Rahasia Lelaki di Balik Gaya Bicaranya (2)

Rahasia Lelaki di Balik Gaya Bicaranya

BIBLIOTIKA - Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Rahasia Lelaki di Balik Gaya Bicaranya 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya lebih dulu.

Dia suka cerewet kalau berbicara

Baiklah, kalau istilah cerewet mungkin terkesan feminim, kita gunakan saja istilah ‘suka banyak bicara’. Nah, lelaki yang suka banyak bicara alias cerewet ini memiliki dua kemungkinan; kemungkinan pertama, dia adalah orang yang cerdas dan berwawasan luas; sementara kemungkinan kedua, dia orang yang memang suka bicara meskipun bodoh—ini seperti tong kosong berbunyi nyaring.

Jika lelaki yang suka banyak omong ini merupakan sosok yang cerdas, maka dia cenderung menjadi sosok yang mendominasi dalam pergaulannya. Dia bisa dijadikan teman yang menyenangkan karena luasnya wawasannya, namun dia juga bisa menjengkelkan karena seringkali kita harus menjadi pendengar dan dia jarang mau berbagi untuk juga mendengarkan.

Nah, jika lelaki yang suka banyak bicara ini merupakan sosok yang bodoh, maka dia cenderung menjadi sosok yang membosankan meskipun dia seringkali merupakan sosok teman yang baik dan penuh perhatian. Berkawan dengan jenis lelaki ini seringkali menyenangkan, khususnya kalau kita butuh kawan yang mudah berhubungan dengan orang lain.

Terlepas dari apakah lelaki yang suka bicara ini tergolong cerdas ataukah bodoh, yang jelas mereka memiliki karakter yang khas, yakni cenderung sentimental dan mudah tersinggung. Namun meskipun begitu, mereka juga merupakan kawan-kawan yang baik dalam pergaulannya, rela berkorban untuk sahabatnya, dan bisa dijadikan andalan ketika dibutuhkan.

Dia suka membeo kalau berbicara

Sama seperti burung beo yang suka sekali menirukan suara-suara yang didengarnya, lelaki jenis ini juga suka sekali (meskipun tanpa disadarinya) menirukan atau menyetujui pendapat orang lain, tak peduli apakah dia benar-benar sependapat atau malah bertolak belakang.

Lelaki yang suka membeo ketika berbicara menyiratkan karakter kurangnya percaya diri dan kurangnya inisiatif pribadi. Mereka adalah tipe pengikut, dan bukan tipe pemimpin. Karenanya, lelaki jenis ini seringkali muncul dimana pun namun seringkali juga tidak menjadi apa-apa selain hanya bagian dari massa. Lebih dari itu, karena sifatnya yang suka membeo, lelaki ini juga tidak memiliki pendirian yang tetap. Pendiriannya mudah terombang-ambing, tergantung situasi dan kondisi yang dihadapinya.

Lelaki yang suka membeo ketika berbicara sebenarnya bukan lelaki yang buruk atau lelaki yang jahat, hanya saja mereka kurang yakin pada dirinya sendiri, atau kurang percaya diri. Kalau saja mereka mau belajar untuk mempebaiki diri atau meningkatkan kualitas pribadinya, tidak mustahil kalau lelaki ini bisa menjadi sosok yang lebih baik. Seringkali, mereka telah memiliki kualitas hati yang baik—hanya saja kurang memiliki rasa percaya diri yang baik.

Dia suka latah kalau berbicara

Kalau lelaki yang suka membeo ketika berbicara melakukan peniruannya dengan kualitas kesadaran yang besar, maka lelaki yang suka latah ketika berbicara adalah lelaki yang suka menirukan ucapan orang lain dengan tanpa disadarinya—ini semacam kerja saraf tertentu di dalam dirinya yang tak dapat dikendalikannya.

Di dalam pergaulan sehari-hari, lelaki-lelaki yang latah seringkali menjadi teman yang menyenangkan karena kehadiran mereka mampu menghibur dan membuat kita tersenyum. Namun yang perlu diwaspadai adalah; lelaki yang suka latah ini seringkali merupakan lelaki yang pendendam—kita seringkali tak pernah tahu akan hal itu karena dia sangat pandai dalam menyembunyikan perasaannya.

Meskipun sangat pandai dalam menyembunyikan perasaan, lelaki jenis ini terkadang juga tak akan segan-segan menyatakan perasaannya jika sesuatu yang dilakukan orang lain dinilai telah menyinggung perasaannya. Lelaki jenis ini memiliki karakter yang labil, mudah diombang-ambingkan sesuatu, juga sulit untuk dapat mengambil keputusan.