Leonard A. Lauder dan Legenda Kosmetik Estée Lauder

  Leonard A. Lauder dan Legenda Kosmetik Estée Lauder

BIBLIOTIKA - Lahir pada 19 Maret 1933 di New York, Amerika Serikat, Leonard A. Lauder kini dikenal sebagai pemimpin perusahaan kosmetik dan produk perawatan kulit Estée Lauder Companies Inc., yang berkantor pusat di Manhattan, New York. Estée Lauder  adalah salah satu perusahaan kosmetik terbesar di dunia. Saat ini, Estée Lauder mengoperasikan beberapa merek dalam industri kosmetik, termasuk Estée Lauder, Clinique, MAC Cosmetics, Aveda, Bobbi Brown, Smashbox, dan La Mer.

Leonard A. Lauder adalah putra Estée Lauder, sang pendiri perusahaan kosmetik tersebut. Ketika sang ibu meninggal dunia, perusahaan itu pun diwariskan kepada putranya. Karenanya, bisa dibilang Leonard A. Lauder hanya meneruskan bisnis yang telah dirintis ibunya puluhan tahun sebelumnya.

Estée Lauder lahir pada 1908, dengan nama Josephine Esther Mentzer. Dia memiliki paman, bernama John Shotz, yang merupakan ahli kimia. John Shotz memproduksi krim untuk perawatan kulit dari bahan-bahan alami. Estée Lauder tertarik pada krim-krim buatan pamannya, dan dia mencoba memasarkannya. Waktu itu, Estée Lauder masih sekolah, dan dia memperkenalkan krim-krim buatan pamannya ke teman-temannya di sekolah. Melalui sampel gratis untuk dicoba, Estée Lauder bisa mendapatkan banyak penjualan.

Di kemudian hari, saat pamannya telah meninggal, Estée Lauder meneruskan pembuatan krim kulit tersebut, dan terus menyempurnakannya, hingga menghasilkan krim-krim terbaik. Butuh waktu bertahun-tahun bagi Estée Lauder untuk dapat memperkenalkan produk-produk buatannya.

Dalam upaya mengenalkan krim-krim perawatan kulit tersebut, dia memberikan demonstrasi-demonstrasi dan make over gratis di salon-salon, hotel-hotel, stasiun kereta, dan bahkan di jalanan. Ia juga rutin mengunjungi rumah-rumah para pelanggan. Hal itu dijalaninya sampai pada tahun 1940-an.

Pada pertengahan 1946, seiring produknya kian dikenal, Estée Lauder memutuskan untuk mulai menjual produk-produknya melalui department-department store. Target pertamanya adalah Saks Fifth Avenue, sebuah departement store kelas atas. Hanya dalam waktu dua hari, krim-krim kulitnya habis terjual. Kesuksesan itu meyakinkan Estée Lauder untuk terus mengembangkan bisnisnya, dan sejak itu produk-produk buatannya mulai masuk ke berbagai departemen store di Amerika Serikat.

Hal penting terjadi pada 1953, ketika Estée Lauder membuat Youth Dew, produk sabun yang juga merangkap parfum. Waktu itu, sabun tersebut dijual dengan harga 8,50 dollar, dan berhasil terjual dalam jumlah besar, hingga Estée Lauder mendapatkan penghasilan ribuan dollar setiap minggu. Pada pertengahan 1950-an, Youth Dew memberikan pemasukan 80 persen dari total penjualan Estée Lauder, dan sejak itu usahanya berkembang menjadi sebuah bisnis bernilai jutaan dollar.

Memasuki 1960-an, Estée Lauder meluaskan produknya dengan membuat produk untuk pria, dengan merek Aramis. Dia juga membuat produk-produk fashion serta kosmetik dengan merek Clinique. Sejak itu, produk-produk Estée Lauder tersebar di berbagai tempat, hingga menjangkau 70 negara di dunia. Memasuki 1990-an, Estée Lauder Inc. telah menjadi perusahaan kosmetik terbesar ketiga di Amerika, dengan 10.000 karyawan, dan penjualan per tahun mencapai 2 miliar dollar.

Pada 1998, majalah TIME memasukkan Estée Lauder sebagai salah satu dari 20 pebisnis paling berpengaruh di abad ke-20, dan menjadi satu-satunya wanita yang masuk dalam daftar tersebut. Pada 24 April 2004, Estée Lauder meninggal dunia di Manhattan, dalam usia 97 tahun. Setelah itulah, perusahaan dan kekayaannya diwarisi oleh putranya, Leonard A. Lauder.

Sebagai pewaris perusahaan ibunya, Leonard A. Lauder kini menjadi salah satu orang terkaya di dunia, yang memiliki kekayaan sebesar 9,1 miliar dollar. Selain dikenal sebagai pemimpin perusahaan Estée Lauder Inc., Leonard A. Lauder juga dikenal sebagai kolektor seni. Dia membeli dan mengoleksi lukisan-lukisan karya Pablo Picasso, Georges Braque, Fernand Léger, Juan Gris, dan lain-lain.