Samuel Newhouse, Sang Pewaris Kerajaan Media

Samuel Newhouse, Sang Pewaris Kerajaan Media

BIBLIOTIKA - Samuel Newhouse, Jr. adalah pewaris kerajaan media kelas atas Amerika. Nama lengkapnya Samuel Irving Newhouse, Jr., dan dia lahir pada 8 November 1927 di New York, AS, serta mendapatkan pendidikan di Horace Mann School di New York City.

Ayah Samuel Newhouse, Jr. adalah pendiri Advance Publications, perusahaan media yang menerbitkan beragam majalah untuk kalangan kelas atas, seperti Vogue, Vanity Fair, The New Yorker, dan puluhan surat kabar yang terbit di Amerika Serikat. Advance Publications didirikan pada 1922, dan menjadi salah satu perusahaan pribadi terbesar di AS. Ketika sang ayah meninggal dunia pada 1979, perusahaan itu pun diwarisi oleh Samuel Newhouse, Jr.

Pada saat ini, Samuel Newhouse, Jr. menjadi ketua dan CEO Advance Publications, yang salah satu anak perusahaannya adalah Condé Nast Publications, salah satu penerbit media raksasa di Amerika. Beberapa surat kabar terbitan Condé Nast Publications di antaranya The Star-Ledger, The Plain Dealer, The Oregonian, dan lain-lain. Total media (surat kabar dan majalah) yang diterbitkan Condé Nast Publications lebih dari 100 buah, dan tersebar di 26 negara.

Setelah Advance Publications ada di bawah kendali Samuel Newhouse, Jr., perusahaan itu dikembangkan hingga memiliki perusahaan televisi kabel, bernama Bright House Networks. Televisi kabel tersebut saat ini telah memiliki 2,4 juta pelanggan. Samuel Newhouse, Jr. juga memiliki saham mayoritas di Discovery Communications, yang memproduksi Discovery Channel serta Animal Planet.

Kabar terakhir, Condé Nast Publications menjalin kerja sama dengan Associated Press untuk menerbitkan konten media di iPhone.

Selain kaya-raya, Samuel Newhouse, Jr. adalah pribadi yang unik. Seperti kita tahu, majalah-majalah yang diterbitkan perusahaannya adalah majalah-majalah kelas atas—Vogue, The New Yorker, Architectural Digest, Glamour, Vanity Fair, Gourmet, GQ, hingga Condé Nast Traveler. Karena ditujukan untuk kalangan atas, majalah-majalah itu pun dicetak dengan luks, halaman-halamannya menggunakan kertas glossy, dipenuhi foto-foto berwarna dengan resolusi tinggi, dan harga jualnya relatif mahal.

Penerbitan majalah-majalah itu juga melibatkan para profesional kelas satu—para reporter, wartawan, penulis, fotografer, dan lain-lain—yang semuanya selalu berusaha menjaga penampilan, karena mereka menemui orang-orang kalangan atas semisal artis atau selebritas untuk wawancara, yang kemudian foto-fotonya dimuat di majalah mereka. Kenyataannya, majalah-majalah milik Samuel Newhouse, Jr. memang berisi foto-foto yang memperlihatkan orang-orang penuh gaya.

Yang unik, sosok Samuel Newhouse, Jr. justru jauh dari kesan semacam itu. Berbeda dengan majalah-majalah terbitannya yang glamor dan tampak mewah, Samuel Newhouse, Jr. justru sosok yang pendiam, pemalu, dan biasa berpenampilan sederhana—sangat jauh dari kesan bahwa dia sosok miliuner yang memiliki industri penerbitan majalah-majalah kelas atas.

Orang-orang asing yang bertemu atau melihatnya, atau bahkan sempat bercakap-cakap dengannya, sering tidak menyadari bahwa dia adalah pemilik majalah-majalah yang dibaca jutaan orang di dunia. Lebih dari itu, Samuel Newhouse, Jr. memang menjauhi publisitas dirinya, dan tidak suka menjadi pusat perhatian. Di Manhattan, New York, dia sering berjalan-jalan sendirian, seperti orang kebanyakan, dan nyaris tidak ada orang yang tahu siapa dirinya. Anna Wintour, pemimpin redaksi majalah Vogue, mengomentari gaya bosnya sebagai “bentuk unik dari gaya”.

Sehari-hari, Samuel Newhouse, Jr. datang ke kantornya untuk bekerja, dan dia biasa terlihat mengenakan kaus tua, dan celana agak lusuh. Penampilannya tenang dan seperti orang polos yang tidak tahu apa-apa. Padahal dia memimpin kerajaan media terbesar di Amerika, dan masuk dalam jajaran orang-orang terkaya di dunia, dengan kekayaan mencapai 9 miliar dollar.

Sebagai miliuner, Samuel Newhouse, Jr. juga terkenal dermawan. Dia menyumbang hingga 15 juta dollar untuk Syracuse University, yang ditujukan untuk mengembangkan pendidikan. Dia juga terkenal sebagai kolektor benda seni, dan diketahui memiliki lukisan karya Jackson Pollock, yang merupakan salah satu lukisan paling berharga di dunia.