Mitos-mitos tentang Lelaki dan Kekeliruannya (2)

 Mitos-mitos tentang Lelaki dan Kekeliruannya

BIBLIOTIKA - Yang sesungguhnya terjadi adalah karena kemungkinan ini; si lelaki menyadari perubahan penampilan wanita pasangannya, namun dia tak bisa mengungkapkan komentarnya dengan kata-kata. Ini biasanya terjadi pada lelaki-lelaki yang kurang terbiasa mengungkapkan perasaannya—dan jenis lelaki semacam itu banyak sekali jumlahnya.

Jadi, kalau memang begitu kenyataannya, maka si wanita bisa proaktif apabila memang menginginkan komentar lelaki pasangannya atas perubahan dirinya. Mungkin bisa dengan menanyakan kepadanya, “Eh, menurutmu, bagaimana dengan rambutku yang kupotong ini? Bagus tidak?”

Kemungkinan yang kedua, si lelaki menyadari perubahan yang terjadi atas diri wanita pasangannya, namun dia menganggap bahwa perubahan itu adalah sesuatu yang negatif di matanya, dalam arti bahwa si lelaki tidak menyukai perubahan tersebut. Mungkin si lelaki menyukai rambut pasangannya yang panjang, namun si wanita kemudian memotong rambutnya.

Untuk hal itu, si lelaki kemudian memilih diam dan tak berkomentar meski dia menyadari perubahan yang terjadi pada diri pasangannya. Diamnya itu bisa bertujuan untuk menyatakan pikirannya bahwa ia tak menyukai perubahan itu—dan berharap wanita pasangannya bisa menyadarinya—tanpa harus dinyatakan secara terus-terang.

Lelaki lebih kompetitif

Kalau berpikir bahwa lelaki adalah makhluk yang kompetitif, maka pikiran itu mungkin benar, karena sebagian besar makhluk di muka bumi ini memang kompetitif. Namun jika dinyatakan bahwa lelaki lebih kompetitif dibanding wanita, maka itu tak selamanya benar, karena seringkali yang terjadi justru sebaliknya; wanita lebih kompetitif dibandingkan lelaki.

Seringkali, yang lebih mudah cemburu dengan sesama jenisnya adalah perempuan. Yang lebih suka membanding-bandingkan sesuatu adalah perempuan. Yang lebih suka menilai-nilai sesuatu yang berwujud adalah perempuan. Yang lebih suka menghitung-hitung suatu pemberian adalah perempuan. Tentu saja lelaki juga terkadang begitu, namun perempuan lebih sering, bukan?

Jadi, kalau ditanya siapakah yang lebih kompetitif, kira-kira siapa yang lebih kompetitif? Lelaki atau perempuan…?

***

Selain mitos-mitos yang bersifat psikologis atau kepribadian di atas, ada pula mitos-mitos menyangkut lelaki yang berkaitan atau berhubungan dengan hal-hal yang bersifat fisikal atau seksual. Sebagaimana lelaki, kaum perempuan juga seringkali terhanyut oleh fantasi yang hanya didasarkan oleh mitos atau rumor semata. Berikut ini beberapa mitos menyangkut hal itu serta penjelasan ilmiahnya…

Tentang lelaki berbulu lebat

Mitos di antara kaum perempuan menyatakan bahwa lelaki yang memiliki bulu tubuh yang lebat (bulu wajah seperti kumis, cambang dan janggut) ataupun bulu dada, bulu tangan dan kaki, dianggap sebagai simbol dari lelaki yang memiliki libido yang tinggi dalam urusan seksual. Benarkah itu…?

Secara medis, kemungkinan itu memang selalu ada, karena bulu tubuh yang lebat menandakan kalau kandungan hormonal dalam tubuh lelaki itu tergolong tinggi, dan unsur hormonal ini menjadi salah satu faktor yang menjadikan tingginya atau bangkitnya gairah seksual seseorang.

Namun selain unsur hormonal, urusan libido yang tinggi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor yang lain. Karenanya, lelaki yang tidak berbulu lebat bukan berarti lelaki yang memiliki libido yang rendah. Sebagaimana kera yang banyak bulu tidak menjamin memiliki libido yang super, impotensi dan disfungsi ereksi pun menyerang lelaki tanpa pandang ‘bulu’.

Tentang lelaki yang bungkuk

Mitos lain di antara kaum perempuan menyatakan bahwa lelaki yang tinggi atau jangkung dengan tubuh yang agak membungkuk adalah ciri dari lelaki yang memiliki kekuatan super dalam hal bercinta. Benarkah itu…?

Sama sekali tidak ada kaitan medis antara tubuh yang membungkuk dengan kekuatan dalam hal bercinta. Karenanya, tubuh jangkung yang agak membungkuk bukan jaminan dalam hal yang satu itu. Seringkali, tubuh yang agak membungkuk disebabkan oleh karena struktur tulang yang berasal dari sejak dilahirkan karena faktor keturunan, dan bukannya karena besarnya atau tingginya tingkat libido seksual yang dimiliki.

Tentang lelaki berhidung besar


Mitos lain lagi menyebutkan bahwa lelaki yang memiliki hidung besar dan juga jempol kaki yang besar menandakan besarnya kegairahannya dalam hal bercinta. Atau, lelaki dengan ciri-ciri seperti itu memiliki ukuran vital yang besar. Benarkah…?

Sekali lagi, secara medis tidak ada hubungan yang pasti antara ukuran hidung dan jempol seseorang (lelaki) dengan tingkat libido atau kegairahannya—begitu pula dengan ukuran vitalnya. Ukuran hidung dan ukuran lainnya menyangkut fisik hanya bersifat anatomis dan tidak memiliki korelasi yang pasti dengan tingkat libido yang dimiliki.