Siapakah Leonid Mikhelson?

 Siapakah Leonid Mikhelson?

BIBLIOTIKA - Leonid Mikhelson adalah pengusaha Rusia yang menjadi ketua dan pemegang saham utama perusahaan Rusia, Novatek. Ia lahir pada 11 Agustus 1955 di Kaspiysk, Rusia. Setelah lulus kuliah pada 1977 dari Institut Teknik Sipil Kuibyshev, dia memulai karirnya dengan bekerja sebagai mandor di perusahaan konstruksi di daerah Tyumen, Siberia. Waktu itu, dia menangani proyek pengerjaan pipa gas milik perusahaan Urengoi-Chelyabinsk.

Pada 1985, Leonid Mikhelson ditunjuk menjadi chief engineer di perusahaan milik pemerintah, yaitu Ryazantruboprovodstroy, perusahaan yang bergerak di bidang gas alam. Dua tahun kemudian, pada 1987, dia menjadi direktur jenderal di Kuibishevtruboprovodstroy, yang juga perusahaan milik pemerintah. Pada 1991, ketika Uni Soviet runtuh, Kuibishevtruboprovodstroy menjadi perusahaan pertama yang menjalani privatisasi. Leonid Mikhelson memanfaatkan hal itu dengan membeli saham Kuibishevtruboprovodstroy.

Karirnya di Kuibishevtruboprovodstroy pun terus berlanjut. Pada Oktober 1994, Kuibishevtruboprovodstroy diubah namanya menjadi Novatek, dan Leonid Mikhelson ditunjuk sebagai direktur. Seiring berjalannya waktu, Novatek terus berkembang, dan melahirkan anak-anak perusahaan, meliputi sektor perbankan dan keuangan, pengolahan gas, dan petrokimia. Perusahaan itu beroperasi di 26 lokasi di Rusia, dengan kantor pusat di Moskow.

Perjalanan bisnis Leonid Mikhelson melalui Novatek tidak selamanya mulus. Pada Juli 2014, misalnya, Amerika Serikat dan Eropa mengenakan sanksi terhadap bisnis Novatek, untuk memaksa Rusia keluar dari konflik di timur Ukraina. Tapi Leonid Mikhelson tidak mundur. Perusahaannya, Novatek, memiliki kerja sama dengan Total SA, perusahaan di Paris, dan China National Petroleum Corp., dan mereka memiliki proyek untuk memanfaatkan cadangan gas alam yang besar di laut Siberia. Karenanya, meski bisnis Novatek dihalangi oleh sanksi AS dan Eropa, Leonid Mikhelson terus melaju.

Kenyataannya, pemerintah Rusia juga mendukung Novatek dengan menginvestasikan dana hingga 2,3 miliar dollar, sementara bank-bank Cina juga berinvestasi lebih dari 10 miliar dollar. Lebih dari itu, nama Leonid Mikhelson juga masuk dalam jajaran orang-orang terkaya di dunia, dengan kekayaan mencapai 11,7 miliar dollar—bukti bahwa sanksi yang dijatuhkan untuk perusahaannya bisa dibilang tak banyak berpengaruh.