Robert Ng, Bos Properti Singapura

 Robert Ng, Bos Properti Singapura

BIBLIOTIKA - Robert Ng adalah konglomerat Hong Kong yang memimpin Sino Group, perusahaan pengembangan properti yang berdiri sejak 1981. Dia lahir pada 1952, dengan nama lengkap Robert Ng Chee Siong. Dia tinggal di Hong Kong, namun berkewarganegaraan Singapura. Dia juga anak Teng Fong Ng, yang merupakan miliuner Singapura di bidang real estate.

Ketika sang ayah meninggal dunia, kekayaannya diwarisi oleh dua anaknya, yaitu Robert Ng dan Philip Ng. Dari warisan itu, mereka lalu mendirikan Sino Group, yang bergerak di bidang pengembangan properti. Perusahaan itu mengoperasikan hotel, restoran, dan lain-lain, serta mendirikan anak-anak perusahaan yang bergerak di beragam bidang. Pada 1997, Sino Group bahkan mengakuisisi 80 persen saham cabang lokal Conrad Hotel.

Pada 2009, Sino group telah memiliki sejumlah anak perusahaan, dan Robert Ng menjabat di perusahaan-perusahaan tersebut. Berikut ini jabatan Robert Ng di berbagai anak perusahaan Sino Group:
  1. Ketua Tsim Sha Tsui Properties Limited
  2. Ketua Sino Hotel Holdings
  3. Direktur non-eksekutif independen di The Hongkong & Shanghai Hotel
  4. Direktur non-eksekutif SCMP Group Limited

Selain itu, di luar perusahaan miliknya, Robert Ng juga menjabat sebagai direktur Asosiasi Pengembang Real Estate di Hong Kong, menjadi anggota Komite Nasional 11 Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Cina, dan menjadi ketua Singapore Chamber of Commerce di Hong Kong.

Sekadar catatan, Robert Ng pernah menimbulkan kegemparan pada 1987 di pasar saham Hong Kong. Pada Oktober 1987, Robert Ng membeli saham dua perusahaan Panama yang terdaftar di Hong Kong Futures Exchange, dengan menggunakan dana milik para investor lain.

Di luar dugaan, terjadi masalah yang menimbulkan kerugian bagi investasi Robert Ng, hingga mencapai 1 miliar dollar Hong Kong. Para investor yang uangnya digunakan Robert Ng pun menuntut, tapi Robert Ng menolak memberi ganti rugi, dengan alasan bahwa itu risiko perdagangan saham.

Berita itu seketika menyebabkan runtuhnya dunia saham di Hong Kong, bahkan perdagangan saham di bursa efek Hong Kong terpaksa tutup sampai empat hari. Penyelidikan oleh kepolisian Hong Kong—dengan dibantu biro-biro peyelidik swasta—dilakukan, untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Pada waktu itu, sempat muncul kecurigaan bahwa Robert Ng telah berkolusi dengan perusahaan Panama yang sahamnya ia beli, dengan tujuan keuntungan pribadi.

Kasus itu akhirnya ditutup tanpa ada tuduhan yang dijatuhkan kepada Robert Ng. Waktu itu, pemerintah kolonial Hong Kong merasa bahwa menuntut Robert Ng akan menimbulkan risiko terhadap stabilitas pasar secara keseluruhan, karena dia memiliki pengaruh besar dalam bidang ekonomi Hong Kong.

Akhirnya, dicapai kesepakatan, Robert Ng membayar 500 juta dollar Hong Kong, juga membayar cicilan sebesar 250 juta dollar Hong Kong, sementara sisanya (sejumlah 250 juta dollar Hong Kong) ditutup oleh pemerintah.

Terlepas dari kasus itu, Robert Ng saat ini menjadi salah satu orang terkaya di dunia, dengan kekayaan sebesar 9,6 miliar dollar. Kekayaan itu tidak hanya miliknya pribadi, tapi juga milik adiknya, Philip Ng, yang juga memiliki perusahaan Sino Group.