pertambangan. Lelaki yang lahir di Anhui, Cina, pada 1968 itu juga menjadi salah satu orang terkaya di dunia, dengan kekayaan sebesar 9,9 miliar dollar.

Berdasarkan sejarah yang dapat dilacak, Wang Wenyin memulai karirnya dengan bekerja sebagai manajer di sebuah pabrik tembaga yang ada di daerahnya, sebelum kemudian mendirikan usaha sendiri dengan nama Amer International Group. Saat tumbuh, perusahaan itu bisa dibilang menantang perusahaan-perusahaan lain yang telah menjadi raksasa di Cina. Tapi Wang Wenyin akhirnya berhasil menjadi bagian dari raksasa tersebut, dan perusahaannya menjadi salah satu produsen kabel serta tembaga terbesar di Cina.

Pada Maret 2014, Wang Wenyin bahkan mendirikan perusahaan cabang di Singapura, dengan tujuan untuk memperluas perdagangan logam, dan untuk membeli aset pertambangan global. Kenyataannya memang Amer International Group tidak hanya bergerak di bidang produksi kabel serta tembaga, tapi juga aktif mengelola bisnis pertambangan.

Perusahaan itu memiliki banyak saham di berbagai perusahaan pertambangan. Pada 2014, misalnya, Amer International Group menginvestasikan 20 juta dollar saham untuk perusahaan tambang di Colorado, dan 700 juta dollar untuk perusahaan tambang di Nevada.

Sepanjang 2014, total pendapatan yang diperoleh bisnis Wang Wenyin mencapai 3,8 miliar dollar. Karenanya, Amer International Group masuk dalam daftar perusahaan yang menduduki Fortune Global 500. Pada saat ini, perusahaan itu mengoperasikan enam pabrik di Shenzhen, dan mempekerjakan 15.000 orang. Pabrik-pabriknya tersebar di wilayah Guangzhou, Shanghai, Shenzhen, dan Beijing, serta di Singapura dan Jenewa.

Di Cina, Wang Wenyin ditunjuk menjadi wakil ketua perdagangan negara tersebut, selain menjabat sebagai salah satu anggota dewan federasi industri di sana.